A
sma merupakan penyakit pernafasan akibat penyumbatan
saluran nafas yang hilang timbul. Penyakit ini dapat merupakan penyakit bawaan
atau penyakit keturunan. Sumbatan terjadi karena selaput lendir saluran nafas
sembab dan bengkak, pembentukan lendir yang belebihan, atau karena
mengkertutnya otot polos saluran nafas itu. Akibatnya, lubang saluran menjadi
sempit bila terjadi serangan, penderita batuk-batuk dan dan sesak nafasnya;
pada waktu mengeluarkan nafas terdengar bunyi yang nyaring dan panjang (mengi).
Bila sedang tidak terserang, orang itu nampak normal saja, tidak mengalami
gangguan. Penyakit ini sering kali hilang timbul. Serangan asma dapat sangat
berat sehingga tidak dapat hilang dengan obat-obat yang biasa diberikan,
seperti aminofilin, adrenalin, atau obat asma lainnya. Keadaan yang disebut
status asmatikus ini perlu perawatan segera di rumah sakit.
Adapun
tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
1.Pernafasan
berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation).
Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua
orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!
2.Adanya
sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
3.Batuk
berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
4.Adanya
keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
5.Serangan
asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya
dalam mengatur pernafasan.
Serangan
asma sebagian disebabkan oleh alergi bahan-bahan tertentu, misalnua tepung sari
bunga, debu rumah, bulu binatang atau bulu sintetis. Tetapi serangan asma juga
sering timbul karena hawa dingin, emosi, asap yang merangsang atau kelelahan,
serangan ini tidak disebabkan oleh alergi, melainkan oleh kerja saraf otonom
yang tidak seimbang. Asma pada anak kecil dan orang dewasa muda kebanyakan
(hampir 40 persennya) dapat sembuh sendiri setelah si penderita bertambah usia.
Sebaliknya, asma pada orang dewasa diatas 30 tahun umunya disebabkan oleh
faktor alergi dan hjarang sembuh sendiri.
Penderita
asma dibagi dalam 4 derajat kepayahan, menurut kemampuan fisiknya. Pada derajat
pertama, penderita masih dapat bekerja walaupun agak susah dan tidurnya
kadang-kadang terganggu.
Pada derajat kedua, penderita harus tiduran atau duduk dan
dengan susah payah masih dapat bangkit kembali. Tidurnya selalu terganggu dan
nadinya berdenyut lebih dari 120 kali per menit. Penderita asma pada derajat
ketiga, harus istirahat total dab tidak dapat bangkit kembali dari tempatnya.
Pada derajat keempat yang paling berat, penderita sudah kelelahan dan tidak
dapat bergerak lagi. Penderita asma derajat dua sampai empat harus di rawat di
rumah sakit.
Biasanya
penyakit asma diobati dengan obat pelebar saluran pernafasan, berupa tablet
atau obat semprot yang dihirup melalui mulut. Di samping itu, sering diperlukan
obat pengencer dahak, anti peradangan dan anti biotika. Penderita dianjurkan
banyak minum, agar dahak mudah keluar dan encer. Bila serangan asma makin
hebat, penderita harus dibawa ke rumah sakit. Cairan yang banyak keluar dair
keringat diganti dengan infus, dan nafas yang terlalu sesak ditolong dengan
tambahan oksigen. Bia dibiarkan, penderita asma dapat kelelahan dan mati lemas.
Akhirnya setelah sekian lama
berkeinginan untuk hiking ke gunung ciremai, pada hari sabtu 30 Juni aku bisa melaksanakan keinginan tersebut.
Ayah mengajak temannya yaitu mang
Tobing untuk ikut dan menjadi sebagai penunjuk jalan bagi kami untuk melakukan
perjalanan menuju puncak ciremai. Dia merupakan orang yang handal dalam masalah
hiking. Telah sering dia ke gunung ciremai dan telah banyak pengalaman hiking
di gunung-gunung yang lain.
Rencananya aku akan mengajak temanku
yang lain untuk ikut serta dalam pendakian ini. Namun, karena rencana ini
terlalu mendadak jadi tidak ada teman yang ikut pendakian. Akhirnya hanya aku,
ayahku dan mang tobing yang melakukan pendakian ini.
Sebelum hari sabtu kami melakukan
persiapan barang-barang yang diperlukan untuk pergi mendaki gunung Ciremai menurut sepengetahuanku. Aku membawa 6 bungkus nasi, wafer, air tiga liter untuk aku sendiri, ayam
goreng untuk makan, kopi, senter, baju hangat (syal, kaos kaki, sapu tangan,
jaket, baju dan celana berlapis-lapis, sandal gunung), mie instant, paraffin,
tas, gasolin, handphone kesayangan, sendok, gelas dan permen juga uang.
Hari sabtu itu merupakan hari untuk
adikku pertama kali masuk sekolah smp barunya yang dulu merupakan sekolahku.
Sekolah itu terletak di Kuningan. Aku dan ayahku mengantar adikku terlebih
dahulu ke Kuningan. Setelah jam satu siang kami pun kembali pulang ke rumah. Kami
tiba di rumah pada pukul setengah tiga. Saat mobil tiba, mang Tobing datang
dengan perlengkapannya. Aku dan ayahku langsung bersiap-siap. Rencananya kami
berangkat pada jam dua siang, dan molor
sampai jam setengah empat sore. Kami meninggalkan rumah dengan naik motor
menuju desa Apuy yang terletak di kecamatan Maja kabupaten Majalengka. Kami
melewati jalanan yang terus menanjak. Kami berhenti di sebuah rumah warga yang
ternyata sudah kenal dengan mang Tobing sejak mang Tobing masih SMP. Kami menitipkan motor di rumah ini. Setelah
sejenak kami beristirahat dari
perjalanan selama 30 menit dari rumah, kami memulai pendakian menuju Puncak
pada pukul setengah lima sore. Di perjalanan aku tidak memakai baju hangat
terlebih dahulu, karena perjalanan menuju pos pertama, udara dingin belum
terasa.
Rencananya jika kami telah sampai di
pos 1 pada jam setengah enam sore kemudian beristirahat, lalu dilanjutkan ke
pos selanjutnya pada jam enam sore. Maka kami akan tiba di puncak dan dapat
melihat matahari terbit. Namun, ternyata rencana tidak sesuai. Kami banyak
melakukan pemberhentian di tengah jalan Karena ayahku kecapean sehingga
perjalanan kami lebih banyak memakan waktu. Akhirnya kami tiba di pos satu pada
jam enam lebih. Aku kira di pos satu ada warung untuk bisa kami membeli perlengkapan
yang kurang seperti air yang seharusnya minimal empat liter satu orang. Namun
ternyata tidak ada. Walaupun begitu kata mang tobing kami sedang beristirahat
di pos yang paling nyaman, karena terdapat tempat yang beratap. Di pos lain,
jangan harap menemukan atap.
Kami
langsung memakai baju hangat setelah
sebelumnya kami kepanasan dan kini langsung kedinginan. Aku dan ayahku makan
sore dan kami bertiga memasak air untuk kami minum minuman hangat. Saat memasak
aku mengambil bagian yang paling dekat dengan api, untuk menghangatkan tanganku
yang sudah sangat kedinginan seperti masuk kedalam kubangan es batu. Kata mang
Tobing biasanya pada malam minggu seperti ini banyak orang yang akan pergi ke
puncak. Biasanya mereka baru berangkat pada pukul enam sore dari desa Apuy. Kami
pun menunggu agar nanti bisa bersama-sama, tidak hanya bertiga seperti ini.
Sampai jam setengah Sembilan kami menunggu dan tidak ada yang datang ke pos
satu. Kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke pos dua dengan hanya bertiga.
Jarak
setiap pos adalah dua ratus meter diukur secara datar. Namun jika diukur dari
pangjangnya jalan yang harus kami tempuh, maka jaraknya akan berbeda (ingat
segitiga siku2, sisi miring dengan sisi datarnya).
Senter
telah kami nyalakan dari sebelum tepat ke pos satu. Jalan yang kami lewati
menuju pos dua, menanjak dengan beberapa akar pohon membentuk tangga untuk ke
atas. Di perjalanan seperti sebelumnya, kami banyak melakukan pemberhentian.
Aku selalu jalan paling belakang. Padahal, Ayahku dulu pernah mendaki gunung
ciremai saat dia SMA, namun hanya sampai pos 5. Di pos lima ayahku dan lainnya
(mang tobing juga ikut), tidur dengan enak sambil kehujanan. Mereka mengaku
tidak kedinginan, namun sekarang tidak kehujanan pun aku dan ayahku sudah
menggigil. Ayahku sudah berumur 49 tahun dan sudah tidak muda lagi, sehingga
mau tak mau aku harus ikut ayahku.
