Senin, Desember 31

Touch Sky Sky

1 komentar
Puncak Ciremai
***

Memandang langit kadang menenangkan. Akan lebih menenangkan melihatnya dari tempat tertinggi, sehingga tak ada satupun yang menghalangi untuk melihat langit. Sky!!!

***


Continue reading →
Selasa, November 20

Sepertinya Sudah Malam

0 komentar
Kaya batu di dasar sungai, hari ini Gira cuma mengikuti kemana arah angin mengarahkannya.  Banyak kegiatan hari ini dan selalu sama seperti hari kemarin. Bangun, sekolah, intensif, ke masjid, belajar malam dan tidur.
“Bosan banget Dul udah jadi kelas tiga, kerjaannya gitu-gitu doang”
“Makanya coba pacaran, ra.” Abdul berteriak tak karuan, mengagetkan Gira.
“Lah? Kesurupan makhluk apaan lo? Bukannya lo udah tau, kakak kelas kita ada yang drop out gara-gara itu, ini kan sekolah asrama yang berbeasiswa.”
“Katanya  ente bosen kerjaan kelas tiga gitu-gitu aja,  ane kasih solusi tuh!”
Pikiran Gira tak terima dengan apa yang telah Abdul teriakan padanya. Dia memutuskan untuk berlayar di gedung  F, gedung asrama putra,  membaca lembaran koran yang tercecer di lantai. Berita hari ini, Obama memenagkan pemilu. Ia menjadi presiden Amerika Serikat untuk yang kedua kalinya.
“Wah si Obama menang lagi Bem.”
“Baguslah San, daripada Mitt Romney yang banyak didukung  Zionis Israel, masih mending Obama kan?” Telunjuk jarinya menunjuk capres yang kalah  itu.
“Sama baelah kalo menurut  gua mah, dua-duanya mendukung kapitalisme di dunia. Negara-negara berkembang yang gak punya kekuatan politik bakal tertindas juga, apalagi negara islam yang pengen maju, bakal terus dikasih tekanan biar berlutut di depan mereka.”
“Gak gitulah, udah jelas Obama yang pernah makan bakso di Indonesia lebih respect dalam hal kemanusiaan. Buktinya dia bikin lembaga Obama Care, itukan bukti dia Care. Terus, banyak pemimpin timur tengah yang lebih mendukung dia buat jadi presiden Amerika.  Pendapat lo salah, ru.”
Gira cuma melongo mendengar ocehan ketiganya.  Dia hanya berpikir, tahu apa mereka bertiga tentang keadaan di dunia luar sebenarnya. Pikiran mereka hanya akan menjadi debu yang beterbangan tanpa arah dan tujuan.
“Gak boleh bilang gitu Bem, lu harus bisa menghargai pendapat orang lain, itu menunjukan kualitas lo sebagai manusia yang berpendidikan, apa lagi si Fahru temen lo, yang tiga tahun sekamar sama lo, dan gua rasa, kalian bakal terus sekamar ampe tua kelak.” Gira terkejut mendengar jawaban Hasan yang tidak langsung menusuk pikirannya dan mebunuhnya secara sadis .
“Iiiihhh... Nasib gua emang kurang beruntung sekamar sama Fahru!”
“Mana mau gua sekamar sama lo terus Bem,  mending sekamar sama kucing  yang suka nongkrong di kantin.”
“Ibem, Fahru, kalian harusnya akur dong! udah tiga tahun.” Hasan tersenyum menyindir keduanya. Ibem dan Fahru melihat tajam pada Hasan.
Ocehan ketiga sekawan ini mulai ngawur, Gira mulai bosan mendengarnya. Ia kembali berlayar mengarungi lorong-lorong gedung F. Meninggalkan para politisi yang sedang berlabuh di pusat informasi. 
“Nomor ini berapa Gal?”
“Ini jawabannya udah dibahas dikelas gua, tadi siang...”
Gira melewati pelabuhan itu, jenuh mendengar kabar nomor berapa ini dan itu. Dengan langkah kucingnya, dia berlabuh di pelabuhan lain berharap mendapatkan buah tangan yang bisa dibawa pulang ke kamar.
“Woo... Farhan baru pulang dari lomba, bawa makanan lagi.” Buah tangan yang seperti ini yang dia cari.
“Oops, juara berapa lomba matematikanya?  Pertama? Alhamdulillah, selamat bos. Kapan traktirannya? Temen sekelas pada nungguin tuh, eh, traktir kamar dulu ya, habis itu  kelas terus angkatan kan?” Farhan hanya tersenyum dan mangut-mangut menanggapi kawannya.
Gira yang tadinya akan meminta buah tangan,  menarik kembali niatnya tersebut. Memandang senyuman kemenangan dari Farhan membuatnya senang, namun memandang kawan lainnya dia kecewa. Pengemis!
Gira kembali mencari harta karun yang dicarinya, walaupun dia tidak tahu macam dan tempat harta karun itu. Berputar-putar bolak-balik utara dan selatan, ia berlabuh di pelabuhan yang sepi. Balkon, di kamar 202 F. Memandang biru tuanya langit bertaburan awan dan asap kota yang menghalangi cahaya rembulan dan bintang.  Memikirkan hal yang membuat dadanya sesak.
“Kenapa ngelamun Gir?” Elgad datang tiba-tiba dari kamar sebelah. Membuyarkan lamunan.
“Oya Gir, gua lagi galau nih, boleh kan gua duduk samping lo?” Gira hanya mangut-mangut.
“Tau gak Gir, mau jadi apa bangsa ini ke depan? Korupsi lah, tawuran lah. Okelah Indonesia ini negara kaya tapi kalau pengolahnya cuma bisa korup dan tawur mau jadi apa negri ini.” Elgad menceritakan kegalauannya pada orang yang salah. Kawannya itu hanya memandang ke langit.
“Gue pengen  ubah semuanya. Lewat pendidikan Gir. Gua pengen membangun sekolahan kaya Insan Cendekia yang tercinta ini Gir. Tapi tentunya yang lebih bagus lah.” Gira hanya mendehem.
“Guru dan murid lebih akrab Gir, biar ada mosi saling percaya antara golongan tua dan muda. Selain itu, di sekolahnya keadilan harus ditegakan setinggi-tingginya .” Gira sudah mengiranya bahwa Elgad sedang tidak senang pada sekolah ini. Sementara itu, suara gesekan dahan turut menemani mereka.
“Gir udah tahu belum? Amir, mantan ketua MPS  kita, besok...  Dia mau pulang duluan ke rumah. Dia di drop out Gir.” Gira mengalihkan pandangannya cepat pada Elgad dengan serius.
“Beneran Gad? Emang kenapa dia bisa dikeluarin?” Gira kaget tak terbayangkan.
Memang beberapa bulan yang lalu, Amir telah diskors selama satu minggu. Karena melanggar peraturan tingkat empat. Skorsing itu menyebabkan nilainya hancur lebur. Dia tidak masuk saat pekan ulangan dan tertinggal materi yang akan diujikan untuk UTS pada minggu setelah pekan ujian. Kini apa yang telah Amir lakukan? Oh tuhan, benarkah orang seperti itu melakukan hal konyol yang dapat mengeluarkannya dari tempat ini.
“Dia bawa handphone ke asrama. Itu pelanggaran tingkat tiga, setingkat dibawah pelanggaran ke empat yang dia lakuin sebelumnya.”  Atas dasar kebodohan apa dia nekad melakukan itu? Sudah tahu bahwa ini sekolah beasiswa yang punya peraturan ketat tak terkira. Masih berani dia melakukan itu. Bahkan Gira pun tak berani  melakukan pelanggaran tingkat satu. Sudahkah dia bosan sekolah disini?
“Gir, dia pernah bilang sama gua, dia muak Gir. Dia merasa gak mendapatkan keadilan di sekolah ini. Terutama pas kasus pelanggaran tingkat empatnya itu. “ Dia menyalahkan sekolah, Amir itu menyalahkan institusi yang membuatnya pintar. Bahkan tanpa membayar.
“Dia mengaku dia salah besar Gir, tapi dia tetap merasa sebuah kebenaran dan keadilan ada yang disembunyikan.” Inilah yang dinamakan buruk sangka. Tak akan ada buntut dari permasalahan.
“Kenapa dia gak melawan? Kenapa dia Cuma diam dan malah melanggar lagi?”
“Dia bilang kita apel dan mereka durian. Kalau kita menyerang kita yang hancur, dan kalau mereka menyerang, kita tetap hancur Gir. Pelanggaran terakhir yang dilakukannya, karena dia  kurang perhatian terhadap peraturan di sekolah ini. Dia masih sakit hati.” Tetap saja Gira merasa aneh terhadap Amir, mantan ketua MPS, ketua sebuah organisasi yang menuntut sebuah contoh dan tauladan untuk dikerjakan. Dimanapun, kapanpun. Kini, ketua itu masuk dalam kubangan penuh kotoran babi. Tak seorang pun ingin mendekatinya.  Juga  tak seorang pun tahu apa isi hatinya.
                “Biarlah Gir, nasibnya dia emang kaya gitu. Gua yakin yang terbaik buat dia, ya... yang kaya gitu Gir.” Nafasnya berhembus pelan-pelan, melepas masalah yang dibicarakan. Sejenak mereka membisu, hanya suara angin dan gesekan dahan yang terdengar.
                “Mending banget lo ada di sini, ada apa? Lagi mikir apaan Gir? Gua pengen tau  yang dipikirin orang  ganteng, pinter, atletis kaya lo. Cewe ya?” Dada Gira tiba-tiba sesak kembali, mendengar kata-kata terakhir yang Elgad katakan. Namun, garis-garis wajahnya tidak nampak kaget. Ditutupi oleh suasana remang-remang. Gira serasa ingin beranjak dari pelabuhan itu dan kembali berlayar.
                “Gua pengen balik  ke kamar, udah ngantuk nih.” Alasan klasik dipilih Gira untuk beranjak.
                “Ok deh,  Gir, kayaknya si Dita suka sama lo, dia ngeliatin lo terus pas kemarin.”
                “Mungkin dia benci dan pengen ngebunuh gua. Ngeliatin gua dan mencari kesempatan untuk menerkam.” Gira Jawab asal, dengan menahan dadanya yang terhunus.
                “Lo juga suka dia ya? Gira?” Gira pergi meninggalkan Elgad, menuju kamarnya. Sementara Elgad berteriak dari belakang memanggilnya.  Namun, teriakannya itu tertutupi oleh badai yang berkecamuk dalam hati Gira.
***

