Rabu, Maret 28

Sosialis ISDV yang melahirkan PKI

0 komentar
Lambang Komunis, palu dan clurit

Sebelum beranjak jauh, ISDV merupakan sebuah organisasi atau partai yang ada di Indonesia yang berpaham Sosialis. Seiring dengan berjalannya waktu, partai ini berhaluan menjadi partai yang berpaham komunis dan terlahirlah PKI. Cerita antara ISDV dengan PKI disini digabungkan. Karena PKI berakar dari ISDV itu sendiri. Untuk lebih jelasnya dapat membaca uraian ini.

Paham Marxisme datang ke Indonesia pada masa sebelum perang dunia pertama. Dibawa oleh pemimpin buruh Belanda bernama H.J.F.M Sneevliet. Pada tanggal 9 Mei 1914, Sneevliet dengan orang sosialis lainnnya seperti J.A. Brandsteder, H.W. Dekker dan P.Bregma berhasil mendirikan indischee Sociaal-demokratische Vereniging (ISDV). Perkembangan ISDV sangat lambat sehingga mereka bersekutu dengan Insulinde, namun tidak memenuhi sasaran dan tujuan dari ISDV sehingga bubar dari Insulinde.

Kemudian mereka bersekutu dengan SI atau sarekat Islam . Sneevliet berhasil menyusup dan melakukan Infiltrasi ke dalam kubu SI dengan cara saling bertukar keanggotaan antara SI dengan ISDV. . Dalam beberapa tahun saja Sneevliet berhasil memberikan pengaruh ke dalam kubu SI.

Langkah selanjutnya pada tahun 1916 Sneevliet menjadikan pemimpin muda SI menjadi pemimpin ISDV seperti Semaun dan Darsono.  Semaun berhasil mengembangkan jumlah keanggotaan SI Semarang menjadi 1700  orang pada tahun 1916 dan 20.000 orang setelah setahun setelahnya. Karena Orientasinya yang Marxis di bawah pengaruh ISDV, mereka Berseberangan dengan CSI (Central Sarekat Islam) yang dipimpin oleh H.O.S Cokroaminoto.

Pada saat Revolusi Bolsyewick di Rusia pada tahun 1917, ISDV telah bersih dari unsur Moderat dan mulai pada sifat yang komunistis. Kemenangan Bolsyewik mendirikan negara komunis mendorong Baars untuk menyerukan negara Hindia Belanda untuk mengikuti jejak yang ada.

Pada Tahun 1917, ISDV mengerahkan pelaut Belanda untuk mengumpulkan 3000 orang untuk melakukan gerakan ISDV. Yaitu demonstrasi. Sehingga memicu bentrokan dengan polisi pemerintah.  Sementara itu  partai moderat mendesak pemerintah agar menggantikan Volksrad dengan parlemen pilihan rakyat.

Krisis tersebut segera mereda setelah Gubernur Jenderal van Limburg stirum menjanjikan akan mengadakan perubahan yang luas. Setelah semua terkendali, pemerintah kolonial segera mengambil tindakan keras. Anggota militer yang indisipliner dihukum berat. Sneevliet diusir, sedangkan Darsono Abdul Muis, dan beberapa pemimpin Indonesia lainnya ditangkap. ISDV pun menjadi Depresi.

Tahun 1919 merupakan tahun yang sulit bagi ISDV. Karena pemimpin mereka banyak yang ditangkap. Disisi lain Pada tahun 1918, Darsono diangkat sebagai propagandis resmi SI dan Semaun diangkat sebagai Komisaris wilayah Jawa Tengah.  Di dalam SI Semaun dan Darsono berupaya untuk meningkatkan pengaruhnya agar SI menjadi lebih radikal.

Social Democratische Arbeideispartij (SDAP) di Belanda mengumumkan dirinya sebagai Partai Komunis Belanda (CPN), para anggota ISDV dari golongan Eropa mengusulkan untuk megnikuti jejak itu. Sehingga pada 23 Mei tahun 1920 ISDV mengubah namanya menjadi Peserikatan Komunis Indonesia Hindia, kemudian pada bulan desember tahun 1920 diubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia.Dalam nama tersebut Semaun menjadi ketua, Darsono sebagai wakil, Bergsma sebagai sekretaris dan Sugono sebagai anggota pengurus.

Komintern didirikan pada tahun 1919 yang pengaruhnya terasa di Indonesia. Komintern banyak sekali terjadi kegagalan  dalam merencanakan program komunisnya di Asia. Sehingga Lenin menyatakan bahwa untuk Asia garis politik komintern harus bekerja sama dengan kaum borjuis nasional (kaum terpelajar yang memimpin pergerakan Nasional) dan menggunakan organisasi rakyat terjajah. Kemudian pada tahun 1920  PKI bergabung dengan Komintern.

Di SI sendiri mulai terjadi perpecahan karena adanya perbedaan tujuan dan taktik perjuangan antara golonangan kiri dan kanan. Pemimpin di golongan kiri adalah Semaun, Alimin dan Darsono. Sedangkan kubu kanan yang berpusat di Yogyakarta dipimpin oleh Abdul Muis, Agus Salim dan Suryoranoto. Golongan kiri kemudian mendirikan Revolutionnaire Vak-centrale (RVC) dan berkedudukan di Semarang.

