Selasa, Juli 3

Penyakit Asma

0 komentar


A sma merupakan penyakit pernafasan akibat penyumbatan saluran nafas yang hilang timbul. Penyakit ini dapat merupakan penyakit bawaan atau penyakit keturunan. Sumbatan terjadi karena selaput lendir saluran nafas sembab dan bengkak, pembentukan lendir yang belebihan, atau karena mengkertutnya otot polos saluran nafas itu. Akibatnya, lubang saluran menjadi sempit bila terjadi serangan, penderita batuk-batuk dan dan sesak nafasnya; pada waktu mengeluarkan nafas terdengar bunyi yang nyaring dan panjang (mengi). Bila sedang tidak terserang, orang itu nampak normal saja, tidak mengalami gangguan. Penyakit ini sering kali hilang timbul. Serangan asma dapat sangat berat sehingga tidak dapat hilang dengan obat-obat yang biasa diberikan, seperti aminofilin, adrenalin, atau obat asma lainnya. Keadaan yang disebut status asmatikus ini perlu perawatan segera di rumah sakit.

Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
1.    Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!
2.    Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
3.    Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
4.    Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
5.    Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.

            Serangan asma sebagian disebabkan oleh alergi bahan-bahan tertentu, misalnua tepung sari bunga, debu rumah, bulu binatang atau bulu sintetis. Tetapi serangan asma juga sering timbul karena hawa dingin, emosi, asap yang merangsang atau kelelahan, serangan ini tidak disebabkan oleh alergi, melainkan oleh kerja saraf otonom yang tidak seimbang. Asma pada anak kecil dan orang dewasa muda kebanyakan (hampir 40 persennya) dapat sembuh sendiri setelah si penderita bertambah usia. Sebaliknya, asma pada orang dewasa diatas 30 tahun umunya disebabkan oleh faktor alergi dan hjarang sembuh sendiri.
            Penderita asma dibagi dalam 4 derajat kepayahan, menurut kemampuan fisiknya. Pada derajat pertama, penderita masih dapat bekerja walaupun agak susah dan tidurnya kadang-kadang terganggu.
Pada derajat kedua, penderita harus tiduran atau duduk dan dengan susah payah masih dapat bangkit kembali. Tidurnya selalu terganggu dan nadinya berdenyut lebih dari 120 kali per menit. Penderita asma pada derajat ketiga, harus istirahat total dab tidak dapat bangkit kembali dari tempatnya. Pada derajat keempat yang paling berat, penderita sudah kelelahan dan tidak dapat bergerak lagi. Penderita asma derajat dua sampai empat harus di rawat di rumah sakit.
            Biasanya penyakit asma diobati dengan obat pelebar saluran pernafasan, berupa tablet atau obat semprot yang dihirup melalui mulut. Di samping itu, sering diperlukan obat pengencer dahak, anti peradangan dan anti biotika. Penderita dianjurkan banyak minum, agar dahak mudah keluar dan encer. Bila serangan asma makin hebat, penderita harus dibawa ke rumah sakit. Cairan yang banyak keluar dair keringat diganti dengan infus, dan nafas yang terlalu sesak ditolong dengan tambahan oksigen. Bia dibiarkan, penderita asma dapat kelelahan dan mati lemas.