Rabu, 10 Oktober 2010, 203 F, MAN Insan Cendekia Serpong, 22:00 WIB
                Waw, hampir tiga bulan tidak menulis Si Biru ini. Tiba-tiba saja pengen nulis. Bukan nulis kejadian satu, dua  hari, minggu, bulan, yang lalu. Aku ingin menuliskan malam ini. Malam penuh awan dan asap. Berjalan silih berganti.
                Malam ini, tak pernah aku menjalani sebelumnya. Aku telah menutup mata terhadap semua kejadian di dunia ini. Hampir malam-malam lalu, aku lewati dengan hanya belajar untuk mendapatkan nilai yang diharapkan. Tanpa menengok sedikit pun pada para politisi, pengemis, pemenang, pengecut, dan  kawan lainnya. Oh tuhan, mataku tidak buta, telingaku tidak tuli, tapi aku tak tahu kabar di luar diriku sendiri.
                Akhirnya, tetap dalam pikiranku hanya dua hal, pelajaran dan cinta.
                Ya, sedikit melankolis. Saat Elgad mengatakan namanya, dadaku sesak, mual, ingin kukeluarkan semuanya. Inikah yang namanya cinta? Belum sempat kulihat wajahnya, baru kudengar namanya, dada ini sudah sesak. Akankah aku mati dihadapannya saat ku memandang indah matanya.
                Pada akhirnya aku hanya seorang pengecut. Tak berani mengakui, berlari menjauh, bagaikan kelinci dikejar sang elang. Seharusnya aku berani, karena ku tau dia melihat padaku lama waktu itu, dan akan menunduk padaku. Tapi sayang, aku hanya seorang kelinci yang takut  mendekati indahnya mata elang.