Jarak
tempuh kami lebih jauh dari 200 meter, dan sangat lama. Kami tiba di pos dua, dengan kaki yang
sudah mulai pegal. Kami beristirahat dahulu. Kami langsung merebahkan tubuh kami
di atas tanah, tanpa alas dan tenda. Ternyata tanahnya sangat dingin. Tubuh
kami masih hangat karena berkeringat, sehingga mengurangi rasa dingin itu. Mang
Tobing langsung bisa tidur dan ngorok. Namun aku dan ayahku tidak bisa tidur
senyaman mang Tobing. Setelah beberapa lama dingin menyerang, aku tidak bisa
tidur ayahku juga. Kami menyalakan dua paraffin untuk menghangatkan tubuh kami.
Sangat nyaman jika kami bisa membawa tenda seperti sebelah kami. Di pos dua handphoneku
masih bisa menerima sms dan aku menjawab smsnya walaupun tidak langsung
terkirim. Sinyal di handphoneku kadang nol dan kadang berisi. Setelah sekitar
jam setengah sebelas dan duakotak paraffin sudah habis, mang Tobing dibangunkan
dengan tubuhnya yang langsung menggigil untuk melanjutkan perjalanan.
Menuju
pos 3, awalnya sangat menggigil, namun karena kami terus jalan, sehingga rasa
dingin itu perlahan hilang. Rumus untuk perjalanan di malam hari ini adalah
segera tidur saat menemukan pos setelah melakukan perjalanan, lalu segera
lanjutkan perjalanan jika badan sudah merasa menggigil. Jarak tempuh dari pos
dua ketiga terasa tidak terlalu berat, karena kami sudah mulai beradaptasi.
Di
pos tiga tidur beristirahat dan memasak mie instant serta menghangatkan tubuh.
Dari pos tiga ke pos empat terasa tidak terlalu jauh dan lebih dekat dari pos
dua ke pos satu. Di pos empat kami kembali beristirahat dan tidur. Di pos empat
aku mendirikan salat maghrib dan isya. Sekarang sekitar jam tiga pagi. Di pos
empat aku menerima telepon dari ibuku. Aku mempersingkat pembicaraan karena
takut baterai hp-ku akan habis dan tidak bisa digunakan untuk mempotret pemandangan
di perjalanan selanjutnya.
Kami
melanjutkan perjalanan menuju pos lima. Perjalanan menuju pos lima sudah mulai
terasa berat. Akar-akar pohon yang besar membentuk tangga yang kadang jarak
satu dengan yang lainnya sangat tinggi. Kami harus berhati-hati, jalan masih
sangat gelap. Suhu udara lebih rendah dan dingin. Perjalanan menuju pos lima
ini lebih lama.
Akhirnya
kami tiba di pos lima. Ternyata di pos lima kami bertemu dengan rombongan
(lebih dari tiga orang) dari majalengka juga. Ada salah satu dari mereka yang
kami kenal. Mereka membuat tenda seadanya dari kain dan daun serta dahan dan
membuat api unggun. Mereka akan meninggalkan pos lima dan segera bergerak ke
pos enam lalu ke puncak untuk menyaksikan matahari terbit. Sedangkan kami baru
akan beristirahat di pos lima.
Di
pos lima, sudah sekitar jam lima lebih sepuluh pagi. Kami beristirahat dan
manghangatkan diri di dekat api unggun yang sungguh sangat menghangatkan kami.
Pada pos ini hp-ku kembali menerima telepon dari ibuku. Dia kira kami sudah
sampai ke puncak. Karena dulu ibuku juga pernah ke Ciremai sampai puncak dan
melihat matahari terbit saat dia SMA. Di pos ini aku mendirikan salat subuh.
Lalu memasak air yang pas-pasan dan meminum minuman yang hangat dan
menyamankan.
Kami
melanjutkan perjalanan menuju pos ke enam. Jalan yang kami tempuh ternyata
sudah sangat menanjak. Dengan kemiringan sekitar 60 derajat sampai 90 derajat.
Di tengah perjalanan kami menemukan bunga yang terkenal yaitu bunga edelwis the
flower of eternity, begitu orang banyak menyebutnya. Karena jika bunganya
dicabut, bunga itu tidak langsung layu dan dapat mekar sampai beberapa waktu
kemudian, sehingga jika dipetik dan dibawa ke rumah, bunganya tidak langsung
jelek. Bunganya kecil berdiameter sekitar diameter pensil, namun lebih kecil. Berwarna
kuning jika sudah mekar dan berwarna putih jika belum mekar bunganya. Daunnya seperti
jarum. Dibawah tangkai bunga sebelum
daun hijau terdapat dahan yang coklat dan daun yang mati. Pada dahan itu
mudah untuk di petik. Jika bunga itu
dikumpulan menjadi satu akan terlihat indah.
Kami
tiba di pos enam pada jam delapan pagi. Di pos enam merupakan pertigaan antar
jalur ke puncak dari palutungan (Kuningan) dan dari Apuy (Majalengka).
Sebenarnya menurut warga Majalengka, jalan dari Apuy lebih dekat daripada dari
Kuningan. Di pos enam yang sudah +2500 meter diatas permukaan laut, aku
mendapatkan sms dari ibuku agar ayah istirahat saja di pos dan aku bersama mang
Tobing saja yang melanjutkan sampai puncak sana dan melihat kawah.
Akhirnya
ayah memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan sampai puncak. Namun ayah
tidak istirahat di pos enam, melainkan istirahat tepat diatas Goa wallet. Goa yang
biasa orang berkemah. Di atas goa ini ternyata terdapat kebun edelwis (aku
menyebutnya begitu), karena banyak sekali tanaman bunga ini. Beruntung aku
berangkat pada bulan ini, karena tanaman ini sedang banyak berbunga sehingga
terlihat indah pemandangan disini.
Aku
melanjutkan perjalanan mendaki menuju puncak. Sedangkan pendaki lain sudah
mulai turun dari puncak, karena hari sudah mulai siang. Aku jalan duluan,
dibelakangku mang Tobing. Medan yang ditempuh, lebih berat dari sebelumnya.
Hampir aku tidak melihat tanah. Yang ada hanya batu dan pasir. Aku mencari-cari
jalan yang terbaik yang bisa aku lewati. Batu-batu disana sanatlah besar.
Akhirnya aku sampai di puncak. melihat kawah.
Sendirian,
karena yang lain sudah semuanya turun gunung. Mang Tobing menyusulku kemudian.
Angin yang begitu kencang hampir saja membuat ku terhjatuh. Bulan ini adalah
musim halodo (Sunda : kemarau) sehingga lebih banyak angin yang berhembus. Aku
melihat awan yang bagaikan busa-busa. Lebih indah dibandingkan dari hanya
melihat dari pos enam. Dari sini juga aku bisa melihat puncak-puncak gunung
lain yang terdapat di pulau jawa. Seperti gunung Slamet dan Gunung Tampomas.
Setelah
puas, aku langsung turun ke bawah. Makan nasi dan mie yang dicampur. Sangat
membantu, karena kami sudah kelaparan. Di atas goa wallet yang +2900 mdpl ini,
aku kembali menerima telepon dari ibuku. Terkadang kami bingung, kenapa
handphne ku masih bisa melakukan hubungan padahal jauh dari menara telepon.
Saat baterai hapeku mati, aku memindahkan nomor SIM ku ke hape ayah yang masih
ada baterai cadangannya. Namun, ternyata di hape ayah, tidak bisa menerima
telepon dan sinyalpun kosong terus. Mungkin ini disebabkan dari jenis hapenya
juga. Handphoneku adadalah Sony Ericsson w580i yang sudah aku miliki sejak kelas
dua SMP. Dan akhirnya Aku, ayah, dan mang Tobing kembali ke desa Apuy dengan
badan yang sudah pegal-pegal.
Kesan
dan Pesan
Pendakian
menuju gunung ciremai dengan sangat kurang persiapan ini cukup menyenangkan dan
sangat menantang. Perlu kesabaran dan keikhlasan menghadapi semua keputusasaan.
Sebaiknya
jika menginginkan pendakian ini sebagai pengisi liburan yang benar-benar
menghibur, bawalah perlengkapan yang memadai. Berikut barang-barang yang
diperlukan saat melakukan pendakian selama satu malam saja. Lebih baik lagi
jika peralatannya tersebut memang dibuat untuk melakukan hiking.
Perlengkapan
Baju hangat (kaos kaki berlapis-lapis, Penutup kepala, sarung tangan berlapis,
jaket yang tebal, masker hangat, celana panjang berlapis)
Paraffin
minimal 2 bungkus (16 kotak) untuk memasak dan menghangatkan diri
Kopi/
jahe/ susu/ yang lainnya yang bisa menghangatkan tubuh.
Membawa mie instant, untuk
mengisi kekosongan perut.
Boleh membawa nasi dari rumah,
tapi jika sudah mencapai pos enam, nasi sudah dingin dan mengeras. Jika akan
membawa beras, maka tambahkan paraffin paling tidak dua bungkus lagi untuk
persiapan (3 kali makan). Juga tambahlah persediaan air. Sebenarnya sudah cukup
makan nasi untuk dua kali ditambah mie lain waktu.
Handphone
DLL (yang mungkin merasa perlu
untuk dibawa )
Saat
melakukan pendakian, jika sudah merasa lelah beristirahatlah terlebih dahulu.