Ensiklopedi Indonesia
Continue reading →

Pas-pasan ke Gunung Ciremai? Siapa takut…

0 komentar
Kronologi
            Akhirnya setelah sekian lama berkeinginan untuk hiking ke gunung ciremai, pada hari sabtu 30 Juni  aku bisa melaksanakan keinginan tersebut.
            Ayah mengajak temannya yaitu mang Tobing untuk ikut dan menjadi sebagai penunjuk jalan bagi kami untuk melakukan perjalanan menuju puncak ciremai. Dia merupakan orang yang handal dalam masalah hiking. Telah sering dia ke gunung ciremai dan telah banyak pengalaman hiking di gunung-gunung yang lain.
            Rencananya aku akan mengajak temanku yang lain untuk ikut serta dalam pendakian ini. Namun, karena rencana ini terlalu mendadak jadi tidak ada teman yang ikut pendakian. Akhirnya hanya aku, ayahku dan mang tobing yang melakukan pendakian ini.
            Sebelum hari sabtu kami melakukan persiapan barang-barang yang diperlukan untuk pergi mendaki gunung  Ciremai menurut sepengetahuanku.  Aku membawa 6 bungkus nasi,  wafer, air tiga liter untuk aku sendiri, ayam goreng untuk makan, kopi, senter, baju hangat (syal, kaos kaki, sapu tangan, jaket, baju dan celana berlapis-lapis, sandal gunung), mie instant, paraffin, tas, gasolin, handphone kesayangan,  sendok, gelas dan  permen juga uang.
            Hari sabtu itu merupakan hari untuk adikku pertama kali masuk sekolah smp barunya yang dulu merupakan sekolahku. Sekolah itu terletak di Kuningan. Aku dan ayahku mengantar adikku terlebih dahulu ke Kuningan. Setelah jam satu siang kami pun kembali pulang ke rumah. Kami tiba di rumah pada pukul setengah tiga. Saat mobil tiba, mang Tobing datang dengan perlengkapannya. Aku dan ayahku langsung bersiap-siap. Rencananya kami berangkat  pada jam dua siang, dan molor sampai jam setengah empat sore. Kami meninggalkan rumah dengan naik motor menuju desa Apuy yang terletak di kecamatan Maja kabupaten Majalengka. Kami melewati jalanan yang terus menanjak. Kami berhenti di sebuah rumah warga yang ternyata sudah kenal dengan mang Tobing sejak mang Tobing masih SMP.  Kami menitipkan motor di rumah ini. Setelah sejenak kami  beristirahat dari perjalanan selama 30 menit dari rumah, kami memulai pendakian menuju Puncak pada pukul setengah lima sore. Di perjalanan aku tidak memakai baju hangat terlebih dahulu, karena perjalanan menuju pos pertama, udara dingin belum terasa.
            Rencananya jika kami telah sampai di pos 1 pada jam setengah enam sore kemudian beristirahat, lalu dilanjutkan ke pos selanjutnya pada jam enam sore. Maka kami akan tiba di puncak dan dapat melihat matahari terbit. Namun, ternyata rencana tidak sesuai. Kami banyak melakukan pemberhentian di tengah jalan Karena ayahku kecapean sehingga perjalanan kami lebih banyak memakan waktu. Akhirnya kami tiba di pos satu pada jam enam lebih. Aku kira di pos satu ada warung untuk bisa kami membeli perlengkapan yang kurang seperti air yang seharusnya minimal empat liter satu orang. Namun ternyata tidak ada. Walaupun begitu kata mang tobing kami sedang beristirahat di pos yang paling nyaman, karena terdapat tempat yang beratap. Di pos lain, jangan harap menemukan atap.
Kami  langsung memakai baju hangat setelah sebelumnya kami kepanasan dan kini langsung kedinginan. Aku dan ayahku makan sore dan kami bertiga memasak air untuk kami minum minuman hangat. Saat memasak aku mengambil bagian yang paling dekat dengan api, untuk menghangatkan tanganku yang sudah sangat kedinginan seperti masuk kedalam kubangan es batu. Kata mang Tobing biasanya pada malam minggu seperti ini banyak orang yang akan pergi ke puncak. Biasanya mereka baru berangkat pada pukul enam sore dari desa Apuy. Kami pun menunggu agar nanti bisa bersama-sama, tidak hanya bertiga seperti ini. Sampai jam setengah Sembilan kami menunggu dan tidak ada yang datang ke pos satu. Kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke pos dua dengan hanya bertiga.
Jarak setiap pos adalah dua ratus meter diukur secara datar. Namun jika diukur dari pangjangnya jalan yang harus kami tempuh, maka jaraknya akan berbeda (ingat segitiga siku2, sisi miring dengan sisi datarnya).
Senter telah kami nyalakan dari sebelum tepat ke pos satu. Jalan yang kami lewati menuju pos dua, menanjak dengan beberapa akar pohon membentuk tangga untuk ke atas. Di perjalanan seperti sebelumnya, kami banyak melakukan pemberhentian. Aku selalu jalan paling belakang. Padahal, Ayahku dulu pernah mendaki gunung ciremai saat dia SMA, namun hanya sampai pos 5. Di pos lima ayahku dan lainnya (mang tobing juga ikut), tidur dengan enak sambil kehujanan. Mereka mengaku tidak kedinginan, namun sekarang tidak kehujanan pun aku dan ayahku sudah menggigil. Ayahku sudah berumur 49 tahun dan sudah tidak muda lagi, sehingga mau tak mau aku harus ikut ayahku.
Jarak tempuh kami lebih jauh dari 200 meter, dan sangat  lama. Kami tiba di pos dua, dengan kaki yang sudah mulai pegal. Kami beristirahat dahulu. Kami langsung merebahkan tubuh kami di atas tanah, tanpa alas dan tenda. Ternyata tanahnya sangat dingin. Tubuh kami masih hangat karena berkeringat, sehingga mengurangi rasa dingin itu. Mang Tobing langsung bisa tidur dan ngorok. Namun aku dan ayahku tidak bisa tidur senyaman mang Tobing. Setelah beberapa lama dingin menyerang, aku tidak bisa tidur ayahku juga. Kami menyalakan dua paraffin untuk menghangatkan tubuh kami. Sangat nyaman jika kami bisa membawa tenda seperti sebelah kami. Di pos dua handphoneku masih bisa menerima sms dan aku menjawab smsnya walaupun tidak langsung terkirim. Sinyal di handphoneku kadang nol dan kadang berisi. Setelah sekitar jam setengah sebelas dan duakotak paraffin sudah habis, mang Tobing dibangunkan dengan tubuhnya yang langsung menggigil untuk melanjutkan perjalanan.
Menuju pos 3, awalnya sangat menggigil, namun karena kami terus jalan, sehingga rasa dingin itu perlahan hilang. Rumus untuk perjalanan di malam hari ini adalah segera tidur saat menemukan pos setelah melakukan perjalanan, lalu segera lanjutkan perjalanan jika badan sudah merasa menggigil. Jarak tempuh dari pos dua ketiga terasa tidak terlalu berat, karena kami sudah mulai beradaptasi.
Di pos tiga tidur beristirahat dan memasak mie instant serta menghangatkan tubuh. Dari pos tiga ke pos empat terasa tidak terlalu jauh dan lebih dekat dari pos dua ke pos satu. Di pos empat kami kembali beristirahat dan tidur. Di pos empat aku mendirikan salat maghrib dan isya. Sekarang sekitar jam tiga pagi. Di pos empat aku menerima telepon dari ibuku. Aku mempersingkat pembicaraan karena takut baterai hp-ku akan habis dan tidak bisa digunakan untuk mempotret pemandangan di perjalanan selanjutnya.
Kami melanjutkan perjalanan menuju pos lima. Perjalanan menuju pos lima sudah mulai terasa berat. Akar-akar pohon yang besar membentuk tangga yang kadang jarak satu dengan yang lainnya sangat tinggi. Kami harus berhati-hati, jalan masih sangat gelap. Suhu udara lebih rendah dan dingin. Perjalanan menuju pos lima ini lebih lama.
Akhirnya kami tiba di pos lima. Ternyata di pos lima kami bertemu dengan rombongan (lebih dari tiga orang) dari majalengka juga. Ada salah satu dari mereka yang kami kenal. Mereka membuat tenda seadanya dari kain dan daun serta dahan dan membuat api unggun. Mereka akan meninggalkan pos lima dan segera bergerak ke pos enam lalu ke puncak untuk menyaksikan matahari terbit. Sedangkan kami baru akan beristirahat di pos lima.
Di pos lima, sudah sekitar jam lima lebih sepuluh pagi. Kami beristirahat dan manghangatkan diri di dekat api unggun yang sungguh sangat menghangatkan kami. Pada pos ini hp-ku kembali menerima telepon dari ibuku. Dia kira kami sudah sampai ke puncak. Karena dulu ibuku juga pernah ke Ciremai sampai puncak dan melihat matahari terbit saat dia SMA. Di pos ini aku mendirikan salat subuh. Lalu memasak air yang pas-pasan dan meminum minuman yang hangat dan menyamankan.
Kami melanjutkan perjalanan menuju pos ke enam. Jalan yang kami tempuh ternyata sudah sangat menanjak. Dengan kemiringan sekitar 60 derajat sampai 90 derajat. Di tengah perjalanan kami menemukan bunga yang terkenal yaitu bunga edelwis the flower of eternity, begitu orang banyak menyebutnya. Karena jika bunganya dicabut, bunga itu tidak langsung layu dan dapat mekar sampai beberapa waktu kemudian, sehingga jika dipetik dan dibawa ke rumah, bunganya tidak langsung jelek. Bunganya kecil berdiameter sekitar diameter pensil, namun lebih kecil. Berwarna kuning jika sudah mekar dan berwarna putih jika belum mekar bunganya. Daunnya seperti jarum. Dibawah tangkai bunga sebelum  daun hijau terdapat dahan yang coklat dan daun yang mati. Pada dahan itu mudah untuk di petik.  Jika bunga itu dikumpulan menjadi satu akan terlihat indah.
Kami tiba di pos enam pada jam delapan pagi. Di pos enam merupakan pertigaan antar jalur ke puncak dari palutungan (Kuningan) dan dari Apuy (Majalengka). Sebenarnya menurut warga Majalengka, jalan dari Apuy lebih dekat daripada dari Kuningan. Di pos enam yang sudah +2500 meter diatas permukaan laut, aku mendapatkan sms dari ibuku agar ayah istirahat saja di pos dan aku bersama mang Tobing saja yang melanjutkan sampai puncak sana dan melihat kawah.
Akhirnya ayah memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan sampai puncak. Namun ayah tidak istirahat di pos enam, melainkan istirahat tepat diatas Goa wallet. Goa yang biasa orang berkemah. Di atas goa ini ternyata terdapat kebun edelwis (aku menyebutnya begitu), karena banyak sekali tanaman bunga ini. Beruntung aku berangkat pada bulan ini, karena tanaman ini sedang banyak berbunga sehingga terlihat indah pemandangan disini.
Aku melanjutkan perjalanan mendaki menuju puncak. Sedangkan pendaki lain sudah mulai turun dari puncak, karena hari sudah mulai siang. Aku jalan duluan, dibelakangku mang Tobing. Medan yang ditempuh, lebih berat dari sebelumnya. Hampir aku tidak melihat tanah. Yang ada hanya batu dan pasir. Aku mencari-cari jalan yang terbaik yang bisa aku lewati. Batu-batu disana sanatlah besar. Akhirnya aku sampai di puncak. melihat kawah.
Sendirian, karena yang lain sudah semuanya turun gunung. Mang Tobing menyusulku kemudian. Angin yang begitu kencang hampir saja membuat ku terhjatuh. Bulan ini adalah musim halodo (Sunda : kemarau) sehingga lebih banyak angin yang berhembus. Aku melihat awan yang bagaikan busa-busa. Lebih indah dibandingkan dari hanya melihat dari pos enam. Dari sini juga aku bisa melihat puncak-puncak gunung lain yang terdapat di pulau jawa. Seperti gunung Slamet dan Gunung Tampomas.
Setelah puas, aku langsung turun ke bawah. Makan nasi dan mie yang dicampur. Sangat membantu, karena kami sudah kelaparan. Di atas goa wallet yang +2900 mdpl ini, aku kembali menerima telepon dari ibuku. Terkadang kami bingung, kenapa handphne ku masih bisa melakukan hubungan padahal jauh dari menara telepon. Saat baterai hapeku mati, aku memindahkan nomor SIM ku ke hape ayah yang masih ada baterai cadangannya. Namun, ternyata di hape ayah, tidak bisa menerima telepon dan sinyalpun kosong terus. Mungkin ini disebabkan dari jenis hapenya juga. Handphoneku adadalah Sony Ericsson w580i yang sudah aku miliki sejak kelas dua SMP. Dan akhirnya Aku, ayah, dan mang Tobing kembali ke desa Apuy dengan badan yang sudah pegal-pegal.