               
Sepertinya sudah malam.
                Aku masih bosan.           
                Dan ingin tidur menjalani mimpi yang tak pernah nyata.
               
“Temukan dunia dengan berlayar kemanapun tanpa menengok ke belakang, kau akan menemukan harta karunmu sendiri. Yang orang lain tak akan dapat.”
***
Continue reading →
Minggu, November 4

Menghanyutkan Pornografi Dengan Islam

0 komentar

        Menurut UU No. 44 tahun 2008 Pasal satu ayat satu Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. Negara Indonesia sendiri telah jelas menentang pornografi yang akan merusak martabat bangsa. Jika kita membaca UU No. 44 tahun 2008 tersebut, disana dicantumkan tentang pelanggaran mengenai pornografi yang dapat menjadikan pelakunya mendapatkan hukuman yang berat dengan denda bisa mencapai Miliaran Rupiah.
Jika kita melihat keadaan bangsa Indonesia sekarang, catatan terakhir menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat pertama dalam jumlah pengunduh dan pengunggah situs porno pada bulan Maret 2012. Yang mayoritas diantara mereka adalah para pelajar tingkat SMP dan SMA. Padahal pada pertengahan januari lalu peringkat Indonesia di posisi ketiga setelah Cina dan Turki. Bahaya yang ditimbulkan sangat mengerikan. Misalnya ditunjukan Jumri, mantan ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAI) Kalimantan Selatan menyebutkan bahwa terjadi peningkatan kasus seks bebas di kalangan remaja kota Banjarmasin. Tercatat angka persalinan usia remaja melonjak dari 50 kasus pada 2010 menjadi 235 kasus pada 2011. Kasus kehamilan tidak didinginkan juga naik dari 35 kasus menjadi 220 kasus. Itu baru di kota Banjarmasin. Bagaimana di kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, SERPONG?. Miris memang, tapi inilah kenyataannya.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa kejahatan pornografi di Indonesia masih tinggi. Jika semua kasus dapat dibawa ke meja hijau, maka Indonesia mendapatkan banyak masukan uang miliaran rupiah. Karena kasus menggugah serta menonton hal yang pornografi dikenai denda 2.000.000.000 IDR.  Jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit. Menurut saya, pemerintah sudah pas menjadikan hukuman seperti itu, agar masyarakat benar-benar waspada dan menjauhi unsur pornografi yang dapat merusak masa depan bangsa Indonesia.
Indonesia memiliki penduduk islam terbanyak di dunia yaitu sekitar 85% dari 240.271.522 orang penduduk Indonesia yang ada.
 Islam merupakan agama yang sangat sensitif terhadap pornografi. Tapi kenapa ada negara yang penduduk beragama islamnya banyak bisa menjadi tiga besar pengakses situs porno didunia.
Dari tinjauan islam, pornografi merupakan hal yang sangat tabu dan merupakan sebuah perzinahan. Zina sendiri adalah persetubuhan yang dilakukan bukan oleh suami istri. Sebenarnya islam memiliki batasan-batasan tertentu agar penganutnya tidak terjerat dalam zina ini.
Seperti yang dijelaskan dalam surat Al Israa ayat 32.

“ dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”

Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini di dalam tafsirnya, “Larangan mendekati zina lebih mengena ketimbang larangan melakukan perbuatan zina, karena larangan mendekati zina mencakup larangan terhadap semua perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Barangsiapa yang mendekati daerah larangan, ia dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya, terlebih lagi dalam masalah zina yang kebanyakan hawa nafsu sangat kuat dorongannya untuk melakukan zina.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)
Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menafsirkan lafazh ayat (yang artinya) “suatu jalan yang buruk” dengan perkataannya, “Yaitu jalannya orang-orang yang berani menempuh dosa besar ini.” (LihatTaisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 457)
Dua keterangan diatas telah menjelaskan bahwa zina adalah hal yang menyebabkan dosa besar. Mendekatinya saja sudah dilarang, akan sangat bodoh jika melakukannya juga. Mendekati zina dapat berupa melihat, memandang, menonton, mendatangi, mendengar, menyimpan hal-hal yang mengandung perzinahan. Allah juga telah jelas menjelaskan hukuman bagi pelaku zina baik perempuan maupun laki-laki yang tertera dalam surat An-Nur ayat 2

“perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

Islam telah jelas menguraikan mengenai zina atau dalam pandangan modern adalah porno. Zina disebabkan oleh hawa nafsu yang dijadikan sebagai tuhan oleh manusia itu sendiri. Seperti yang dijelaskan oleh allah dalam surat al Furqan ayat 43-44.  

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,
atau Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).”