Di dalam kongres SI tanggal 6-10 Oktober 1921  pertentangan semakin memuncak. Agus Salim dan Abdul Muis mendesak agar segera dilakukan disiplin partai yaitu melarang keanggotaan rangkap. Namun Tan Malaka meminta agar peraturan disiplin partai itu tidak diterapkan bagi PKI karena perjuangan islam sejak awal telah bersama-sama komunis. Maka disiplin partai diterima di dalam kongres dengan suara mayoritas, sehingga langkah awal untuk mengakhiri penyusupan PKI kedalam tubuh SI berhasil.

Pada tahun 1922 terjadi pemogokan secara besar-besaran yang melibatkan PKI dan SI. Sehingga Abdul Muis, tan Malaka dan bergsma ditangkap dan diasingkan sehingga muncul kekosongan kepemimpinan pada tubuh PKI. Semaun segera mengambil alih kepemimpinan dalam PKI. Ia berusaha memperbaiki hubungan dengan SI. Akan tetapi usaha tersebut gagal. Karena pada bulan Februari tahun 1923 di Maidun Cokroaminito mempertegas aturan disiplin Partai.

PKI kemudian menggerakan kubu SI-Merah untuk menandingi SI-Putih yang dipimpin oleh Cokroaminoto. Pada kongres PKI pada bulan Maret tahun 1923 diputuskan untuk mendirikan SI-Merah ditempat yang terdapat SI-Putih. Untuk membedakan dengan lawannya maka golongan kiri dalam SI mengubah namanya menjadi Sarekat Rakyat pada bulan Paril tahun 1924. Mulai saat itu pendidikan komunis dilakukan secara intensif.

PKI tumbuh menjadi partai politik dengan jumlah masa yang besar. Akan tetapi jumlah anggota intinya sedikit sehinggan kurang dapat mengontrol dan menanam disiplin kepada anggotanya. Akibatnya pada akhir tahun 1924 beberapa cabang Sarekat Rakyat di daerah-daerah menjalankan aksi terornya sendiri-sendiri. Hal itu menyebabkan munculnya anti komunis di masyarakat islam dan menimbulkan tindakan tegas dari pemerintah Belanda. Pada Desember 1924 di Yogyakarta para pemimpin PKI berinisiatif untuk melebur sarekat rakyat dalam PKI.

PKI telah menempatkan diri sebagai partai yang besar sehingga PKI merasa kuat untuk melakukan pemberontakan pada tahun 1926. Pemberontakan dirancang oleh Sarjono, Budi Suciarto dan  Sugono.
Tokoh lain seperti Tan Malaka tidak menyetujui pemberintakan tersebut, namun Alimin dan kawan-kawannya tetap meneruskan persiapan tersebut.

Pemberontaan meletus pada bulan November 1926 di Batavia. Disusul tindak kekerasan di Jawa Barat, Jawa tengah dan Jawa Timur. Dalam satu hari pemberontakan di Batavia dapat diredam dan dalam satu m minggu pemberontakan di seluruh jawa dapat dihentikan. Di sumatra, pemberontakan meletus pada  tanggal 1 Januari tahun 1927, namun dalam  tiga hari pemberontakan ini dapat dihentikan. Akhirnya puluhan ribu pengikut PKI ditangkap dan dipenjarakan. Ada juga yang dibuang ke daerah lain seperti Papua, Tanah Merah dan Digul Atas. Sejak pemberontakan itu, organisasi pergerakan nasional Indonesia merasakan akibatnya. Mereka mengalami penindasan oleh pemerintah Belanda sehingga sama sekali tidak dapat bergerak.

Hampir sepuluh tahun kemudian komintern mengirimkan Musso pada bulan paril 1935. Dengan bantuan Joko Sujono, Pamuji dan Achmad Sumadi mendirikan PKI Illegal. Musso dikirimkan untuk menjalankan kebijakan baru yang bernama Doktrin Dmitrov. Georgi Dmitrov adalah sekretaris jenderal Komintern tahun 1935-1945. Isi doktrin adalah gerakan komunis harus bekerja sama dengan kekuatan manapun juga. Sehubungan dengan doktrin tersebut, Musso beranggapan bahwa pemerintah kolonial dapat melunakan sikapnya terhadap kaum Komunis Indonesia. Tetapi harapan itu tidak terealisasi sampai Jepang datang ke Indonesia.  Bahkan, pada tahun 1936 Musso sudah meninggalkan indonesia lagi. Akhirnya kegiatan komunis Indonesia kemudian disalurkan melalui Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) yang dipimpin oleh Amir Sjarifuddin.



Ringkasan PKI
Partai Komunis Indonesia. Hingga 1923 bernama  Perserikatan Komunis di Hindia. Organisasi ini dipimpin oleh Semaun, Darsono Bergsma dan H.W Dekker yang dibentuk pada tahun 1920 dengan jalan mereorganisasikan Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV). Akhir Desember 1920 bergabung dengan Komintern untuk melaksanakan aksi revolusioner dengan mengadakan pemogokan, agitasi dan sebagainya. Melakukan agitasi pada tahun 1923 dalam sarekat islam, sarekat Islam Merah Sarekat Rakyat dan Lain-lain. Pada 1926 PKI mengadakan pemberontakan pada pemerintah kolonial Belanda, tetapi gagal. Selanjutnya PKI dilarang. Setelah 1926-1927 PKI hanya bergerak dibawah tanah. Pada tahun 1935 didirikan PKI Illegal yang didirikan oleh Musso.

Sumber: Ensiklopedi Indonesia, Buku Sejarah 2 SMA kelas XI program IPA Penertbit Yudhistira.