Kesan dan Pesan
Pendakian menuju gunung ciremai dengan sangat kurang persiapan ini cukup menyenangkan dan sangat menantang. Perlu kesabaran dan keikhlasan menghadapi semua keputusasaan.
Sebaiknya jika menginginkan pendakian ini sebagai pengisi liburan yang benar-benar menghibur, bawalah perlengkapan yang memadai. Berikut barang-barang yang diperlukan saat melakukan pendakian selama satu malam saja. Lebih baik lagi jika peralatannya tersebut memang dibuat untuk melakukan hiking.
  1.  Perlengkapan Baju hangat (kaos kaki berlapis-lapis, Penutup kepala, sarung tangan berlapis, jaket yang tebal, masker hangat, celana panjang berlapis)
  2. Paraffin minimal 2 bungkus (16 kotak) untuk memasak dan menghangatkan diri
  3. Tas besar (Hiking)
  4.  Sepatu (Hiking)
  5.  Alas yang dari karet (tenda juga OK)
  6.  Alat memasak yang “simple”
  7.  Air minum minimal 4 Liter (3 botol minuman kemasan 1500 ml)
  8.  Obat-obatan, P3K
  9.  Kopi/ jahe/ susu/ yang lainnya yang bisa menghangatkan tubuh.
  10. Membawa mie instant, untuk mengisi kekosongan perut.
  11.   Boleh membawa nasi dari rumah, tapi jika sudah mencapai pos enam, nasi sudah dingin dan mengeras. Jika akan membawa beras, maka tambahkan paraffin paling tidak dua bungkus lagi untuk persiapan (3 kali makan). Juga tambahlah persediaan air. Sebenarnya sudah cukup makan nasi untuk dua kali ditambah mie lain waktu.
  12.  Handphone
  13.  DLL (yang mungkin merasa perlu untuk dibawa )

             Saat melakukan pendakian, jika sudah merasa lelah beristirahatlah terlebih dahulu. Keamanan lebih penting dari pada pencapaian target. Namun jangan bermanja-manja ria. Selalu mengingat allah saat melakukan perjalanan. Selalu membaca ayat kursi, surat al fallaq, al-ikhlas, an-naas dan silakan baca artinya lalu renungkan. Bertasbihlah, Hal ini membuat suasana hati lebih tenang, sehingga fisik pun tidak mengalami keputusasaan. Jangan ragu untuk salat dan bertayamum. Jika ingin memakai balsam untuk kaki, siap-siaplah merasa lebih dingin. Di perjalanan kita tidak menemui aliran air dari gunung (jika pada musim kemarau), saya pun tidak menemui tempat genangan air. Selalu berada dalam kelompok. Tetap ikuti aturan yang tertulis dan tidak tertulis saat melakukan pendakian. Tetap jaga lingkungan agar tetap bersih. Jangan tinggalkan sampah. Keajaiban akan selalu ada pada pendakian ini.
          Pada pendakian ini aku menemukan banyak hal yang menarik. Burung-burung yang cantik beterbangan kesanan kemari. Awan-awan yang begitu memikat hati untuk terjun ke dalamnya. Dahan pohon yang menghasilkan belokan seni yang keren dan inspiratif.
Mungkin aku akan kembali lagi ke gunung Ciremai dan turun ke kawah. Serta melakukan persiapan yang lebih mantap dan bersama kawan-kawan.
“Warisi anak cucu kita mata air, jangan warisi anak cucu kita air mata” wise word ini aku temukan di papan petunjuk gunung saat hendak ke pos lima.

Gunung Slamet Bisa terlihat dari sini
Perjalanan Turun meninggalkan Puncak
Awan Terlihat dari sini


Masak Air hangat di pos satu



Gundukan awan yang menawan

Kawah Gunung Ciremai

Pemandangan dari Atas Pucak

welcome to Edelwis Garden

Perjalanan Menuju post Enam

Pemandangan awan memang indah

Menuju pos satu

Mang Tobing dan Warga sekitar


Pemandangan ini belum Capai pucak

Yuk kita Turun Gunung
Ayah sedang Beristirahat
Continue reading →

Lynx Modified

0 komentar
Continue reading →
Senin, April 16

Sonlisku Sonliskami Sonliskita

0 komentar

Sonliskita
Sonic Linguistic merupakan acara insidental yang diadakan oleh siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong. Selalu diadakan setiap tahun. Berawal dari gabungan tiga acara insidental yang dimiliki oleh OSIS MAN Insan Cendekia Serpong. Acara Sonic yang berlatar sains dan Linguistic yang berlatar bahasa dan Jurnalistik digabung, kemudian anak dari lomba basket axivic cup yaitu GRANAT yang memiliki baseket ditambah  lomba baris-berbaris ikut digabung. Sehingga Sonic Linguistic memiliki banyak lomba.
Dari tahun ke tahun Sonic Linguistic memiliki hal yang selalu berbeda. Hampir setiap tahunnya selalu ada lomba yang baru yang dimasukan ke dalam Sonic Linguistic, sehingga menambah ramailah acara ini. Walaupun lombanya selalu bertambah namun, panita acaranya tetap jumlahnya dari jumlah anak kelas satu dan dua MAN Insan Cendekia Serpong. Ini menunjukan bahwa setiap tahun kualitas siswa-siswi selalu lebih baik dari tahun ke tahun.

Sonic Linguistic 2012 diadakan pada tanggal 18, 19, 25 dan 26 februari 2012 mengusung tema Outer Space. Tema yang sangat berbeda dari tema Sonlis tahun sebelum-sebelumnya yang berlatar belakang penyelamatan bumi. Dari tema ini muncul banyak inovasi yang sangat berbeda dan sangat Kewren tentunya. Banyak peserta Sonlis 2012 yang pernah ikut sonlis sebelumnya berdecak kagum dengan  keadaan sonlis sekarang yang berbeda.