Allah telah menebutkan bahwa orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuahannya atau yang dia selalu menuruti apa kata hawa nafsunya maka dia adalah seperti hewan ternak, malah lebih sesat jalnnya dari hewan ternak itu sendiri. Islam telah membuat batasan aurat. Yaitu bagian tubuh yang haram diperlihatkan atau yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain selain muhrim. Aurat secara lebih spesifik berarti anggota tubuh tertentu dari manusia yang mengandung muatan seks atau mengandung daya tarik seks. Allah swt telah menyuruh agar wanita-wanita menutupi aurat-aurat mereka dengan pakaian-pakaian yang telah allah sediakan di bumi. Sehingga mereka dapat menjauhi zina sejauh-jauhnya. Dalam al quran allah berfirman pada surat An-nur ayat 31
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Dan di surat Al Ahzab ayat 59
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ash-Shabuny berkata, “Para mufassir berkata: Adalah wanita jahiliyah seperti juga wanita jahiliyah masa kini, lalu lalang di hadapan lelaki dengan dada dan leher terbuka, kadang badannya bergerak erotis atau rambutnya terurai untuk mendapatkan perhatian kaum lelaki. Sedangkan wanita muslimah menutupkan khumur mereka ke belakang, maka tinggallah bagian dadanya terbuka. Kemudian kaum mukminan diperintahkan untuk menutup bagian depannya sehingga tidak tampak lagi dan memelihara mereka dari kejahatan.”
Ketiga sumber diatas banyak menjelaskan tuntunan bagi wanita. Karena wanitalah yang menyebabkan pria terjerumus ke dalam nafsunya sendiri. Maka dari itu, sudah sangat tepat jika wanita itu sendiri yang mencegah terlebih dahulu agar tidak menjadikan para pria menyakiti dirinya. Lalu para mufassir menyebutkan bahwa jilbab yang dipakai wanita mukmin adalah jilbab yang sampai menutupi dada mereka. Jika tidak maka wanita itu belum bisa disebut sebagai wanita mukmin.
Bagi para lelaki, tidak boleh memandang wanita dengan hawa nafsu yang menggelora, karena setan akan membuat pandangan itu sangat indah dan akan mengundang keinginan untuk mengganggu wanita tersebut. Bahkan hadits rosul menyebutkan bahwa harus memalingkan pandangan dan menundukan pandangannya di hadapan wanita.
“pandangan adalah anak panah beracun dari anak-anak panah iblis. Siapa saja yang menghindar karena takut kepada allah, ia akan dikaruniai oleh allah keimanan yang terasa manis di dalam hatinya”.(HR Hakim)
 Dahulu kala para sahabat sangat khawatir dapat terjerumus ke dalam dosa zina. Sehingga mereka akan mengebiri, namun Rosulullah saw melarangnya
“dari Usman bin Madlun, bahwasnnya dia berkata, ya rosululloh, sesungguhnya saya adalah lelaki yang suka membujang. Izinkanlah saya berkebiri. (Jawab rosul):Tidak, tetapi engkau puasa saja” (HR Ath Thabrani)
Hadits tersebut menyebutkan dua solusi bagi yang takut terhadap perbuatan zina. Kita tidak perlu berkebiri, karena itu akan merusak sistem organ yang dipunya. Maka rosululloh saw menganjurkan untuk berpuasa saja.
Pornografi yang dikenal dalam islam adalah zina, akan membawa kepada dosa yang besar. Dimana akan mendapatkan hukuman 100 dera di dunia. Islam sangat berusaha untuk menjaga umatnya agar tidak terjerumus ke dalam zina yang disebabkan oleh hawa nafsu yang terus menerus dituruti seperti menjadikannya sebagai tuhan. Jika demikian maka orang tersebut lebih sesat jalannya daripada hewan ternak. Islam memberi solusi untuk menjauhi zina yaitu dengan menundukan pandangan terhadap lawan jenis, atau dengan pernikahan yang syah, jika belum mampu secara finansial maupun mental maka islam menganjurkan untuk berpuasa. Karena dengan berpuasa ikut menjadikan hawa nafsu dapat dikendalikan. Hendaknya semua umat islam menutup auratnya agar tidak mengundang hawa nafsu untuk bangkit dan menggila.
Semoga dengan artikel ini, Indonesia tidak masuk kedalam nominasi negara dengan pengunduh dan penggugah terbesar video porno di dunia. Karena julukan pengunduh dan penggugah porno terbesar di dunia merupakan hal yang sangat memalukan bagi negara yang memiliki jumlah muslim terbesar di dunia ini.




Sumber:
Buku Muslimah Kehilangan Diri, Abu Ghifari, Mujahid Press, 2004 http://www.bpkp.go.id/uu/filedownload/2/33/151.bpkp
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/03/04/302900/265/114/Indonesia-Peringkat-Ke-1-Pengunduh-Pengunggah-Situs-Porno
http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_di_Indonesia
http://tafsirayatquran.blogspot.com/2011/07/surat-al-israa-ayat-32.html 
Continue reading →
Selasa, September 25