Keamanan lebih penting dari pada pencapaian target. Namun jangan bermanja-manja
ria. Selalu mengingat allah saat melakukan perjalanan. Selalu membaca ayat
kursi, surat al fallaq, al-ikhlas, an-naas dan silakan baca artinya lalu
renungkan. Bertasbihlah, Hal ini membuat suasana hati lebih tenang, sehingga
fisik pun tidak mengalami keputusasaan. Jangan ragu untuk salat dan bertayamum.
Jika ingin memakai balsam untuk kaki, siap-siaplah merasa lebih dingin. Di
perjalanan kita tidak menemui aliran air dari gunung (jika pada musim kemarau),
saya pun tidak menemui tempat genangan air. Selalu berada dalam kelompok. Tetap
ikuti aturan yang tertulis dan tidak tertulis saat melakukan pendakian. Tetap
jaga lingkungan agar tetap bersih. Jangan tinggalkan sampah. Keajaiban akan
selalu ada pada pendakian ini.
Pada pendakian ini aku menemukan banyak hal yang menarik. Burung-burung yang cantik beterbangan kesanan kemari. Awan-awan yang begitu memikat hati untuk terjun ke dalamnya. Dahan pohon yang menghasilkan belokan seni yang keren dan inspiratif.
Mungkin
aku akan kembali lagi ke gunung Ciremai dan turun ke kawah. Serta melakukan
persiapan yang lebih mantap dan bersama kawan-kawan.
“Warisi
anak cucu kita mata air, jangan warisi anak cucu kita air mata” wise word ini
aku temukan di papan petunjuk gunung saat hendak ke pos lima.
Gunung Slamet Bisa terlihat dari sini
Perjalanan Turun meninggalkan Puncak
Awan Terlihat dari sini
Sonic
Linguistic merupakan acara insidental yang diadakan oleh siswa-siswi Madrasah
Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong. Selalu diadakan setiap tahun. Berawal
dari gabungan tiga acara insidental yang dimiliki oleh OSIS MAN Insan Cendekia
Serpong. Acara Sonic yang berlatar sains dan Linguistic yang berlatar bahasa
dan Jurnalistik digabung, kemudian anak dari lomba basket axivic cup yaitu
GRANAT yang memiliki baseket ditambah
lomba baris-berbaris ikut digabung. Sehingga Sonic Linguistic memiliki
banyak lomba.
Dari tahun ke
tahun Sonic Linguistic memiliki hal yang selalu berbeda. Hampir setiap tahunnya
selalu ada lomba yang baru yang dimasukan ke dalam Sonic Linguistic, sehingga
menambah ramailah acara ini. Walaupun lombanya selalu bertambah namun, panita
acaranya tetap jumlahnya dari jumlah anak kelas satu dan dua MAN Insan Cendekia
Serpong. Ini menunjukan bahwa setiap tahun kualitas siswa-siswi selalu lebih
baik dari tahun ke tahun.
Sonic
Linguistic 2012 diadakan pada tanggal 18, 19, 25 dan 26 februari 2012 mengusung
tema Outer Space. Tema yang sangat
berbeda dari tema Sonlis tahun sebelum-sebelumnya yang berlatar belakang
penyelamatan bumi. Dari tema ini muncul banyak inovasi yang sangat berbeda dan
sangat Kewren tentunya. Banyak
peserta Sonlis 2012 yang pernah ikut sonlis sebelumnya berdecak kagum
dengan keadaan sonlis sekarang yang
berbeda.
Sonlis 2012 memiliki
18 lomba yang diikuti peserta dari banyak daerah di Indonesia. Dari kedelapan
belas itu dibagi menjadi empat kategori lomba. Yaitu sains, bahasa,
jurnalistik, dan Seni budaya Olahraga. Untuk sains ada lomba Science Competition, Quick n’ Smart,
Technology Wallmagz, dan LKIR (Karya Ilmiah Remaja). Untuk kategori bahasa
ada Debate, Strory Telling, Speech
Contest, dan News Report. Untuk
jurnalistik ada JOTS (Journalist on the
Spot), Rally Photo, Desain Grafis, dan Short Movie. Untuk Seni budaya dan
Olahraga ada Basketball Competition, Band
Competition, Saman Dance, Graffiti, dan LKBB (Baris-berbaris). Tahun ini
Sonlis menambah empat lomba yang tahun sebelumnya tidak ada yaitu JOTS (Journalist on the Spot),Band Competition,LKBB
(Baris-berbaris) dan Basketball
Competition. Basket dan LKBB merupakan lomba dari acara GRANAT.
Setiap kategori memiliki icon atau badutnya masing-masing.
Sains ada Fluks, bahasa ada Herbig, Jurnalistik ada Uhuru, dan Seni Budaya
Olahraga ada Lynx. Keempat badut ini memeriahkan Jalannya Sonlis 2012. Keempat badut itu merupakan icon sonlis 2012.
Sonlis 2012 punya cerita tersendiri tentang keempat badut itu.
Hari-hari Sonic Linguistic 2012.
Semua telah
disiapkan dengan perencanaan yang cukup matang. Semua bersiap-siap untuk hari
pertama Sonic Linguistic 2012. Menghadapi pembukaan Sonlis 2012. Panitia sudah
menyiapkan semuanya. Pendaftaran, dekorasi MPB (Multi Purpose Building; Gedung yang sebelumnya banyak jendela ini,
dijadikan menjadi gedung yang super gelap dengan cara menutupi semua jendela
itu dengan kain hitam yang disusun sehingga menjadi besar), kelas-kelas yang
akan digunakan, lapangan, bazaar telah dibuat sedemikian rupa agar suasana dan feel Sonic Linguistic itu muncul di hati
para pengunjung.
Pembukaan Opening pun dimulai. Di awali dengan
tiga orang pria yang bermain basket disorot oleh lampu sorot kemudian
dilanjutkan dengan demo lomba lainnya. Setelah demo, dilanjutkan dengan performance dan diakhiri oleh tiga orang
pria lagi yang berjoget (modern dance
atau freestyle atau apalah itu) yang
membuat panitia di luar MPB “sepi” memenuhi dalam MPB untuk melihat mereka
berjoget. Para pesertapun ikut terhibur oleh mereka.
Setelah Sonlis
resmi dibuka, peserta dan panitia langsung pergi ke tempat masing-masing lomba
yang diadakan pada hari itu. Di hari pertama tanggal 18 Februari ini diguyur
hujan yang cukup deras sehingga cukup mengganggu kenyamanan. Hujan ini
menyebabkan beberapa dekorasi di luar harus ditarik terlebih dahulu agar tidak
rusak. Namun beberapa hampir rusak. Hujan juga menyebabkan beberapa
pertandingan basket tertunda.
Sonlis hari
pertama selesai. Satu langkah telah terlewati. Sonlis dilanjutkan pada hari
selanjutnya. Di hari kedua ini, ada lomba yang melanjutkan perlombaannya dan
ada juga yang baru menjalankan lombanya yang hanya satu hari. Lagi-lagi di hari
kedua ini hujan kembali datang mengguyur kampus MAN Insan Cendekia serpong,
beberapa lomba terganggu dengan kedatangannya ini seperti lomba basket yang
harus mengundur jadwal pertandingan.
Hari kedua
selesai dengan lebih baik secara umum dari hari sebelumnya karena telah
dievaluasi dari hari pertama. Sonlis akan dilanjutkan pada tanggal 25 Februari
2012. Ada waktu satu minggu untuk panitia mengevaluasi dan satu minggu untuk
peserta yang lombanya berkesinambungan untuk lebih mempersiapkan diri. Dalam
deret satu minggu tersebut ternyata Sonlis 2012 masih melanjutkan pertandingan
basket yang sempat tertunda dua kali karena hujan.
Hari ketiga
dimulai. Lomba-lomba seperti biasa terus digulirkan. Antar sekolah terus
berusaha mendapatkan gelar dari acara ini. Di hari ketiga rupanya hujan tidak
turun membasahi kesibukan para participant
Sonlis 2012. Hari ketiga cukup lancar.
Akhirnya hari
keempat pun tiba. Semua lomba yang berkesinambungan telah mencapai tahap final.
Beberapa lomba sudah ada hasil pemenangnya dan telah diumumkan. Di hari keempat
ini akan diadakan final lomba dan pengumuman pemenang seluruh lomba Sonlis
2012. MPB kembali didekorasi setelah sebelumnya dilepas beberapa dekorasinya
untuk mendukung beberapa lomba. MPB dan seluruh dekorasi seperti kembali di
hari pertama. Penutupan berjalan dengan cukup lancar walaupun beberapa menit
telat dari waktu yang telah direncanakan. Saat acara penutupan akan dimulai,
datanglah hujan yang sangat deras dan berangin dilengkapi dengan gemuruh yang
bergejolak. Saat hujan telah tiba, panitia dan peserta telah menyelesaikan
semua lomba yang ada, sehingga tidak ada lomba yang terganggu oleh hujan. Namun
hujan ini membuat beberapa tenda rubuh diterpa angin. Beberapa panitia pun
sibuk untuk mengurusi hal diluar MPB. Acara Closing
diakhiri oleh video closing dan pengumuman juara umum. Para peserta
terlihat cukup puas dengan acara karya Insan MAN Insan Cendekia Serpong ini. Untuk
Sonlis 2012 lebih baik dari sebelumnya dan penuh dengan kejutan. Sukses untuk
sonliskita!!!.