Sonlis 2012  memiliki 18 lomba yang diikuti peserta dari banyak daerah di Indonesia. Dari kedelapan belas itu dibagi menjadi empat kategori lomba. Yaitu sains, bahasa, jurnalistik, dan Seni budaya Olahraga. Untuk sains ada lomba Science Competition, Quick n’ Smart, Technology Wallmagz, dan LKIR (Karya Ilmiah Remaja). Untuk kategori bahasa ada Debate, Strory Telling, Speech Contest, dan News Report. Untuk jurnalistik ada JOTS (Journalist on the Spot), Rally Photo, Desain Grafis, dan Short Movie. Untuk Seni budaya dan Olahraga ada Basketball Competition, Band Competition, Saman Dance, Graffiti, dan LKBB (Baris-berbaris). Tahun ini Sonlis menambah empat lomba yang tahun sebelumnya tidak ada yaitu JOTS (Journalist on the Spot),Band Competition,LKBB (Baris-berbaris) dan Basketball Competition. Basket dan LKBB merupakan lomba dari acara GRANAT.
Setiap kategori memiliki icon atau badutnya masing-masing. Sains ada Fluks, bahasa ada Herbig, Jurnalistik ada Uhuru, dan Seni Budaya Olahraga ada Lynx. Keempat badut ini memeriahkan Jalannya Sonlis 2012.  Keempat badut itu merupakan icon sonlis 2012. Sonlis 2012 punya cerita tersendiri tentang keempat badut itu.

Hari-hari Sonic Linguistic 2012.
Semua telah disiapkan dengan perencanaan yang cukup matang. Semua bersiap-siap untuk hari pertama Sonic Linguistic 2012. Menghadapi pembukaan Sonlis 2012. Panitia sudah menyiapkan semuanya. Pendaftaran, dekorasi MPB (Multi Purpose Building; Gedung yang sebelumnya banyak jendela ini, dijadikan menjadi gedung yang super gelap dengan cara menutupi semua jendela itu dengan kain hitam yang disusun sehingga menjadi besar), kelas-kelas yang akan digunakan, lapangan, bazaar telah dibuat sedemikian rupa agar suasana dan feel Sonic Linguistic itu muncul di hati para pengunjung.

Pembukaan Opening pun dimulai. Di awali dengan tiga orang pria yang bermain basket disorot oleh lampu sorot kemudian dilanjutkan dengan demo lomba lainnya. Setelah demo, dilanjutkan dengan performance dan diakhiri oleh tiga orang pria lagi yang berjoget (modern dance atau freestyle atau apalah itu) yang membuat panitia di luar MPB “sepi” memenuhi dalam MPB untuk melihat mereka berjoget. Para pesertapun ikut terhibur oleh mereka.

Setelah Sonlis resmi dibuka, peserta dan panitia langsung pergi ke tempat masing-masing lomba yang diadakan pada hari itu. Di hari pertama tanggal 18 Februari ini diguyur hujan yang cukup deras sehingga cukup mengganggu kenyamanan. Hujan ini menyebabkan beberapa dekorasi di luar harus ditarik terlebih dahulu agar tidak rusak. Namun beberapa hampir rusak. Hujan juga menyebabkan beberapa pertandingan basket tertunda.

Sonlis hari pertama selesai. Satu langkah telah terlewati. Sonlis dilanjutkan pada hari selanjutnya. Di hari kedua ini, ada lomba yang melanjutkan perlombaannya dan ada juga yang baru menjalankan lombanya yang hanya satu hari. Lagi-lagi di hari kedua ini hujan kembali datang mengguyur kampus MAN Insan Cendekia serpong, beberapa lomba terganggu dengan kedatangannya ini seperti lomba basket yang harus mengundur jadwal pertandingan.

Hari kedua selesai dengan lebih baik secara umum dari hari sebelumnya karena telah dievaluasi dari hari pertama. Sonlis akan dilanjutkan pada tanggal 25 Februari 2012. Ada waktu satu minggu untuk panitia mengevaluasi dan satu minggu untuk peserta yang lombanya berkesinambungan untuk lebih mempersiapkan diri. Dalam deret satu minggu tersebut ternyata Sonlis 2012 masih melanjutkan pertandingan basket yang sempat tertunda dua kali karena hujan.

Hari ketiga dimulai. Lomba-lomba seperti biasa terus digulirkan. Antar sekolah terus berusaha mendapatkan gelar dari acara ini. Di hari ketiga rupanya hujan tidak turun membasahi kesibukan para participant Sonlis 2012. Hari ketiga cukup lancar.

Akhirnya hari keempat pun tiba. Semua lomba yang berkesinambungan telah mencapai tahap final. Beberapa lomba sudah ada hasil pemenangnya dan telah diumumkan. Di hari keempat ini akan diadakan final lomba dan pengumuman pemenang seluruh lomba Sonlis 2012. MPB kembali didekorasi setelah sebelumnya dilepas beberapa dekorasinya untuk mendukung beberapa lomba. MPB dan seluruh dekorasi seperti kembali di hari pertama. Penutupan berjalan dengan cukup lancar walaupun beberapa menit telat dari waktu yang telah direncanakan. Saat acara penutupan akan dimulai, datanglah hujan yang sangat deras dan berangin dilengkapi dengan gemuruh yang bergejolak. Saat hujan telah tiba, panitia dan peserta telah menyelesaikan semua lomba yang ada, sehingga tidak ada lomba yang terganggu oleh hujan. Namun hujan ini membuat beberapa tenda rubuh diterpa angin. Beberapa panitia pun sibuk untuk mengurusi hal diluar MPB. Acara Closing diakhiri oleh video closing dan pengumuman juara umum. Para peserta terlihat cukup puas dengan acara karya Insan MAN Insan Cendekia Serpong ini. Untuk Sonlis 2012 lebih baik dari sebelumnya dan penuh dengan kejutan. Sukses untuk sonliskita!!!.

Sonliskami
Peralihan masa jabatan telah digulirkan. Saatnya bagi kami menjalankan roda pemerintahan disini. Memegang acara-acara untuk mendukung aspirasi dan kemampuan siswa. Salah satu acara yang menjadi kewajiban kami adalah Sonic Linguistic. Tahun ini diketuai oleh Rizki Nurfitriansyah. Semenjak digulirkan amanah untuk memegang OSIS periode 2011/2012, para pengurus OSIS sudah membayang-bayang SONLIS tahun ini akan seperti apa. Sonlis tahun ini persiapannya cukup lambat, jika bercermin pada tahun lalu, kepanitiaan sonlis sudah terbentuk sebelum terciptanya OSIS, tahun ini setelah OSIS terbentuk baru ada panitia SONLIS 2012. Namun seberapa telat itu tidak berpengaruh pada hasil yang ada kelak.

Behind the Scene
BPH dibentuk, koordinator tiap divisi ditunjuk. Perekrutan panitia begitu alot. Setiap koordinator divisi mengharapkan si A dan si B menjadi anggotanya dan koordinator divisi lain mengharapkan juga. Namun, para koordinator bermufakat dan bermusyawarah yang menghasilkan hal yang tak dapat ditolak bagi yang tidak menyetujui.