Ada saat dimana semua akan menjauh dan menyalahkan

0 komentar

Namaku Elgad, umurku 17. Dari SD sampai saat ini aku selalu menjadi ketua kelas. Entah kenapa teman-temanku selalu memilihku untuk menjadi ketua kelas. Mungkin tidak ada teman-temanku yang lain yang mereka percayai menjadi seorang pemimpin kelas. Atau mungkin karena mereka ingin aku yang mendapatkan hukuman dari guru jika kelasku melakukan kesalahan. Karena ketua kelas memiliki tanggung jawab atas kelasnya, jadi saat guru tidak tahu siapa yang salah maka akan dia salahkan aku sebagai ketua kelas.
            Saat aku kelas enam sd, yang tahun depannya aku lulus dari sekolah sd ku yang asri penuh taman dan tumbuhan yang rindang. Disana sini lingkungan bersih. Tentu saja bersih, karena kepala sekolah kami sangat peduli terhadap kebersihan. Bahkan saat pertama kali dia menjadi kepala sekolah, hal yang pertama dia lakukan adalah mengajak siswa untuk menjadikan sekolah SD sebagai green school atau sekolah hijau, dan hampir saja kawan-kawanku menjadikan sekolahku benar-benar hijau semua. Kasus ini bermula saat hari ulang tahun temanku Rami. Temanku yang lain seperti Dafa, Faruh dan Dela merencanakan sesuatu untuk ulang tahun temanku ke sebelas untuk Rami.
            “Hoi, hari ini Rami ulang tahun. Coba cek di facebooknya deh”. Celetuk Dafa asal.
            “Mau kita apain nih”. Dengan senyum jail Faruh menimpali asal juga.
            “Kita jadiin dia kaya pahlawan super dari Marvell”. Jawab Dela dengan asal juga.
            “Pahlawan super apaan yang dari Marvell? Gatot kaca?”.Timpalku ikutan asal.
            “Gatot kaca mah Marwa, Manusia kekar jawa”. Semakin asal Faruh menjawab.
            “Yeh kamu mah”. Responku yang asal keluar juga. Tanpa pikir panjang lagi, aku pergi meninggalkan percakapan yang asal ini. Khawatir akan menghasilkan keputusan yang asal juga. Aku menoleh ke belakang tempat tadi, tempat dimana tiga bocah bercakap asal. Ketiganya langsung mengerubung menjadai satu, menjinjitkan kaki mereka untuk dapat saling mendekatkan kepala mereka ke tengah meja yang besar.
            Siang itu juga, selepas pulang sekolah. Seperti biasa aku pulang terakhir menunggu teman-temanku pulang duluan. Rami masih duduk di samping mejaku, membereskan peralatan sekolah yang dia bawa. Terdengar olehku bisik-bisik dari bangku belakang. Sudah kuduga itu tiga bocah tadi yang bercakap asal.
            “Apa yang kalian lakukan dibelakang sana. Kalian belum pulang”. Tanyaku menerawang yang mereka lakukan.
            “Kita lagi punya rencana ni, yang lain pasti nyesel pulang duluan, sebentar lagi kita akan kedatangan tamu dari Marvell”. Jawaban Dela yang cukup tidak asal. Aku hanya mengangkat alisku dan menarik nafas panjang. Terheran apa yang akan dilakukan anak-anak dua belas tahun itu.
            “Elgad, aku pulang duluan ya”. Sapa Rami. Aku hanya tersenyum tanda mengiyakan. Ruangan kelas telah sepi, hanya suara angin sepoi-sepoi yang terdengar bergerak melalui celah jendela. Aku ikut keluar dari kelas, tugasku sebagai ketua kelas telah selesai untuk hari ini.
            “OAAAaaaauAauauAuuauU...”.Tiba-tiba suara teriakan histeris terdengar. Yang kukenal itu suara Rami. Aku rasa tiga bocah tadi sedang beraksi. Aku keluar kelas, lalu memandang sekitar. Aku mendelik ke samping. Tembok sekolah menjadi punya motif baru. Motif hijau, dengan corak yang asal. Rupanya kedatangan pahlawan Marvell harus dengan tembok bercorak hijau. Sungguh merepotkan.
            Aku langkahkan kakiku lebih jauh menuju lapangan sekolah. Semakin terdengar suara gelak tawa para bocah. Dari tempatku berdiri aku melihat sesosok makhluk setinggi tubuhku, penuh cairan berwarna hijau. Berlari menuju kawan-kawanku yang terus tertawa. Tercium bau pandan menusuk saraf hidungku. Aku tahu, itu siapa. Itu pahlawan dari marvell yang terkenal, Buto Ijo. Aku langsung berlari menuju teman-temanku yang asyik tertawa. Aku ikut tersenyum atas teman-temanku.
Aku tahu itu Rami yang dijadikan Buto Ijo oleh teman-temanku. Aku panggil si Rami dengan nama itu.
“Hai Buto Ijo”. Ceplosku ke arah Rami. Tiba-tiba semua orang  mendadak terdiam, dengan wajah melongo. Termasuk tiga bocah tadi  dan aku ikut ekspresi mereka. Mereka memandangku sejenak kemudian mereka kembali tertawa dan lebih keras dari sebelumnya. Aku ingin ikut tertawa, namun bingung apa yang harus aku tertawakan. Kini semua memandang padaku dengan tawa mereka.
“Mana ada buto ijo dari Marvell”.
“Oh gitu ya, lalu apa maksud kamu pahlawan marvell itu?”.
“Itu Hulk namanya”. Jawab Rami yang ikut senang terhadap perayaan ulang tahunnya. Walaupun baju putih merahnya menjadi hijau.
“Ehmm, siapa yang bertanggung jawab atas berubahnya warna tembok ini”. Suara yang terdengar berat terdengar samar-samar diatas tertawaan kami. Semua langsung hening sunyi. Menoleh ke arah kanan yang sudah berdiri tegak bapak kepala sekolah.
“Biasanya ketua kelas pa”. Seorang siswa nyeletuk.
“Elgad, bisa kamu jelaskan apa yang terjadi?”. Aku hanya  mengalah, lalu menjelaskan secara detail kejadiannya, ditemani tiga bocah asal tadi.
Keesokan paginya, sekolahku sudah benar-benar hijau. Entah kenapa tembok sekolahku menjadi hijau. Aku tak disalahkan atas kesalahan kemarin. Yes. (To be Continued)
Continue reading →
Selasa, Juli 3

Penyakit Asma

0 komentar


A sma merupakan penyakit pernafasan akibat penyumbatan saluran nafas yang hilang timbul. Penyakit ini dapat merupakan penyakit bawaan atau penyakit keturunan. Sumbatan terjadi karena selaput lendir saluran nafas sembab dan bengkak, pembentukan lendir yang belebihan, atau karena mengkertutnya otot polos saluran nafas itu. Akibatnya, lubang saluran menjadi sempit bila terjadi serangan, penderita batuk-batuk dan dan sesak nafasnya; pada waktu mengeluarkan nafas terdengar bunyi yang nyaring dan panjang (mengi). Bila sedang tidak terserang, orang itu nampak normal saja, tidak mengalami gangguan. Penyakit ini sering kali hilang timbul. Serangan asma dapat sangat berat sehingga tidak dapat hilang dengan obat-obat yang biasa diberikan, seperti aminofilin, adrenalin, atau obat asma lainnya. Keadaan yang disebut status asmatikus ini perlu perawatan segera di rumah sakit.

Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
1.    Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!
2.    Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
3.    Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
4.    Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
5.    Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.