Sonliskami
Peralihan masa
jabatan telah digulirkan. Saatnya bagi kami menjalankan roda pemerintahan
disini. Memegang acara-acara untuk mendukung aspirasi dan kemampuan siswa.
Salah satu acara yang menjadi kewajiban kami adalah Sonic Linguistic. Tahun ini
diketuai oleh Rizki Nurfitriansyah. Semenjak digulirkan amanah untuk memegang
OSIS periode 2011/2012, para pengurus OSIS sudah membayang-bayang SONLIS tahun
ini akan seperti apa. Sonlis tahun ini persiapannya cukup lambat, jika
bercermin pada tahun lalu, kepanitiaan sonlis sudah terbentuk sebelum
terciptanya OSIS, tahun ini setelah OSIS terbentuk baru ada panitia SONLIS
2012. Namun seberapa telat itu tidak berpengaruh pada hasil yang ada kelak.
Behind the Scene
BPH dibentuk,
koordinator tiap divisi ditunjuk. Perekrutan panitia begitu alot. Setiap
koordinator divisi mengharapkan si A dan si B menjadi anggotanya dan
koordinator divisi lain mengharapkan juga. Namun, para koordinator bermufakat
dan bermusyawarah yang menghasilkan hal yang tak dapat ditolak bagi yang tidak
menyetujui.
Setelah panitia
semua terbentuk, banyak diadakan rapat perdivisi maupun seluruh panitia.
Menyusun peraturan, tugas-tugas, mengevaluasi tahun sebelumnya. Ketua SONLIS
begitu mengumbar perkataannya agar para siswa dapat respect pada SONLIS 2012 ini. Perhelatan menemukan sponsor menjadi
hal yang menyenangkan divisi humas. Pencarian peserta menjadi makanan
sehari-hari para anggota publikasi. Konsep-konsep untuk pembukaan dan penutupan
SONLIS yang berbeda menjadi PR para anggota OC
section. Penampakan keindahan untuk latar tempat menjadi hal yang
menyenangkan bagi anggota dekorasi. Membuat konsep lomba pencarian juri lomba menjadi
hal yang selalu membayangi para seksi di setiap bidang lomba. Persiapan dari
mulai konsum, tempat acara, parkir motor mobil sepeda, desain proposal spanduk,
dokumentasi saat hari-H menjadi tugas masing-masing divisi non lomba. Penetapan
icon SONLIS 2012, penghitungan uang, pembuatan pengarsipan surat-surat,
pengawasan terhadap semua divisi menjadi sebuah kewajiban para BPH Sonic
Linguistic 2012 selain publikasi dan humas. Dukungan menjadi hal yang sangat
diharapkan dari siswa-siswi, guru dan seluruh civitas MAN Insan Cendekia
Serpong. Partisipasi menjadi hal yang sangat ditunggu dari seluruh lapisan
masyarakat Indonesia.
Seminggu
sebelum pembukaan SONLIS merupakan hari-hari yang penuh dengan peluh di badan
dan hati. Selama seminggu tersebut kami harus sudah mempersiapkan sonlis dengan
matang. Mengecat lapangan basket, mendekor, latihan a dan b, hingga larut malam.
Bahkan melebihi malam, pagi!!!. Kegigihan membuat video opening, memesan barang
untuk keperluan seakan hanya hal yang mudah bagi kami, karena semua yang kami
kerjakan bersama akan menjadi hal yang paling indah bagi kami. Semua waktu yang
telah direlakan tak kami pedulikan tuk kembali. Semua dikorbankan dengan penuh
keikhlasan demi berjalannya SONLIS 2012 yang lebih baik dan dapat membawa nama
sekolah tercinta kami ke singgasana kebaikan umat manusia.
Air mata,
emosi, cercaan, makian, senyuman, ketertawaan menjadi penghias perjalanan kami.
Setiap tetesan keringat, bubuhan kata dan lainnya menjadi kekuatan tersendiri.
Tak semua panitia bekerja mati-matian. Tapi semuanya bekerja hampir mati. Yang
tadinya tak peduli pada SONLIS 2012 menjadi respect
pada acara ini. Acungan empat jempol cukup untuk kerja keras kami.
SONLIS 2012
akan kami adakan selama 4 hari. Ketua OSIS berhasil membuat Wakamad memberikan
izin libur untuk seluruh siswa di hari-H SONLIS 2012.
Hari H SONLIS
2012 merupakan hari yang sangat kami tungu-tunggu. Semua kerja keras kami akan
tampak keberhasilannya atau kegagalannya pada hari-hari Sonic Linguitic 2012
ini. Di hari H ini kami tidak serta merta bersantai menikmati hasil kerja keras
kami sebelumnya. Masih ada seribu langkah bagi kami untuk mencapai finish. Saat hari lomba tiba, kami telah
menyiapkan dari kemarin. Telah siap ditempat pagi-pagi jam enam. Saat hari
lomba kami tersenyum menyembunyikan rasa
lelah kami semalam. Melupakan semua kepedihan kerja keras untuk menunjukan
manisnya wajah kami saat tersenyum pada para peserta. Hari pertama yang diguyur
hujan menjadi hal yang cukup membuat kami mengeluh dan menyalahkan keadaan.
Tapi tak berguna bagi kami jika terus menyalahkan keadaan. Semua tak akan
berubah kecuali kamilah yang merubahnya sendiri. Hari pertama cukup baik dengan
Openingnya yang sukses mebuat para
penonton berdecak senang dengan konsep yang telah dibuat.
Hari kedua
kami lebih buruk, jika kemarin jam enam sudah stand by kini belum. Kami lalai pada acara ini. Lupa jika hari ini
masih ada acara, tengkurap di kasur asrama lebih enak dari duduk untuk menerima
tamu. Namun, kami langsung bergegas atas keterlambatan kami yang hanya beberapa
menit saja. Tidak menyebabkan kesalahan yang sangat fatal. Baru beberapa
peserta saja yang menunggu kami tidak mencapai lima. Semua mewajarkan hal ini,
karena kami terhipnotis rasa capek yang mengerubungi kami saat setelah salat
subuh. Hari kedua cukup lancar,lomba-lomba yang kami adakan memang banyak
menemui masalah yang tidak ada habisnya. Itu menjadi makanan pokok kami saat
SONLIS 2012 berjalan. Setiap masalah kami coba menyelesaikan dengan perlahan
dan penuh strategi. Kami yakin semua dapat terselesaikan. Hari kedua kembali
hujan membuat pertandingan basket terus diundur. Namun secara umum hari ini
lebih baik.
Hari kedua
selesai, hari selanjutnya di tengah seminggu ada pertandingan basket yang
tertunda. Antara sekolah kami dan sekolah lain. Kami kalah, dengan skor selisih
satu angka. Mungkin itu yang terbaik.
Hari ketiga
tanggal 25 Februari 2012 tak ada hujan semua lancar.
Hari keempat
merupakan hari yang lebih kami tunggu-tunggu. Hari ini hari penyelesaian
sebagian besar tugas kami sebagai penyelenggara acara SONLIS 2012. Seperti hari
sebelumnya kami selalu mempersiapkan acara ini hingga larut malam hampir pagi.
Hari keempat cukup lancar. Penutupan digulirkan pembagian hadiah dimulai. Semua
senang. Ditengah-tengah acara hujan turun sangat lebat, sehingga membuat tenda
roboh. Membuat beberapa dari kami harus turun hujan-hujan untuk menahannya agar
tidak terbang. Ada diantara kami yang tidak menyaksiakan Closing. Tapi memang seharusnya kami tidak menyaksikannya. Karena Opening dan Closing ditujukan untuk peserta. Closing diakhiri oleh pengumuman juara umum. Setelah semua peserta
keluar dari MPB, kepala sekolah memberikan ucapan selamat pada hasil usaha
kami. Kami berfoto bersama. Saat setelah semua selesai, ada diantara kami
berpelukan lama dan meneteskan air mata. Tertawa dan terdiam. Ada yang
menggigil karena kehujanan. Ketua OSIS pun ikut kehujanan.
Hari keempat
menjadi titik penghabisan bagi kami. Dekorasi banyak yang rusak diterpa hujan,
lapangan berantakan, semua basah dan becek. Tapi semuanya indah.
Selamat bagi kami, kami berharap SONLIS 2012
dapat memberikan kesan baik bagi peserta. Kami ucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang telah mendukung acara kami. Guru-guru, Pembina dan semuanya. SONLIS
bagi kami banyak salahnya namun kesalahan itu menjadi pelajaran bagi kami untuk
tidak mengulangi kesalahan itu lagi.