Setelah panitia semua terbentuk, banyak diadakan rapat perdivisi maupun seluruh panitia. Menyusun peraturan, tugas-tugas, mengevaluasi tahun sebelumnya. Ketua SONLIS begitu mengumbar perkataannya agar para siswa dapat respect pada SONLIS 2012 ini. Perhelatan menemukan sponsor menjadi hal yang menyenangkan divisi humas. Pencarian peserta menjadi makanan sehari-hari para anggota publikasi. Konsep-konsep untuk pembukaan dan penutupan SONLIS yang berbeda menjadi PR para anggota OC section. Penampakan keindahan untuk latar tempat menjadi hal yang menyenangkan bagi anggota dekorasi. Membuat konsep lomba pencarian juri lomba menjadi hal yang selalu membayangi para seksi di setiap bidang lomba. Persiapan dari mulai konsum, tempat acara, parkir motor mobil sepeda, desain proposal spanduk, dokumentasi saat hari-H menjadi tugas masing-masing divisi non lomba. Penetapan icon SONLIS 2012, penghitungan uang, pembuatan pengarsipan surat-surat, pengawasan terhadap semua divisi menjadi sebuah kewajiban para BPH Sonic Linguistic 2012 selain publikasi dan humas. Dukungan menjadi hal yang sangat diharapkan dari siswa-siswi, guru dan seluruh civitas MAN Insan Cendekia Serpong. Partisipasi menjadi hal yang sangat ditunggu dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Seminggu sebelum pembukaan SONLIS merupakan hari-hari yang penuh dengan peluh di badan dan hati. Selama seminggu tersebut kami harus sudah mempersiapkan sonlis dengan matang. Mengecat lapangan basket, mendekor, latihan a dan b, hingga larut malam. Bahkan melebihi malam, pagi!!!. Kegigihan membuat video opening, memesan barang untuk keperluan seakan hanya hal yang mudah bagi kami, karena semua yang kami kerjakan bersama akan menjadi hal yang paling indah bagi kami. Semua waktu yang telah direlakan tak kami pedulikan tuk kembali. Semua dikorbankan dengan penuh keikhlasan demi berjalannya SONLIS 2012 yang lebih baik dan dapat membawa nama sekolah tercinta kami ke singgasana kebaikan umat manusia.

Air mata, emosi, cercaan, makian, senyuman, ketertawaan menjadi penghias perjalanan kami. Setiap tetesan keringat, bubuhan kata dan lainnya menjadi kekuatan tersendiri. Tak semua panitia bekerja mati-matian. Tapi semuanya bekerja hampir mati. Yang tadinya tak peduli pada SONLIS 2012 menjadi respect pada acara ini. Acungan empat jempol cukup untuk kerja keras kami.

SONLIS 2012 akan kami adakan selama 4 hari. Ketua OSIS berhasil membuat Wakamad memberikan izin libur untuk seluruh siswa di hari-H SONLIS 2012.

Hari H SONLIS 2012 merupakan hari yang sangat kami tungu-tunggu. Semua kerja keras kami akan tampak keberhasilannya atau kegagalannya pada hari-hari Sonic Linguitic 2012 ini. Di hari H ini kami tidak serta merta bersantai menikmati hasil kerja keras kami sebelumnya. Masih ada seribu langkah bagi kami untuk mencapai finish. Saat hari lomba tiba, kami telah menyiapkan dari kemarin. Telah siap ditempat pagi-pagi jam enam. Saat hari lomba kami  tersenyum menyembunyikan rasa lelah kami semalam. Melupakan semua kepedihan kerja keras untuk menunjukan manisnya wajah kami saat tersenyum pada para peserta. Hari pertama yang diguyur hujan menjadi hal yang cukup membuat kami mengeluh dan menyalahkan keadaan. Tapi tak berguna bagi kami jika terus menyalahkan keadaan. Semua tak akan berubah kecuali kamilah yang merubahnya sendiri. Hari pertama cukup baik dengan Openingnya yang sukses mebuat para penonton berdecak senang dengan konsep yang telah dibuat.

Hari kedua kami lebih buruk, jika kemarin jam enam sudah stand by kini belum. Kami lalai pada acara ini. Lupa jika hari ini masih ada acara, tengkurap di kasur asrama lebih enak dari duduk untuk menerima tamu. Namun, kami langsung bergegas atas keterlambatan kami yang hanya beberapa menit saja. Tidak menyebabkan kesalahan yang sangat fatal. Baru beberapa peserta saja yang menunggu kami tidak mencapai lima. Semua mewajarkan hal ini, karena kami terhipnotis rasa capek yang mengerubungi kami saat setelah salat subuh. Hari kedua cukup lancar,lomba-lomba yang kami adakan memang banyak menemui masalah yang tidak ada habisnya. Itu menjadi makanan pokok kami saat SONLIS 2012 berjalan. Setiap masalah kami coba menyelesaikan dengan perlahan dan penuh strategi. Kami yakin semua dapat terselesaikan. Hari kedua kembali hujan membuat pertandingan basket terus diundur. Namun secara umum hari ini lebih baik.

Hari kedua selesai, hari selanjutnya di tengah seminggu ada pertandingan basket yang tertunda. Antara sekolah kami dan sekolah lain. Kami kalah, dengan skor selisih satu angka. Mungkin itu yang terbaik.

Hari ketiga tanggal 25 Februari 2012 tak ada hujan semua lancar.
Hari keempat merupakan hari yang lebih kami tunggu-tunggu. Hari ini hari penyelesaian sebagian besar tugas kami sebagai penyelenggara acara SONLIS 2012. Seperti hari sebelumnya kami selalu mempersiapkan acara ini hingga larut malam hampir pagi. Hari keempat cukup lancar. Penutupan digulirkan pembagian hadiah dimulai. Semua senang. Ditengah-tengah acara hujan turun sangat lebat, sehingga membuat tenda roboh. Membuat beberapa dari kami harus turun hujan-hujan untuk menahannya agar tidak terbang. Ada diantara kami yang tidak menyaksiakan Closing. Tapi memang seharusnya kami tidak menyaksikannya. Karena Opening dan Closing ditujukan untuk peserta. Closing diakhiri oleh pengumuman juara umum. Setelah semua peserta keluar dari MPB, kepala sekolah memberikan ucapan selamat pada hasil usaha kami. Kami berfoto bersama. Saat setelah semua selesai, ada diantara kami berpelukan lama dan meneteskan air mata. Tertawa dan terdiam. Ada yang menggigil karena kehujanan. Ketua OSIS pun ikut kehujanan.

Hari keempat menjadi titik penghabisan bagi kami. Dekorasi banyak yang rusak diterpa hujan, lapangan berantakan, semua basah dan becek. Tapi semuanya indah.

 Selamat bagi kami, kami berharap SONLIS 2012 dapat memberikan kesan baik bagi peserta. Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara kami. Guru-guru, Pembina dan semuanya. SONLIS bagi kami banyak salahnya namun kesalahan itu menjadi pelajaran bagi kami untuk tidak mengulangi kesalahan itu lagi.

Sonlisku
Akhirnya ada bagian buat gua bercerita tentang Sonlis yang gua alami. Acara ini Kereeennn banget dah.