            Serangan asma sebagian disebabkan oleh alergi bahan-bahan tertentu, misalnua tepung sari bunga, debu rumah, bulu binatang atau bulu sintetis. Tetapi serangan asma juga sering timbul karena hawa dingin, emosi, asap yang merangsang atau kelelahan, serangan ini tidak disebabkan oleh alergi, melainkan oleh kerja saraf otonom yang tidak seimbang. Asma pada anak kecil dan orang dewasa muda kebanyakan (hampir 40 persennya) dapat sembuh sendiri setelah si penderita bertambah usia. Sebaliknya, asma pada orang dewasa diatas 30 tahun umunya disebabkan oleh faktor alergi dan hjarang sembuh sendiri.
            Penderita asma dibagi dalam 4 derajat kepayahan, menurut kemampuan fisiknya. Pada derajat pertama, penderita masih dapat bekerja walaupun agak susah dan tidurnya kadang-kadang terganggu.
Pada derajat kedua, penderita harus tiduran atau duduk dan dengan susah payah masih dapat bangkit kembali. Tidurnya selalu terganggu dan nadinya berdenyut lebih dari 120 kali per menit. Penderita asma pada derajat ketiga, harus istirahat total dab tidak dapat bangkit kembali dari tempatnya. Pada derajat keempat yang paling berat, penderita sudah kelelahan dan tidak dapat bergerak lagi. Penderita asma derajat dua sampai empat harus di rawat di rumah sakit.
            Biasanya penyakit asma diobati dengan obat pelebar saluran pernafasan, berupa tablet atau obat semprot yang dihirup melalui mulut. Di samping itu, sering diperlukan obat pengencer dahak, anti peradangan dan anti biotika. Penderita dianjurkan banyak minum, agar dahak mudah keluar dan encer. Bila serangan asma makin hebat, penderita harus dibawa ke rumah sakit. Cairan yang banyak keluar dair keringat diganti dengan infus, dan nafas yang terlalu sesak ditolong dengan tambahan oksigen. Bia dibiarkan, penderita asma dapat kelelahan dan mati lemas.