Sonlisku
Akhirnya ada
bagian buat gua bercerita tentang Sonlis yang gua alami. Acara ini Kereeennn
banget dah.
Saat jadi panitia
Gue di Sonlis
jadi event organizer ato EO Seni
budaya dan olahraga. Icon gue si Lynx yang menurut gue paling keren dibanding
yang lain. Soalnya dia punya banyak mata dan banyak tangan. Berkeahlian seni
dan olahraga. Sebelum jadi EO gue sempet nolak soalnya ada beberapa hal yang
ngebuat gua gak bisa. Tapi dengan ngeliat keadaan yang ada, akhirnya gue relain
sebagian waktu gue untuk acara ini. Diawal gue gak semangat sama acara ini.
Males buat ngawasin peringatin serta ngingetin dan ngobrol bareng koordinator
di bawah gue. Yang pertama karena gue bingung apa yang harus gue lakuin pas
jadi EO. Yang kedua tabiat males gue lagi kambuh. Yang ketiga gua merasa
terasing di BPH sonic linguistic 2012. Ketiga hal itu yang buat gue gak respect
diawal-awal.
Kalo gue
ngeliat dari empat EO yang ada, guelah yang paling ganteng (iyalah, kan Cuma
gua yang cowo) tapi paling ancur lombanya. Saat perpindahan semester gua
mencoba berubah dan sadar akan pentingnya acara ini. Di semester dua gua
mencoba lebih respect sama bawahan gua, lebih sering Tanya a daripada b ke si
A, dan Tanya b daripada a ke si B. Semua hal menjadi lebih baik.
Lomba yang
paling gua perhatiin yaitu basket. Karena terkadang lomba itu ngebutuhin gue
(padahal ga ada gua, juga bisa terealisasi). Terus lomba ini yang sangat paling
bekerja keras dibandingkan 17 lomba lain. Karena diadakan tiap hari di
lapangan, panas-panasan. Ngepel lapangan habis hujan. Ngecat lapangan siang,
sore, malem, pagi, karena ngecatnya ngedadak. Beli cat bulak balik ke toko yang
cukup jauh harus naek kendaraan. Mahal pula catnya. Perubahan jadwal
pertandingan (diundur) karena hujan. Wasit yang belibet tentang pembayaran honor
(pembayarannya ga jelas boz!!!). Belum lagi panitia basket yang Cuma enam orang
anggotanya, sehingga ngebuat mereka harus nonstop empat hari dilapangan tanpa
ada yang gantiin. Kasian banget ya!!!
Lomba yang paling gua sesalin adalah LKBB,
kalo gua tau sebelumnya kalo acaranya kaya gini, gua akan buat acara ini jadi lebih
meriah.
Pas
dipertengahan perjalanan saat gua udah ngerasa baikan sama sonlis, ternyata ada
teman lain yang dulunya semangat banget melebihi gua jadi berbalik arah. Gua
gak ngerti (titik). Ada juga yang gua
kira baik hubungannya selalu, menjadi sama kaya gua pas dulu kala yang gua udah
seimbangin sekarang.
Dari kelima
lomba LYNX, banyak yang harus dievaluasi. Cukup nyesel juga karena kerja gua setengah-setengah,
gak full ngejalanin semuanya. Jujur ada hal yang mengganjal yang ngebuat gua
buta dengan acara ini.
Gua bangga
banget jadi bagian dari SONLIS 2012. Pas penutupan semua kekesalan sebelumnya
gua ilangin. Gua isi pake yang enjoy dan gua senyum mulu pas Closing itu. Tapi
disisi lain gua ngeliat bph lain Cemberut (uaahahahaha gua ketawa sendiri waktu
itu). Entah apa masalah mereka sehingga acara yang udah selesai ini jadi beban
tersendiri. Gua naek ke panggung saat penyerahan hadiah (bareng badut LYNX).
Terus acaranya dilanjutin pake video. Videonya bikin gua terharu, inget sama
semua perjuangan yang udah dilakuin. Setelah ditutup semuanya senang gak ada
lagi yang kesel tapi ada aja yang nangis terharu. Para EO Sains, jurnalistik,
bahasa berpelukan, seneng banget sonlis udah selese, Cuma EO seni budaya
olahraga yang engga ikutan pelukan(sial!!!).
Semua hal yang
bikin gua kesel semuanya menjadi hikmah dan bikin gua geregetan untuk
memperbaiki semuanya.
Freestyle, joget atau apalah itu beraksi
Supernova
ditunjuk buat tampil pas nanti opening SONLIS si Rosyad dan gua dan huda iya
aja. Ya sudahlah kami jalani semua. Langsung lah kami menyusun gerakan aneh
(Rosyad deh yang kebanyakan buat). Menyusun musiknya dan mencocokan gerakannya
dengan music.
Seminggu
sebelum Opening barulah kita latihan secara intensif. Hampir setiap sore
seperti biasa kita latihan di living room lantai satu. Ampe adzan maghrib
datang, aroma living room jadi berubah. Terkadang habis isya ampe malem-malem
pun kami latihan sampai guru asrama menyuruh kami istirahat tapi lebih sering
sampai kami tertidur di situ. Sempet ada selek diantara kami karena ketidak
komitmenan sesorang buat latihan.
Di hari
Opening Sonlis 2012, gua, rosyad dan
huda bergoyang, menutup acara opening SONLIS 2012 yang sempet di cap bosen
sebelumnya oleh beberapa orang. Rosyad berhasil membuat cewek-cewek berteriak,
huda sukses membuat cowo-cowo juga teriak, dan gua sukses membuat penonton
diam. Hari ini kami sukses membuat peserta punya feel awal di SONLIS 2012.
Closingnya
kami diminta lagi, tapi kami cukup ragu karena Cuma ada waktu satu minggu untuk
latihan. Kami tetap menerimanya. Kini bukan gua, rosyad dan huda doang yang
bakal joget. Kami nambah orang untuk ikut joget kelak; ada, dino, rifai, dinyo,
barqi (si ganteng), baju (bayu). Memang gak sematang opening persiapannya tapi
kami yakin Bisa.
Kita latihan
ampe larut malam, ada yang besoknya ulangan. Huft… kali ini kita dominan ke
shuffling, kalo pas opening rata, antara shuffling, robot dan aliran dancenya
si rosyad (gatau namanya) yang didapat dari internet.
Closing tiba
dan kita berjoget. Suasananya enak pas opening, lebih rame bro. terus pas
opening juga semuanya masih seger dan bertenaga. Tapi cukup kerenlah.
Intinya gua
seneng sama SONLIS 2012. Yang gua liat ini cerminan dari Moment 13:44. Bisa
dibandingkan dech. SONLIS 2012 hampir bikin gua mengulang perasaan gua kaya pas
moment 13:44. Mantab dah!!! Semoga Sonlis selanjutnya habis SONLIS 2012 bisa
lebih baik dan ngasih kejutan yang lebih kewren
dari ini. Gua tungguin dah.
NB: Tentang Sonlis 2012 ada yang lebih lengkap
infonya di blog lain yang ikut lomba JOTS.
Perhimpunan Indonesia merupakan sebuah
organisasi pergerakan Naional yang berpaham Nasionalisme. Berjuang untuk bangsa
dengan beraktivitas di luar tanah air.
Perhimpunan Indonesia biasa disingkat PI
merupakan perhimpunan politik pelajar Indonesia di negeri Belanda yang berjuang
untuk kemerdekaan Indonesia. Perhimpunan yang pada mulanya bernama Indosische
Vereniging merupakan organisasi sosial yang bertujuan memperhatikan kepentingan
bersama penduduk Hindia Beleanda di negeri Belanda. Lama kelamaan muncul
kepentingan politik di kalangan mereka dan akhirnya corak perhimpunan ini
berubah menjadi corak politik.
Seusai perang dunia I tahun 1918, pelajar
dan mahasiswa Indonesia di Belanda makin banyak. Perasaan nasionalisme dan
antikolonialisme serta anti imperialisme di kalangan mereka semakin menonjol,
sehingga dalam Indische Vereniging muncul dua kelompok. Yang pertama kelompok
moderat, dipimpin oleh seorang Indonesia yang terkenal sebagai penyair dalam
bahasa Belanda, Noto Suroto. Mereka kemudian mendirikan organisasi bernama
Nederlands-Indonesische-Verbond dengan tujuan tetap memelihara hubungan Hindia
Belanda dengan Belanda. Kelompok kedua yang bersifat progresif, mempunyai
tujuan politik ke arah Indonesia Merdeka. Lebih-lebih sejak adanya seruan
Presiden Amerika Woddrow Wilson tentang hak kemerdekaan bangsa-bangsa dan
bangkitnya seluruh bangsa terjajah di Asia dan Afrika menuntut kemerdekaan,
kesadaran tentang hak bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri dan
merdeka dari penjajahan semakin kuat.