Saat jadi panitia


Gue di Sonlis jadi event organizer ato EO Seni budaya dan olahraga. Icon gue si Lynx yang menurut gue paling keren dibanding yang lain. Soalnya dia punya banyak mata dan banyak tangan. Berkeahlian seni dan olahraga. Sebelum jadi EO gue sempet nolak soalnya ada beberapa hal yang ngebuat gua gak bisa. Tapi dengan ngeliat keadaan yang ada, akhirnya gue relain sebagian waktu gue untuk acara ini. Diawal gue gak semangat sama acara ini. Males buat ngawasin peringatin serta ngingetin dan ngobrol bareng koordinator di bawah gue. Yang pertama karena gue bingung apa yang harus gue lakuin pas jadi EO. Yang kedua tabiat males gue lagi kambuh. Yang ketiga gua merasa terasing di BPH sonic linguistic 2012. Ketiga hal itu yang buat gue gak respect diawal-awal.

Kalo gue ngeliat dari empat EO yang ada, guelah yang paling ganteng (iyalah, kan Cuma gua yang cowo) tapi paling ancur lombanya. Saat perpindahan semester gua mencoba berubah dan sadar akan pentingnya acara ini. Di semester dua gua mencoba lebih respect sama bawahan gua, lebih sering Tanya a daripada b ke si A, dan Tanya b daripada a ke si B.  Semua  hal menjadi lebih baik.

Lomba yang paling gua perhatiin yaitu basket. Karena terkadang lomba itu ngebutuhin gue (padahal ga ada gua, juga bisa terealisasi). Terus lomba ini yang sangat paling bekerja keras dibandingkan 17 lomba lain. Karena diadakan tiap hari di lapangan, panas-panasan. Ngepel lapangan habis hujan. Ngecat lapangan siang, sore, malem, pagi, karena ngecatnya ngedadak. Beli cat bulak balik ke toko yang cukup jauh harus naek kendaraan. Mahal pula catnya. Perubahan jadwal pertandingan (diundur) karena hujan. Wasit yang belibet tentang pembayaran honor (pembayarannya ga jelas boz!!!). Belum lagi panitia basket yang Cuma enam orang anggotanya, sehingga ngebuat mereka harus nonstop empat hari dilapangan tanpa ada yang gantiin. Kasian banget ya!!!

 Lomba yang paling gua sesalin adalah LKBB, kalo gua tau sebelumnya kalo acaranya kaya gini, gua akan buat acara ini jadi lebih meriah.

Pas dipertengahan perjalanan saat gua udah ngerasa baikan sama sonlis, ternyata ada teman lain yang dulunya semangat banget melebihi gua jadi berbalik arah. Gua gak ngerti (titik).  Ada juga yang gua kira baik hubungannya selalu, menjadi sama kaya gua pas dulu kala yang gua udah seimbangin sekarang.

Dari kelima lomba LYNX, banyak yang harus dievaluasi. Cukup nyesel juga karena kerja gua setengah-setengah, gak full ngejalanin semuanya. Jujur ada hal yang mengganjal yang ngebuat gua buta dengan acara ini.

Gua bangga banget jadi bagian dari SONLIS 2012. Pas penutupan semua kekesalan sebelumnya gua ilangin. Gua isi pake yang enjoy dan gua senyum mulu pas Closing itu. Tapi disisi lain gua ngeliat bph lain Cemberut (uaahahahaha gua ketawa sendiri waktu itu). Entah apa masalah mereka sehingga acara yang udah selesai ini jadi beban tersendiri. Gua naek ke panggung saat penyerahan hadiah (bareng badut LYNX). Terus acaranya dilanjutin pake video. Videonya bikin gua terharu, inget sama semua perjuangan yang udah dilakuin. Setelah ditutup semuanya senang gak ada lagi yang kesel tapi ada aja yang nangis terharu. Para EO Sains, jurnalistik, bahasa berpelukan, seneng banget sonlis udah selese, Cuma EO seni budaya olahraga yang engga ikutan pelukan(sial!!!).

Semua hal yang bikin gua kesel semuanya menjadi hikmah dan bikin gua geregetan untuk memperbaiki semuanya.

Freestyle, joget atau apalah itu beraksi
Supernova ditunjuk buat tampil pas nanti opening SONLIS si Rosyad dan gua dan huda iya aja. Ya sudahlah kami jalani semua. Langsung lah kami menyusun gerakan aneh (Rosyad deh yang kebanyakan buat). Menyusun musiknya dan mencocokan gerakannya dengan music.

Seminggu sebelum Opening barulah kita latihan secara intensif. Hampir setiap sore seperti biasa kita latihan di living room lantai satu. Ampe adzan maghrib datang, aroma living room jadi berubah. Terkadang habis isya ampe malem-malem pun kami latihan sampai guru asrama menyuruh kami istirahat tapi lebih sering sampai kami tertidur di situ. Sempet ada selek diantara kami karena ketidak komitmenan sesorang buat latihan.

Di hari Opening Sonlis 2012,  gua, rosyad dan huda bergoyang, menutup acara opening SONLIS 2012 yang sempet di cap bosen sebelumnya oleh beberapa orang. Rosyad berhasil membuat cewek-cewek berteriak, huda sukses membuat cowo-cowo juga teriak, dan gua sukses membuat penonton diam. Hari ini kami sukses membuat peserta punya feel awal di  SONLIS 2012.

Closingnya kami diminta lagi, tapi kami cukup ragu karena Cuma ada waktu satu minggu untuk latihan. Kami tetap menerimanya. Kini bukan gua, rosyad dan huda doang yang bakal joget. Kami nambah orang untuk ikut joget kelak; ada, dino, rifai, dinyo, barqi (si ganteng), baju (bayu). Memang gak sematang opening persiapannya tapi kami yakin Bisa.

Kita latihan ampe larut malam, ada yang besoknya ulangan. Huft… kali ini kita dominan ke shuffling, kalo pas opening rata, antara shuffling, robot dan aliran dancenya si rosyad (gatau namanya) yang didapat dari internet.

Closing tiba dan kita berjoget. Suasananya enak pas opening, lebih rame bro. terus pas opening juga semuanya masih seger dan bertenaga. Tapi cukup kerenlah.

Intinya gua seneng sama SONLIS 2012. Yang gua liat ini cerminan dari Moment 13:44. Bisa dibandingkan dech. SONLIS 2012 hampir bikin gua mengulang perasaan gua kaya pas moment 13:44. Mantab dah!!! Semoga Sonlis selanjutnya habis SONLIS 2012 bisa lebih baik dan ngasih kejutan yang lebih kewren dari ini. Gua tungguin dah.

NB: Tentang Sonlis 2012 ada yang lebih lengkap infonya di blog lain yang ikut lomba JOTS.


Continue reading →
Rabu, Maret 28

Perhimpunan Indonesia yang Nasionalisme

0 komentar

Para Tokoh Perhimpunan Indonesia
Perhimpunan Indonesia merupakan sebuah organisasi pergerakan Naional yang berpaham Nasionalisme. Berjuang untuk bangsa dengan beraktivitas di luar tanah air.

Perhimpunan Indonesia biasa disingkat PI merupakan perhimpunan politik pelajar Indonesia di negeri Belanda yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Perhimpunan yang pada mulanya bernama Indosische Vereniging merupakan organisasi sosial yang bertujuan memperhatikan kepentingan bersama penduduk Hindia Beleanda di negeri Belanda. Lama kelamaan muncul kepentingan politik di kalangan mereka dan akhirnya corak perhimpunan ini berubah menjadi corak politik.