Ensiklopedi Indonesia
Continue reading →

Pas-pasan ke Gunung Ciremai? Siapa takut…

0 komentar
Kronologi
            Akhirnya setelah sekian lama berkeinginan untuk hiking ke gunung ciremai, pada hari sabtu 30 Juni  aku bisa melaksanakan keinginan tersebut.
            Ayah mengajak temannya yaitu mang Tobing untuk ikut dan menjadi sebagai penunjuk jalan bagi kami untuk melakukan perjalanan menuju puncak ciremai. Dia merupakan orang yang handal dalam masalah hiking. Telah sering dia ke gunung ciremai dan telah banyak pengalaman hiking di gunung-gunung yang lain.
            Rencananya aku akan mengajak temanku yang lain untuk ikut serta dalam pendakian ini. Namun, karena rencana ini terlalu mendadak jadi tidak ada teman yang ikut pendakian. Akhirnya hanya aku, ayahku dan mang tobing yang melakukan pendakian ini.
            Sebelum hari sabtu kami melakukan persiapan barang-barang yang diperlukan untuk pergi mendaki gunung  Ciremai menurut sepengetahuanku.  Aku membawa 6 bungkus nasi,  wafer, air tiga liter untuk aku sendiri, ayam goreng untuk makan, kopi, senter, baju hangat (syal, kaos kaki, sapu tangan, jaket, baju dan celana berlapis-lapis, sandal gunung), mie instant, paraffin, tas, gasolin, handphone kesayangan,  sendok, gelas dan  permen juga uang.
            Hari sabtu itu merupakan hari untuk adikku pertama kali masuk sekolah smp barunya yang dulu merupakan sekolahku. Sekolah itu terletak di Kuningan. Aku dan ayahku mengantar adikku terlebih dahulu ke Kuningan. Setelah jam satu siang kami pun kembali pulang ke rumah. Kami tiba di rumah pada pukul setengah tiga. Saat mobil tiba, mang Tobing datang dengan perlengkapannya. Aku dan ayahku langsung bersiap-siap. Rencananya kami berangkat  pada jam dua siang, dan molor sampai jam setengah empat sore. Kami meninggalkan rumah dengan naik motor menuju desa Apuy yang terletak di kecamatan Maja kabupaten Majalengka. Kami melewati jalanan yang terus menanjak. Kami berhenti di sebuah rumah warga yang ternyata sudah kenal dengan mang Tobing sejak mang Tobing masih SMP.  Kami menitipkan motor di rumah ini. Setelah sejenak kami  beristirahat dari perjalanan selama 30 menit dari rumah, kami memulai pendakian menuju Puncak pada pukul setengah lima sore. Di perjalanan aku tidak memakai baju hangat terlebih dahulu, karena perjalanan menuju pos pertama, udara dingin belum terasa.
            Rencananya jika kami telah sampai di pos 1 pada jam setengah enam sore kemudian beristirahat, lalu dilanjutkan ke pos selanjutnya pada jam enam sore. Maka kami akan tiba di puncak dan dapat melihat matahari terbit. Namun, ternyata rencana tidak sesuai. Kami banyak melakukan pemberhentian di tengah jalan Karena ayahku kecapean sehingga perjalanan kami lebih banyak memakan waktu. Akhirnya kami tiba di pos satu pada jam enam lebih. Aku kira di pos satu ada warung untuk bisa kami membeli perlengkapan yang kurang seperti air yang seharusnya minimal empat liter satu orang. Namun ternyata tidak ada. Walaupun begitu kata mang tobing kami sedang beristirahat di pos yang paling nyaman, karena terdapat tempat yang beratap. Di pos lain, jangan harap menemukan atap.
Kami  langsung memakai baju hangat setelah sebelumnya kami kepanasan dan kini langsung kedinginan. Aku dan ayahku makan sore dan kami bertiga memasak air untuk kami minum minuman hangat. Saat memasak aku mengambil bagian yang paling dekat dengan api, untuk menghangatkan tanganku yang sudah sangat kedinginan seperti masuk kedalam kubangan es batu. Kata mang Tobing biasanya pada malam minggu seperti ini banyak orang yang akan pergi ke puncak. Biasanya mereka baru berangkat pada pukul enam sore dari desa Apuy. Kami pun menunggu agar nanti bisa bersama-sama, tidak hanya bertiga seperti ini. Sampai jam setengah Sembilan kami menunggu dan tidak ada yang datang ke pos satu. Kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke pos dua dengan hanya bertiga.
Jarak setiap pos adalah dua ratus meter diukur secara datar. Namun jika diukur dari pangjangnya jalan yang harus kami tempuh, maka jaraknya akan berbeda (ingat segitiga siku2, sisi miring dengan sisi datarnya).
Senter telah kami nyalakan dari sebelum tepat ke pos satu. Jalan yang kami lewati menuju pos dua, menanjak dengan beberapa akar pohon membentuk tangga untuk ke atas. Di perjalanan seperti sebelumnya, kami banyak melakukan pemberhentian. Aku selalu jalan paling belakang. Padahal, Ayahku dulu pernah mendaki gunung ciremai saat dia SMA, namun hanya sampai pos 5. Di pos lima ayahku dan lainnya (mang tobing juga ikut), tidur dengan enak sambil kehujanan. Mereka mengaku tidak kedinginan, namun sekarang tidak kehujanan pun aku dan ayahku sudah menggigil. Ayahku sudah berumur 49 tahun dan sudah tidak muda lagi, sehingga mau tak mau aku harus ikut ayahku.
Jarak tempuh kami lebih jauh dari 200 meter, dan sangat  lama. Kami tiba di pos dua, dengan kaki yang sudah mulai pegal. Kami beristirahat dahulu. Kami langsung merebahkan tubuh kami di atas tanah, tanpa alas dan tenda. Ternyata tanahnya sangat dingin. Tubuh kami masih hangat karena berkeringat, sehingga mengurangi rasa dingin itu. Mang Tobing langsung bisa tidur dan ngorok. Namun aku dan ayahku tidak bisa tidur senyaman mang Tobing. Setelah beberapa lama dingin menyerang, aku tidak bisa tidur ayahku juga. Kami menyalakan dua paraffin untuk menghangatkan tubuh kami. Sangat nyaman jika kami bisa membawa tenda seperti sebelah kami. Di pos dua handphoneku masih bisa menerima sms dan aku menjawab smsnya walaupun tidak langsung terkirim. Sinyal di handphoneku kadang nol dan kadang berisi. Setelah sekitar jam setengah sebelas dan duakotak paraffin sudah habis, mang Tobing dibangunkan dengan tubuhnya yang langsung menggigil untuk melanjutkan perjalanan.
Menuju pos 3, awalnya sangat menggigil, namun karena kami terus jalan, sehingga rasa dingin itu perlahan hilang. Rumus untuk perjalanan di malam hari ini adalah segera tidur saat menemukan pos setelah melakukan perjalanan, lalu segera lanjutkan perjalanan jika badan sudah merasa menggigil. Jarak tempuh dari pos dua ketiga terasa tidak terlalu berat, karena kami sudah mulai beradaptasi.
Di pos tiga tidur beristirahat dan memasak mie instant serta menghangatkan tubuh. Dari pos tiga ke pos empat terasa tidak terlalu jauh dan lebih dekat dari pos dua ke pos satu. Di pos empat kami kembali beristirahat dan tidur. Di pos empat aku mendirikan salat maghrib dan isya. Sekarang sekitar jam tiga pagi. Di pos empat aku menerima telepon dari ibuku. Aku mempersingkat pembicaraan karena takut baterai hp-ku akan habis dan tidak bisa digunakan untuk mempotret pemandangan di perjalanan selanjutnya.
Kami melanjutkan perjalanan menuju pos lima. Perjalanan menuju pos lima sudah mulai terasa berat. Akar-akar pohon yang besar membentuk tangga yang kadang jarak satu dengan yang lainnya sangat tinggi. Kami harus berhati-hati, jalan masih sangat gelap. Suhu udara lebih rendah dan dingin. Perjalanan menuju pos lima ini lebih lama.
Akhirnya kami tiba di pos lima. Ternyata di pos lima kami bertemu dengan rombongan (lebih dari tiga orang) dari majalengka juga. Ada salah satu dari mereka yang kami kenal. Mereka membuat tenda seadanya dari kain dan daun serta dahan dan membuat api unggun. Mereka akan meninggalkan pos lima dan segera bergerak ke pos enam lalu ke puncak untuk menyaksikan matahari terbit. Sedangkan kami baru akan beristirahat di pos lima.
Di pos lima, sudah sekitar jam lima lebih sepuluh pagi. Kami beristirahat dan manghangatkan diri di dekat api unggun yang sungguh sangat menghangatkan kami. Pada pos ini hp-ku kembali menerima telepon dari ibuku. Dia kira kami sudah sampai ke puncak. Karena dulu ibuku juga pernah ke Ciremai sampai puncak dan melihat matahari terbit saat dia SMA. Di pos ini aku mendirikan salat subuh. Lalu memasak air yang pas-pasan dan meminum minuman yang hangat dan menyamankan.
Kami melanjutkan perjalanan menuju pos ke enam. Jalan yang kami tempuh ternyata sudah sangat menanjak. Dengan kemiringan sekitar 60 derajat sampai 90 derajat. Di tengah perjalanan kami menemukan bunga yang terkenal yaitu bunga edelwis the flower of eternity, begitu orang banyak menyebutnya. Karena jika bunganya dicabut, bunga itu tidak langsung layu dan dapat mekar sampai beberapa waktu kemudian, sehingga jika dipetik dan dibawa ke rumah, bunganya tidak langsung jelek. Bunganya kecil berdiameter sekitar diameter pensil, namun lebih kecil. Berwarna kuning jika sudah mekar dan berwarna putih jika belum mekar bunganya. Daunnya seperti jarum. Dibawah tangkai bunga sebelum  daun hijau terdapat dahan yang coklat dan daun yang mati. Pada dahan itu mudah untuk di petik.  Jika bunga itu dikumpulan menjadi satu akan terlihat indah.
Kami tiba di pos enam pada jam delapan pagi. Di pos enam merupakan pertigaan antar jalur ke puncak dari palutungan (Kuningan) dan dari Apuy (Majalengka). Sebenarnya menurut warga Majalengka, jalan dari Apuy lebih dekat daripada dari Kuningan. Di pos enam yang sudah +2500 meter diatas permukaan laut, aku mendapatkan sms dari ibuku agar ayah istirahat saja di pos dan aku bersama mang Tobing saja yang melanjutkan sampai puncak sana dan melihat kawah.
Akhirnya ayah memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan sampai puncak. Namun ayah tidak istirahat di pos enam, melainkan istirahat tepat diatas Goa wallet. Goa yang biasa orang berkemah. Di atas goa ini ternyata terdapat kebun edelwis (aku menyebutnya begitu), karena banyak sekali tanaman bunga ini. Beruntung aku berangkat pada bulan ini, karena tanaman ini sedang banyak berbunga sehingga terlihat indah pemandangan disini.
Aku melanjutkan perjalanan mendaki menuju puncak. Sedangkan pendaki lain sudah mulai turun dari puncak, karena hari sudah mulai siang. Aku jalan duluan, dibelakangku mang Tobing. Medan yang ditempuh, lebih berat dari sebelumnya. Hampir aku tidak melihat tanah. Yang ada hanya batu dan pasir. Aku mencari-cari jalan yang terbaik yang bisa aku lewati. Batu-batu disana sanatlah besar. Akhirnya aku sampai di puncak. melihat kawah.
Sendirian, karena yang lain sudah semuanya turun gunung. Mang Tobing menyusulku kemudian. Angin yang begitu kencang hampir saja membuat ku terhjatuh. Bulan ini adalah musim halodo (Sunda : kemarau) sehingga lebih banyak angin yang berhembus. Aku melihat awan yang bagaikan busa-busa. Lebih indah dibandingkan dari hanya melihat dari pos enam. Dari sini juga aku bisa melihat puncak-puncak gunung lain yang terdapat di pulau jawa. Seperti gunung Slamet dan Gunung Tampomas.
Setelah puas, aku langsung turun ke bawah. Makan nasi dan mie yang dicampur. Sangat membantu, karena kami sudah kelaparan. Di atas goa wallet yang +2900 mdpl ini, aku kembali menerima telepon dari ibuku. Terkadang kami bingung, kenapa handphne ku masih bisa melakukan hubungan padahal jauh dari menara telepon. Saat baterai hapeku mati, aku memindahkan nomor SIM ku ke hape ayah yang masih ada baterai cadangannya. Namun, ternyata di hape ayah, tidak bisa menerima telepon dan sinyalpun kosong terus. Mungkin ini disebabkan dari jenis hapenya juga. Handphoneku adadalah Sony Ericsson w580i yang sudah aku miliki sejak kelas dua SMP. Dan akhirnya Aku, ayah, dan mang Tobing kembali ke desa Apuy dengan badan yang sudah pegal-pegal.