Sejalan dengan perkembangan ini, pada tahun
1922, Indische Vereniging berubah nama menjadi Indonesische Vereniging. Bahkan
sejak tahun 1925, di samping nama Indonesische Vereniging, juga digunakan nama
perhimpunan Indonesia, dan lama kelamaan tinggal nama perhimpunan Indonesia
saja yang digunakan. Dengan demikian, Perhimpunan Indonesia semakin tegas
bergerak di bidang politik. Asas perhimpunan Indonesia adalah “mengusahakan suatu pemerintahan untuk
Indonesia, yang bertanggung jawab hanya kepada rakyat Indonesia, dan hal ini
hanya dapat dicapai oleh bangsa Indonesia, tidak pertolongan apapun”. Untuk
mempercepat tercapainya tujuan ini, segala jenis perpecahan harus dihindarkan.
Meskipun pada hari itu Volksraad telah dibentuk,
pemerintah Hindia Belanda tidak bertanggung jawab kepada Volksraad, melainkan
kepada pemerintah Nederland. Dengan Demikian, jelas bahwa Perhimpunan Indonesia menuntut
Volksraad diganti dengan parlemen yang sebenarnya, sehingga pemerintah
bertanggung jawab kepada parlemen Indonesia.
Sejak tahun 1923, Perhimpunan Indonesia
aktif berjuang untuk tujuan yang diinginkan, dan sejak tahun ini pula,
perhimpunan Indonesia keluar dari Indonesische Verbond van Stunderenden, suatu
perkumpulan gabungan organisasi mahasiswa Indonesia, Belanda, Indo Belanda dan
peranakan Cina yang berorientasi pada Indonesia dalam satu kerja sama, karena
dianggap tidak perlu lagi. Pada tahun ini pula Perhimpunan Indonesaia menerbitkan sebuah buku yang menggemparkan
kolonialis Belanda, berjudul Gedenkboek 1908-1923
Indonesische Vereneging. Majalah
bulanan Hindia Putra yang diterbitkan
sejak tahun 1916 kemudian diubah menjadi Indonesia
Merdeka.
Politik Perhimpunan Indonesia makin
bergeser ke arah perjuangan kemerdekaan Indonesia terutama sejak datangnya dua
meahasiswa yang kemudian menjadi ketua Perhimpunan Indonesia, yakni Ahmad
Subarjo pada tahun 1919 dan Mohammad Hatta pada tahun 1921. Pada permulaan
tahun 1925 disusunlah suatu anggaran dasar baru yang merupakan penegasan tujuan
Perhimpunan Indonesia, yakni tercapainya kemerdekaan Indonesia. Ditegaskan
dalam anggaran dasar baru ini bahwa kemerdekaan penuh bagi Indonesia hanya akan
diperoleh dengan aksi bersama yang dilakukan serentak oleh seluruh kaum
nasionalis dan berdasarkan kekuatan sendiri. Untuk itu sangat diperlukan
kekompakan seluruh rakyat.
Sementara itu, kegiatan Perhimpunan
Indonesia meningkat menjadi non-kooperatif dengan meninggalkan sikap kerja sama
dengan kaum penjajah. Di tingkat nasional, Perhimpunan Indonesia berusaha agar
masalah Indonesia mendapatkan perhatian dunia. Mereka membina hubungan dengan
beberapa organisasi internasional, seperti komintern, Liga Penentang
Imperialisme dan Penindasan Kolonial yang di bentuk di Jerman, dan mengikuti
kongres-kongres internasional yang bersifat humanis. Dalam kongres ke-6 Liga
Demokrasi Internasional yang diadakan di Paris pada bulan Agustus 1926,
Mohammad Hatta dengan tegas menyatakan tuntutan untuk kemerdekaan Indonesia.
Kejadian ini menyebabkan pemerintah Belanda mencurigai Perhimpunan Indonesia.
Kecuriagaan ini makin bertambah ketika Mohammad Hatta, atas nama Perhimpunan
Indonesia, menandatangani suatu perjanjian (rahasia) dengan Semaun pada bulan
Desember 1926 yang isinya menyatakan
bahwa PKI mengakui kepemimpinan Perhimpunan
Indonesia dan bersedia bekerja sama menghidupkan perjuangan kebangsaan rakyat
Indonesia di bawah kepemimpinan Perhimpunan Indonesia.
Dalam kongres ke-1 Liga Penetang
Imperialisme dan Penindasan Kolonial di Brussels pada bulan Februari 1927 yang
dihadiri antara lain oleh wakil pergerakan negeri-negeri terjajah, Perhimpunan
Indonesia atas nama PPPKI di Indonesia juga mengirimkan wakilnya, yang terdiri
atas Mohammad Hatta, Nazir Pamoncak, Gatot dan Ahmad Subarjo. Kongres antara
lain mengambil keputusan: (1) Menyatakan simpati sebesar-besarnya kepada
pergerakan kemerdekaan Indonesia dan akan menyokong usaha tersebut dengan
segala daya; (2) Menuntut dengan keras kepada pemerintah Belanda agar
memberikan kebebasan bekeja untuk pergerakan rakyat Indonesia dan menghapus
hukuman pembuangan dan hukuman mati.
Dalam kongres keduan yang diadakan di
Brussels pada 1927, Perhimpunan Indonesia juga ikut, dan keputusan yang diambil
mengenai masalah Indonesia sebenarnya merupakan ulangan keputusan kongres pada
bulan Februari sebelumnya. Akan tetapi setelah liga didominasi oleh golongan
komunis, Perhimpunan Indonesia segera keluar dari liga.
Propaganda selalu dilancarkan oleh
Perhimpunan Indonesia. Makin lama makin keras. Karena itu, pemerintah Belanda
mengambil tindakan keras pula terhadap Perhimpunan Indonesia. Pada bulan Juli
1927dilancarkan penggeledahan di beberapa rumah kediaman pengurus Perhimpunan
Indonesia kemudian dituduh menghasut umum untuk mengadakan pemberontakan
terhadap pemerintah, dan pada tanggal 10 Juni 1927 empat anggota pimpinannya
yakni Mohammad Hatta, Abdulmajid Djojoadiningrat, Nazir Pamoncak, dan Ali
Sastromidjojo, ditangkap dan ditahan sampai tanggal 8 Maret 1928. Namun dalam
pengadilan tanggal 22 Maret 1928 di Den Haag, mereka dibebaskan dari tuduhan
karena tidak terbukti bersalah.
Di masa krisis dunia tahun 1930,
Perhimpunan Indonesia mengalami kemunduran dan makin lama makin tidak terdengar
lagi. Hal ini disebabkan terutama oleh banyaknya tokoh Perhimpunan Indonesia
yang kembali ke Indonesia. Sejak tahun 1930 juga, majalah Indonesia merdeka dilarang masuk ke Indonesia.
Di Lingkungan pergerakan Indonesia sendiri,
pengaruh Perhimpunan Indonesia cukup besar antara lain terhadap berbagai
pembentukan stidieclub, seperti Indonesische Studieclub di Surabaya, Algmene Studieclub di Bandung,
studieclub-studieclub di Yogyakarta, Jakarta, Solo, dan sebagainya. Selain itu,
Perhimpuan Indonesia secara langsung mengilhami berdirinya Partai Nasional
Indonesia (PNI) pada tahun 1927, Jong Indonesische pada tahun 1927, Perhimpunan
Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) pada tahun 1926.
Sumber : Ensiklopedi Nasional Indonesia, Buku
Sejarah 2 SMA kelas XI program IPA Penertbit Yudhistira.
Sarekat Islam adalah organisasi yang
berjuang untuk Indonesia. Mencoba mempertahankan dan memperjuangkan paham Pan
Islamisme yang selalu diusik oleh lawannya dan penyusup.
Sarekat Islam adalah suatu organisasi
pergerakan nasional di kalangan kaum muslimin, yang berkembang sebagai
organisasi massa rakyat Indonesia yang pertama. Organisasi ini bermula dari
Sarekat dagang Islam yang didirikan di Solo oleh H Samanhudi pada akhir tahun
1911. Setelah mengalami masa kejayaannya tahun 1916 sampai 1921, organisasi ini
sedikit demi sedikit mengalami kemunduran, karena adanya penetrasi dari kaum
Marxis dan perpecahan organisasi akibat
perbedaan pandangan politik diantara pemimpin-pemimpin organisasi.
Sarekat Dagang Islam mula-mula didirikan oleh kalangan
pedagang batik di desa Lawehan, Solo. Persaingan di bidang batik yang makin
meningkat antara pedagang pribumi dan pedagang Cina, dan sikap superioritas
orang Cina terhadap orang Indonesia setelah berhasilnya Revolusi Cina tahun
1911, mendorong pedagang-pedagang batik pribumi menghimpun diri. Selain karena
alasan diatas, pedagang batik Solo juga merasakan tekanan dari bangsawan
setempat. Atas kepeloporan H Samanhudi, saudagar batik dari Lawehan, Solo, dan
dukungan R.M. Tirtoadisuryo,seorang
wartawan yang pernah mendirikan Sarekat Dagang Islamiyah di Jakerta
(1909) dan di Bogor (1911), didirikanlah Sarekat Dagang Islam.