Seusai perang dunia I tahun 1918, pelajar dan mahasiswa Indonesia di Belanda makin banyak. Perasaan nasionalisme dan antikolonialisme serta anti imperialisme di kalangan mereka semakin menonjol, sehingga dalam Indische Vereniging muncul dua kelompok. Yang pertama kelompok moderat, dipimpin oleh seorang Indonesia yang terkenal sebagai penyair dalam bahasa Belanda, Noto Suroto. Mereka kemudian mendirikan organisasi bernama Nederlands-Indonesische-Verbond dengan tujuan tetap memelihara hubungan Hindia Belanda dengan Belanda. Kelompok kedua yang bersifat progresif, mempunyai tujuan politik ke arah Indonesia Merdeka. Lebih-lebih sejak adanya seruan Presiden Amerika Woddrow Wilson tentang hak kemerdekaan bangsa-bangsa dan bangkitnya seluruh bangsa terjajah di Asia dan Afrika menuntut kemerdekaan, kesadaran tentang hak bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri dan merdeka dari penjajahan semakin kuat.

Sejalan dengan perkembangan ini, pada tahun 1922, Indische Vereniging berubah nama menjadi Indonesische Vereniging. Bahkan sejak tahun 1925, di samping nama Indonesische Vereniging, juga digunakan nama perhimpunan Indonesia, dan lama kelamaan tinggal nama perhimpunan Indonesia saja yang digunakan. Dengan demikian, Perhimpunan Indonesia semakin tegas bergerak di bidang politik. Asas perhimpunan Indonesia adalah “mengusahakan suatu pemerintahan untuk Indonesia, yang bertanggung jawab hanya kepada rakyat Indonesia, dan hal ini hanya dapat dicapai oleh bangsa Indonesia, tidak pertolongan apapun”. Untuk mempercepat tercapainya tujuan ini, segala jenis perpecahan harus dihindarkan.

Meskipun pada hari itu Volksraad telah dibentuk, pemerintah Hindia Belanda tidak bertanggung jawab kepada Volksraad, melainkan kepada pemerintah Nederland. Dengan Demikian, jelas  bahwa Perhimpunan Indonesia menuntut Volksraad diganti dengan parlemen yang sebenarnya, sehingga pemerintah bertanggung jawab kepada parlemen Indonesia.

Sejak tahun 1923, Perhimpunan Indonesia aktif berjuang untuk tujuan yang diinginkan, dan sejak tahun ini pula, perhimpunan Indonesia keluar dari Indonesische Verbond van Stunderenden, suatu perkumpulan gabungan organisasi mahasiswa Indonesia, Belanda, Indo Belanda dan peranakan Cina yang berorientasi pada Indonesia dalam satu kerja sama, karena dianggap tidak perlu lagi. Pada tahun ini pula Perhimpunan Indonesaia  menerbitkan sebuah buku yang menggemparkan kolonialis Belanda, berjudul Gedenkboek 1908-1923 Indonesische Vereneging. Majalah bulanan Hindia Putra yang diterbitkan sejak tahun 1916 kemudian diubah menjadi Indonesia Merdeka.

Politik Perhimpunan Indonesia makin bergeser ke arah perjuangan kemerdekaan Indonesia terutama sejak datangnya dua meahasiswa yang kemudian menjadi ketua Perhimpunan Indonesia, yakni Ahmad Subarjo pada tahun 1919 dan Mohammad Hatta pada tahun 1921. Pada permulaan tahun 1925 disusunlah suatu anggaran dasar baru yang merupakan penegasan tujuan Perhimpunan Indonesia, yakni tercapainya kemerdekaan Indonesia. Ditegaskan dalam anggaran dasar baru ini bahwa kemerdekaan penuh bagi Indonesia hanya akan diperoleh dengan aksi bersama yang dilakukan serentak oleh seluruh kaum nasionalis dan berdasarkan kekuatan sendiri. Untuk itu sangat diperlukan kekompakan seluruh rakyat.

Sementara itu, kegiatan Perhimpunan Indonesia meningkat menjadi non-kooperatif dengan meninggalkan sikap kerja sama dengan kaum penjajah. Di tingkat nasional, Perhimpunan Indonesia berusaha agar masalah Indonesia mendapatkan perhatian dunia. Mereka membina hubungan dengan beberapa organisasi internasional, seperti komintern, Liga Penentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial yang di bentuk di Jerman, dan mengikuti kongres-kongres internasional yang bersifat humanis. Dalam kongres ke-6 Liga Demokrasi Internasional yang diadakan di Paris pada bulan Agustus 1926, Mohammad Hatta dengan tegas menyatakan tuntutan untuk kemerdekaan Indonesia. Kejadian ini menyebabkan pemerintah Belanda mencurigai Perhimpunan Indonesia. Kecuriagaan ini makin bertambah ketika Mohammad Hatta, atas nama Perhimpunan Indonesia, menandatangani suatu perjanjian (rahasia) dengan Semaun pada bulan Desember 1926 yang isinya  menyatakan bahwa PKI mengakui kepemimpinan  Perhimpunan Indonesia dan bersedia bekerja sama menghidupkan perjuangan kebangsaan rakyat Indonesia di bawah kepemimpinan Perhimpunan Indonesia.

Dalam kongres ke-1 Liga Penetang Imperialisme dan Penindasan Kolonial di Brussels pada bulan Februari 1927 yang dihadiri antara lain oleh wakil pergerakan negeri-negeri terjajah, Perhimpunan Indonesia atas nama PPPKI di Indonesia juga mengirimkan wakilnya, yang terdiri atas Mohammad Hatta, Nazir Pamoncak, Gatot dan Ahmad Subarjo. Kongres antara lain mengambil keputusan: (1) Menyatakan simpati sebesar-besarnya kepada pergerakan kemerdekaan Indonesia dan akan menyokong usaha tersebut dengan segala daya; (2) Menuntut dengan keras kepada pemerintah Belanda agar memberikan kebebasan bekeja untuk pergerakan rakyat Indonesia dan menghapus hukuman pembuangan dan hukuman mati.

Dalam kongres keduan yang diadakan di Brussels pada 1927, Perhimpunan Indonesia juga ikut, dan keputusan yang diambil mengenai masalah Indonesia sebenarnya merupakan ulangan keputusan kongres pada bulan Februari sebelumnya. Akan tetapi setelah liga didominasi oleh golongan komunis, Perhimpunan Indonesia segera keluar dari liga.

Propaganda selalu dilancarkan oleh Perhimpunan Indonesia. Makin lama makin keras. Karena itu, pemerintah Belanda mengambil tindakan keras pula terhadap Perhimpunan Indonesia. Pada bulan Juli 1927dilancarkan penggeledahan di beberapa rumah kediaman pengurus Perhimpunan Indonesia kemudian dituduh menghasut umum untuk mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah, dan pada tanggal 10 Juni 1927 empat anggota pimpinannya yakni Mohammad Hatta, Abdulmajid Djojoadiningrat, Nazir Pamoncak, dan Ali Sastromidjojo, ditangkap dan ditahan sampai tanggal 8 Maret 1928. Namun dalam pengadilan tanggal 22 Maret 1928 di Den Haag, mereka dibebaskan dari tuduhan karena tidak terbukti bersalah.