Kesan dan Pesan
Pendakian menuju gunung ciremai dengan sangat kurang persiapan ini cukup menyenangkan dan sangat menantang. Perlu kesabaran dan keikhlasan menghadapi semua keputusasaan.
Sebaiknya jika menginginkan pendakian ini sebagai pengisi liburan yang benar-benar menghibur, bawalah perlengkapan yang memadai. Berikut barang-barang yang diperlukan saat melakukan pendakian selama satu malam saja. Lebih baik lagi jika peralatannya tersebut memang dibuat untuk melakukan hiking.
  1.  Perlengkapan Baju hangat (kaos kaki berlapis-lapis, Penutup kepala, sarung tangan berlapis, jaket yang tebal, masker hangat, celana panjang berlapis)
  2. Paraffin minimal 2 bungkus (16 kotak) untuk memasak dan menghangatkan diri
  3. Tas besar (Hiking)
  4.  Sepatu (Hiking)
  5.  Alas yang dari karet (tenda juga OK)
  6.  Alat memasak yang “simple”
  7.  Air minum minimal 4 Liter (3 botol minuman kemasan 1500 ml)
  8.  Obat-obatan, P3K
  9.  Kopi/ jahe/ susu/ yang lainnya yang bisa menghangatkan tubuh.
  10. Membawa mie instant, untuk mengisi kekosongan perut.
  11.   Boleh membawa nasi dari rumah, tapi jika sudah mencapai pos enam, nasi sudah dingin dan mengeras. Jika akan membawa beras, maka tambahkan paraffin paling tidak dua bungkus lagi untuk persiapan (3 kali makan). Juga tambahlah persediaan air. Sebenarnya sudah cukup makan nasi untuk dua kali ditambah mie lain waktu.
  12.  Handphone
  13.  DLL (yang mungkin merasa perlu untuk dibawa )

             Saat melakukan pendakian, jika sudah merasa lelah beristirahatlah terlebih dahulu. Keamanan lebih penting dari pada pencapaian target. Namun jangan bermanja-manja ria. Selalu mengingat allah saat melakukan perjalanan. Selalu membaca ayat kursi, surat al fallaq, al-ikhlas, an-naas dan silakan baca artinya lalu renungkan. Bertasbihlah, Hal ini membuat suasana hati lebih tenang, sehingga fisik pun tidak mengalami keputusasaan. Jangan ragu untuk salat dan bertayamum. Jika ingin memakai balsam untuk kaki, siap-siaplah merasa lebih dingin. Di perjalanan kita tidak menemui aliran air dari gunung (jika pada musim kemarau), saya pun tidak menemui tempat genangan air. Selalu berada dalam kelompok. Tetap ikuti aturan yang tertulis dan tidak tertulis saat melakukan pendakian. Tetap jaga lingkungan agar tetap bersih. Jangan tinggalkan sampah. Keajaiban akan selalu ada pada pendakian ini.
          Pada pendakian ini aku menemukan banyak hal yang menarik. Burung-burung yang cantik beterbangan kesanan kemari. Awan-awan yang begitu memikat hati untuk terjun ke dalamnya. Dahan pohon yang menghasilkan belokan seni yang keren dan inspiratif.
Mungkin aku akan kembali lagi ke gunung Ciremai dan turun ke kawah. Serta melakukan persiapan yang lebih mantap dan bersama kawan-kawan.
“Warisi anak cucu kita mata air, jangan warisi anak cucu kita air mata” wise word ini aku temukan di papan petunjuk gunung saat hendak ke pos lima.

Gunung Slamet Bisa terlihat dari sini
Perjalanan Turun meninggalkan Puncak
Awan Terlihat dari sini


Masak Air hangat di pos satu



Gundukan awan yang menawan

Kawah Gunung Ciremai

Pemandangan dari Atas Pucak

welcome to Edelwis Garden

Perjalanan Menuju post Enam

Pemandangan awan memang indah

Menuju pos satu

Mang Tobing dan Warga sekitar


Pemandangan ini belum Capai pucak

Yuk kita Turun Gunung
Ayah sedang Beristirahat
Continue reading →

Labels