Anggaran dasar pertama tertanggal 11
November 1911 dirumuskan oleh R.M. Tirtiadisuryo. Tujuan organisasi menurut
anggaran dasar adalah; berikhtiar meningkatkan persaudaraan diantara anggota,
dan tolong menolong dikalangan kaum Muslimin; berusaha meningkatkan derajat
kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta kebebasan Negeri. Organisasi ini berhasil
meluas sampai masyarakat bawah. Hal ini
membuat pihak pengusaha khawatir, lebih-lebih setelah kegiatan para
anggota di Solo meningkat tanpa dapat diawasi oleh pengurus setempat. Kerusuhan
meningkat dan perkelahian yang melibatkan orang Cina kerap terjadi. Pemogokan
dilancarkan oelh pekerja di perkebunan Krapyak di Mangkunegaran. Pihak penguasa
menganggap hal ini disebabkan oleh Sarekat Dagang Islam. Oleh sebab itu, pada
awal agustus 1912, residen Surakarta segera membekukan organisasi ini, SDI dilarang
menerima anggota baru dan mnegadakan rapat-rapat. Penggeledahan terhadap
tokoh-tokoh organisasi dilakukan, tetapi tidak menemukan bukti-bukti bahwa Sdi
memang berbahaya. Pada tanggal 26 Agustus 1912, pembekuan ini dicabut dengan
syarta bahwa anggaran dasar organisasi ini diubah, dan organisasi ini terbatas di daerah
Surakarta saja. Sekalipun demikian, tetapi anggota SDI terus bertambah, tidak
saja di Surakarta tetapi di daerah lain di Jawa.
Sementara itu di lingkungan organisasi
muncul pemimpin baru yakni H. Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto. Tanpa
memperhatikan persyaratan yang dituntu Residen, Tjokroaminoto menyusun anggaran
baru: organisasi ini dinyatakan meliputi seluruh Indonesia, dan kata “dagang”
dihapuskan. H. Samanhudi diangkat menjadi ketua Sarekat Islam (SI), dan
Tjokroaminoto Komisaris. Anggaran dasar organisasi ini disahkan dengan akta di
Surabaya pada tanggal 1912, dan segera diajukan kepada pemerintah guna
mendapatkan persetujuan.
Dilihat dari anggaran dasar yang bar, SI
bertujuan mengembangkan jiwa dagang, menberi bantuan kepada anggita yang
menderita kesukaran, memajukan perngajaran dan memajukan semua yang dapat
mengangkat derajat warga pribumi, menentang pendapat-pendapat keliru tentang
Islam. Tujuan politik tidak disinggung-singgung dalam anggaran dasar ini. Akan
tetapi dalam kenyataannya, seluruh kegiatan SI tidak lain adalah daripada untuk
mencapai suatu tujuan kenegaraan. Keadilan dan kebenaran selalu diperjuangkan
dengan gigih oleh organisasi, misalnya terhadap praktik-praktik penindasan dari
pemerintah. Dalam kongresnya yang pertama pada bulan Januari 1913, Kegiatan SI
bersifat menyeluruh kepada segenap pelosok tanah air. Dalam kongres ditetapkan
wilayah SI dibagi tiga bagian, Wilayah Jawa Barat yakni Jawa Barat, Sumatra dan pulau-pulau daerah
Sumatra, wilayah jawa Tengah yang meliputi Jawa Tengah dan Kalimantan, wilayah
Jawa Timur yang meliputi Jawa Timur, Sulawesi, Bali, Lombok, Sumbawa dan
pulau-pulau lainnya di wilayah Indonesia Timur. Cabang-cabang SI ini berada di
bawah pengawasan SI pusat di Surakarta, yang dikertuai oleh H. Samanhudi.
Pemerinatah Hindia Belanda sangat
berhati-hati menghadapi situasi yang demikian hidup dan mengandung unsur-unsur
Revolusioner ini. Pemerintah akhirnya
menolak memberikan pengakuan terhadap SI pusat, dan hanya memberikan pengakuan
terhadap SI lokal. Sampai tahun 1914 ada 56 SO lokal ayng diakui badan
hukumnya. Keputusan ini tentu saja mempengaruhi struktur organisasi SI.
Struktur pusat dan cabang yang ditetapkan dalam kongren tidak dapat diterapkan.
Jalan keluar dicari, persyaratan dari pemerintah dipenuhi, tetapi juaga
dikembangkan kerja sama antara SI lokal. Untuk itu, dalam suatu pertemuan di
yogyakarta pada tanggal 18 Februari 1914 diputuskan untuk membuat pengurus
sentral.
Pada tahun 1915 didirikanlah Central
Sarekat Islam (CSI) berkedudukan di Surabaya, yang tujuannya memajukan,
membantu, dan memelihara kerja sama antara SI lokal. Pengurus CSI terdiri atas
H. Samanhudi sebagai ketua kehormatan, Tjokroaminoto sebagai ketua, dan Gunawan
sebagi wakil ketua. Semua SI lokal merupakan anggota CSI. Pada tanggal 19 Maret
1916, CSI ini baru diakui pemerintah dengan syarat wajib mengawasi
tindakan-tindakan pengurus dan SI lokal. Snebtara itu, jumlah anggota dan
cabang SI terus berkembang dengan pesat, dan SI menjadi organisasi massa yang
pengaruhnya sangat terasa dalam kehidupan politik Indonesia. Pada tahun 1916,
cabang SI lokal di sleuruh Indonesia
berjumlah 181 cabang, dengan anggota seluruhnya 700.000 orang. Jumlah
cabang yang mengikuti kongres tahun ini sebanyak 75 cabang. Sebagai
perbandingan, Budi Utomo di masa kejayaannya tahun 1909 hanya memiliki anggota
10.000 orang.
Pada periode stelah 1916, wawasan SI adalah
wawasan nasional yang bertujuan terbentuknya suatu bangsa. Inilah sebabnya
sejak tahun 1916 ini kongres tahunan SI disebut kongres Nasional. Dalam kongres
Nasional SI pertama tahun 1916, berhasil dirumuskan sifat politik SI, yang
kemudian disahkan pada kongres Nasional partai yang kedua tahun 1917. Isi pokok
politik organisasi, antara lain, mengharapkan hancurnya kapitalisme yang jahat
dan memperjuangkan agar rakyat pada akhirnya nanti dapat melaksanakan
pemerintahan sendiri.
Sejalan dengan perkembangan SI yang sangat
pesat, orang-orang sosialis yang tergabung dalam ISDV (Indische Sociaal
Democratische Vereneging) seperti Sneevliet, P. Bergsma, H.W. Dekker berusaha
memanfaatkan SI sebagai jembatan ISDV kepada massa rakyat Indonesia. Dengan
menggunakan taktik infiltrasi, orang-orang sosialis ini berhasil menyusup ke
tubuh SI, dan menyebarkan paham Marxis di lingkungan anggota SI. Dalam satu
tahun, Sneevliet dan kawan-kawannya telah memiliki pengaruh yang cukuup kuat di
kalangan anggota SI. Keadaan buruk akibat perang Dunia I, panen padi yang
jelelk, serta ketidakpuasan buruh perkebunan terhadap upah ayng rendah merupakan isu-isu yang menguntungkan bagi
propaganda mereka. Selain itu, CSI sebagai koordinator SI lokal masih lemah dan
kondisi kepartaian pada waktu itu memungkinkan seseorang sekaligus menjadi
anggota beberapa partai. Ini semua memudahkan mereka melakukan Infiltrasi ke
tubuh SI. Banyak anggota SI yang ditarik menjadi anggota ISDV. BahkanSneevliat
berhasil menarik beberapa pemimpin muda SI menjadi pemimpin ISDV. Yang
terpenting adalah Semaun dan Darsono. Mereka berdua tahun 1916 menjadi SI
cabang Surabaya. Semaun kemudian pindah ke Semarang, dan menjadi pemimpin SI
Semarang, yang sebelumya memang telah menerima banyak pengaruh dari Sneevliet.
Semarang sendiri merupakan tempat pertama kali ISDV didirikan tahun1914. Dengan
usaha Semaun yang gigih, SI Semarang mengalami perkembangan peesat. Pada tahun
1916 anggotang sudah 1700 orang, dan tahun1917 berjumlah 20.000 orang.
Semaun, Darsono dan kawan-kawannya, yang
berorientasi Marxistis, senantiasa melancarkan oposisi terhadap kepemimpinan
Tjokroaminoto. SI Semarang tidak hanya menyerang pemerintah dan kapitalis
asing, tapi juga menyerang CSI. Hal ini menimbulkan krisis kepemimpinan dalam
organisasi SI. Sementara pertentangan antara pendukung paham islam dan
pendukung paham Marxis terus bergolak. CSI melihat munculnya kesulitan-kesulitan dengan SI Semarang adalah
akibat keterlibatan ISDV. Oleh sebab itu, dalam kongres SI bulan Oktober 1917,
organisasi memutuskan segala hubungan organisasi dengan ISDV.
Pertentangan tentang haluan politik partai
telah muncul dalam kongres Nasional kedua tahun 1917. Ditegaskan dalam kongres
bahwa tujuan perjuangan organisasi adalah terwujudnya pemerintahan sendiri, dan
menentang segala bentuk penghisapan oleh kapitalis. Akan tetapi terdapat dua
pendirian yang saling bertentangan. Abdul Muis dan H. Agus Salim berpendirian
bahwa untuk mencapai tujuan organisasi perlu ditempuh dengan cara-cara yang
legal. Sementara Semaun dan Darsono, berpendirian bahwa apabila ingin mencapai
apa yang dicita-citakan, organisasi harus meninggalkan segala bentuk kerja sama
dengan pemerintah. Dalam pembahasan Volkskraad yang akan dibentuk pemerintah,
pertentangan diantara kedua kubu inipun terjadi. Abdul Muis menganggap
Volkskraad sebagai langkah untuk mendirikan dewan perwakilan yang sebenarnya,
dan dengan ikut dalam volkskraad, SI dapat membela kepentingan rakyat. Semaun
berpendirian lain. Volkskraad baginya hanyalah akal kaum kapitalis untuk
mengelabui rakyat jelata guna memperoleh keuntungan yang lebih besar. Abdul
Muis dan kawan kawan lebih mendapat dukungan, dan diputuskan bahwa SI tetap
bergerak melalui jalan legal,dan ikut berpartisipasi dalam Volkskraad. SI
kemudian ikut dalam musyawarah Komite Nasional tahun 1917 tentang pemilihan
anggota-anggota Indonesia untuk Volkskraad yang akan dibentuk. H.O.S.
Tjokroaminoto akhirnya diangakat oleh pemerintah menjadi anggota Volkskraad
setelah volkskraad dibentuk tahun 1918. Sementara itu, abdul Muis menjadi
anggota volkskraad yang terpilih.
Pertentangan antara kubu Abdul Muis dan Kubu
Semaun ini terjadi dalam hal Indie Weerbar Actie (aksi Ketahanan Hindia).
Terjadi perbedaan yang tajam antara mereka, tidak hanya pertikaian antara dua
kubu, tetapi meluas sampai masalah-masalah pribadi. Pertikakaian ini kmeudian
diselesainkan secara resmi dalam kongres Nasional SI di Surabaya pada tahun
1918 bulan Oktober dengan keduanya membatasi setiap pertentangan yang muncul.
Akan tetpai usaha tersebut juga tidak mampu menjembatani kedua kubu ini.
H.O.S. Tjokroaminoto dan Abdul Muis
menjadikan Volkskraad sebagai forum untuk mengemukakan tuntunan-tuntunan partai
seperti yang diputuskan dalam kongres. Keduanya bekerja sama dengan wakil-wakil
lain yang sehaluan dalamm fraksi Radicale Concentratie dengan maksud
mempercepat realisasi badan perwakilan sesungguhnya. Akan tetapi masalah
pertisipasi partai di Volkskraad menghangat kembali setelah penolakan dewan
atas morsi partai unutk mengurangi luas tanah yang dipergunakan untuk penanaman
tembakau. Beberapa pemimpin SI yang pada mulanya menyetujui partisipasi partai
dalam volkskraad mulai mempersoalkan perlu dan tidaknya partisipasi ini.
Sosrodarsono, sekretaris CSI, menuntut agar Tjokroaminoto dan Abdul Muis
meninggalkan dewan. Sikap Si terhadap volkskraad kemudian berubah sama sekali.
H. Agus Salim yang semula sangat mendukung SI dalam volkskraad mencap bahwa
volkskraad tidak lebih dari “komedi kosong”, demikian juga Indiee Weerbaar
Actie. SI mulai bersikap lebih radikal. Jika pada tahun 1915-1916an semboyan SI
masih “kerjasama dengan pemerintah untuk kepentingan Hindia”, pada tahun 1918
semboyan ini berubah menjadi menentang pemerintah dan kapitalis yang jahat.
Dalam Kongres Nasional di Surabaya tahun 1918, yang dihadiri oleh 87 SI lokal,
pemerintah jajahan dikecam dengan hebat. Pemerintah dituduh hanya melindungi
kepentingan kapitalis tanpa menghiraukan nasib rakyat kecil. Pegawai-pegawai
pemerintah pribumi dicap sebagai alat penyokong kapitalis. SI menuntut
perbaikan syarat-syarat perburuhan, adanya pemerintahan sendiri, adanya
undang-undang kepemilikan, hak angket dan interpelasi volkskraad, perwakilan
yang seimbang, dsb.
Sejalan dengan perubahan haluan politik SI
ke arah non kooperasi, golongan marxis mendapatkan jabatan di dalam tubuh CSI.
Sehingga mereka memiliki pengaruh yang semakin kuat. Pada kongres Nasional di
Surabaya tahun 1918, Darsono, Prawoto Sudibyo dan Semaun mendapatkan kursi di
CSI yang baru. Walaupun H.O.S tjokroaminoto dan abdul Muis masih menjabat
sebagai presiden dan wakil presiden. Kepengurusan dari kaum marxis tersebut
merupakan sebuah kemajuan besar bagi golongan itu. Pada Kongres Nasional SI
tahun 1919 masalah kelas sedang menghangat. Dalam kongres disusun serikat buruh
dan dibentuk vaksentraal buruh. Kemudian semuanya dibuktikan dengan berdirinya
PPKB (Persatuan Pergerakan Kaum Buruh) pada 15 Desember 1919.
Pemebentukan serikat ini menimbulkan
persaingan antara Abdul Muis, H. Agus Salim dan kawan-kawan dengan Semaun,
Darsono dan kawan-kawan. Kedua pihak menginginkan menguasai PKBB tersebut.
Suryopranoto sebagai wakil presiden PPKB ingin memindahkan pusat PPKB dari
Semarang ke Yogyakarta. Semaun menuduh hal ini sebagai usaha untuk menghapuskan
kaum komunis. Kedua belah pihak saling mnegecam. Pada tahun 1921 bulan Juni
Semaun menyatakan PKBB bubar dan diganti dengan Revolutionare Vakcentrale, nama
yang sebelumnya diusahakan oleh Komunis saat penamaan PPKB. Pembubaran ini tidak diakui oleh Suryopranoto, dalam rapat
yang diadakan bulan Juli 1921 ditegaskan bahwa PPKB masih berlanjut.
Pada tahun ini SI berada di puncak
kejayaan. Dengan memiliki jutaan anggota. Namun di tahun ini juga merupakan
titik balik perkembangan SI. Pertentangan, pertikaian, perbedaan ideologi
menjadi corak yang dalam kubu SI kini. Masalah-masalah tersebut membuat
keretakan dalam hubungan organisasi. Dalam kongres Istimewa bulan Maret tahun
1921 yang diselenggarakan di Yogyakarta dilakukan penyusunan tafsir baru,
antara lain mengenai kompromi antara kelompok yang bertikai. Walaupun demikian,
orang yang terpengaruh ISDV selalu menjadi Oposisi kebijakan yang dilakukan oleh
SI. Ini menimbulkan kebencian terhadap kaum komunis yang mendorong SI untuk
mengeluarkan golongan komunis dari tubuh SI. Dalam kongres di Surabaya pada
bulan Oktober tahun itu juga dibahas mengenai disiplin partai. Diputuskan bahwa
anggota SI dilarang untuk memiliki organisasi ganda. Mereka harus memilih atau
keluar dari SI. Beberapa SI lokal menentangnya, seperti dari Salatiga,
Semarang, Sukabumi dan Bandung. Akan tetapi suara terbanyak menyetujui disiplin
partai tersebut. Maka dari itu anggota SI menyusut. Anggota yang terpengaruh
ISDV keluar dari SI. Untuk menggairahkan kembali organisasi, maka SI mulai
bergerak ke arahh keagamaan. Dibentuklah Komite Kongres Al Islam bersama dengan
Muhammadiyah dengan mencoba menyebarkan paham Pan Islamisme. Hubungan dengan
gerakan islam di luar negri segera diusahakan.
Kepercayaan partai kepada pemerintah
perlahan menurun, lalu lenyap dengan segera. Sehingga organisasi benar-benar
bersifat non kooperatif. Penahanan Tjokroaminoto oleh pemerintah selama kurang
lebih tujuh bulan dari 1921-1922 karena tuduhan keterlibatan dengan gerakan SI
afdeeling B di Jabar, menghilangkan kesediaan partai untuk patuh pada
pemerintah.
Dikalangan SI muncul gagasan untuk
melakukan reorganisasi. Susunan organisasi lama dianggap sudah tidak cocok.
Juga dapat membahayakan kepemimpinan organisasi. SI lokal dapat bergerak lebih
bebas dibandingkan CSI yang bertanggung jawab atas tindakan SI lokal. Maka
dalam kongres ketujuh bulan Februari 1923 dibahas kemungkinan SI untuk mundur
dari volkskraad. Dalam kongres ini pula diputuskan akan adanya reorganisasi. SI
akhirnya diubah menjadi Partai Sarekat Islam.