Di masa krisis dunia tahun 1930, Perhimpunan Indonesia mengalami kemunduran dan makin lama makin tidak terdengar lagi. Hal ini disebabkan terutama oleh banyaknya tokoh Perhimpunan Indonesia yang kembali ke Indonesia. Sejak tahun 1930 juga, majalah Indonesia merdeka dilarang masuk ke Indonesia.

Di Lingkungan pergerakan Indonesia sendiri, pengaruh Perhimpunan Indonesia cukup besar antara lain terhadap berbagai pembentukan stidieclub, seperti Indonesische Studieclub di Surabaya,  Algmene Studieclub di Bandung, studieclub-studieclub di Yogyakarta, Jakarta, Solo, dan sebagainya. Selain itu, Perhimpuan Indonesia secara langsung mengilhami berdirinya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1927, Jong Indonesische pada tahun 1927, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) pada tahun 1926.

Sumber : Ensiklopedi Nasional Indonesia, Buku Sejarah 2 SMA kelas XI program IPA Penertbit Yudhistira.

Continue reading →

Sarekat Islam dalam Mempertahankan dan Memperjuangkan Paham dan Kemerdekaan

1 komentar
H.O.S. Cokroaminoto merupakan salah satu tokoh SI


Sarekat Islam adalah organisasi yang berjuang untuk Indonesia. Mencoba mempertahankan dan memperjuangkan paham Pan Islamisme yang selalu diusik oleh lawannya dan penyusup.

Sarekat Islam adalah suatu organisasi pergerakan nasional di kalangan kaum muslimin, yang berkembang sebagai organisasi massa rakyat Indonesia yang pertama. Organisasi ini bermula dari Sarekat dagang Islam yang didirikan di Solo oleh H Samanhudi pada akhir tahun 1911. Setelah mengalami masa kejayaannya tahun 1916 sampai 1921, organisasi ini sedikit demi sedikit mengalami kemunduran, karena adanya penetrasi dari kaum Marxis dan perpecahan organisasi akibat  perbedaan pandangan politik diantara pemimpin-pemimpin organisasi.

Sarekat Dagang  Islam mula-mula didirikan oleh kalangan pedagang batik di desa Lawehan, Solo. Persaingan di bidang batik yang makin meningkat antara pedagang pribumi dan pedagang Cina, dan sikap superioritas orang Cina terhadap orang Indonesia setelah berhasilnya Revolusi Cina tahun 1911, mendorong pedagang-pedagang batik pribumi menghimpun diri. Selain karena alasan diatas, pedagang batik Solo juga merasakan tekanan dari bangsawan setempat. Atas kepeloporan H Samanhudi, saudagar batik dari Lawehan, Solo, dan dukungan R.M. Tirtoadisuryo,seorang  wartawan yang pernah mendirikan Sarekat Dagang Islamiyah di Jakerta (1909) dan di Bogor (1911), didirikanlah Sarekat Dagang Islam.

Anggaran dasar pertama tertanggal 11 November 1911 dirumuskan oleh R.M. Tirtiadisuryo. Tujuan organisasi menurut anggaran dasar adalah; berikhtiar meningkatkan persaudaraan diantara anggota, dan tolong menolong dikalangan kaum Muslimin; berusaha meningkatkan derajat kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta kebebasan Negeri. Organisasi ini berhasil meluas sampai masyarakat bawah. Hal ini  membuat pihak pengusaha khawatir, lebih-lebih setelah kegiatan para anggota di Solo meningkat tanpa dapat diawasi oleh pengurus setempat. Kerusuhan meningkat dan perkelahian yang melibatkan orang Cina kerap terjadi. Pemogokan dilancarkan oelh pekerja di perkebunan Krapyak di Mangkunegaran. Pihak penguasa menganggap hal ini disebabkan oleh Sarekat Dagang Islam. Oleh sebab itu, pada awal agustus 1912, residen Surakarta segera membekukan organisasi ini, SDI dilarang menerima anggota baru dan mnegadakan rapat-rapat. Penggeledahan terhadap tokoh-tokoh organisasi dilakukan, tetapi tidak menemukan bukti-bukti bahwa Sdi memang berbahaya. Pada tanggal 26 Agustus 1912, pembekuan ini dicabut dengan syarta bahwa anggaran dasar organisasi ini diubah,  dan organisasi ini terbatas di daerah Surakarta saja. Sekalipun demikian, tetapi anggota SDI terus bertambah, tidak saja di Surakarta tetapi di daerah lain di Jawa.

Sementara itu di lingkungan organisasi muncul pemimpin baru yakni H. Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto. Tanpa memperhatikan persyaratan yang dituntu Residen, Tjokroaminoto menyusun anggaran baru: organisasi ini dinyatakan meliputi seluruh Indonesia, dan kata “dagang” dihapuskan. H. Samanhudi diangkat menjadi ketua Sarekat Islam (SI), dan Tjokroaminoto Komisaris. Anggaran dasar organisasi ini disahkan dengan akta di Surabaya pada tanggal 1912, dan segera diajukan kepada pemerintah guna mendapatkan persetujuan.

Dilihat dari anggaran dasar yang bar, SI bertujuan mengembangkan jiwa dagang, menberi bantuan kepada anggita yang menderita kesukaran, memajukan perngajaran dan memajukan semua yang dapat mengangkat derajat warga pribumi, menentang pendapat-pendapat keliru tentang Islam. Tujuan politik tidak disinggung-singgung dalam anggaran dasar ini. Akan tetapi dalam kenyataannya, seluruh kegiatan SI tidak lain adalah daripada untuk mencapai suatu tujuan kenegaraan. Keadilan dan kebenaran selalu diperjuangkan dengan gigih oleh organisasi, misalnya terhadap praktik-praktik penindasan dari pemerintah. Dalam kongresnya yang pertama pada bulan Januari 1913, Kegiatan SI bersifat menyeluruh kepada segenap pelosok tanah air. Dalam kongres ditetapkan wilayah SI dibagi tiga bagian, Wilayah Jawa Barat yakni  Jawa Barat, Sumatra dan pulau-pulau daerah Sumatra, wilayah jawa Tengah yang meliputi Jawa Tengah dan Kalimantan, wilayah Jawa Timur yang meliputi Jawa Timur, Sulawesi, Bali, Lombok, Sumbawa dan pulau-pulau lainnya di wilayah Indonesia Timur. Cabang-cabang SI ini berada di bawah pengawasan SI pusat di Surakarta, yang dikertuai oleh H. Samanhudi.

Pemerinatah Hindia Belanda sangat berhati-hati menghadapi situasi yang demikian hidup dan mengandung unsur-unsur Revolusioner  ini. Pemerintah akhirnya menolak memberikan pengakuan terhadap SI pusat, dan hanya memberikan pengakuan terhadap SI lokal. Sampai tahun 1914 ada 56 SO lokal ayng diakui badan hukumnya. Keputusan ini tentu saja mempengaruhi struktur organisasi SI. Struktur pusat dan cabang yang ditetapkan dalam kongren tidak dapat diterapkan. Jalan keluar dicari, persyaratan dari pemerintah dipenuhi, tetapi juaga dikembangkan kerja sama antara SI lokal. Untuk itu, dalam suatu pertemuan di yogyakarta pada tanggal 18 Februari 1914 diputuskan untuk membuat pengurus sentral.

Pada tahun 1915 didirikanlah Central Sarekat Islam (CSI) berkedudukan di Surabaya, yang tujuannya memajukan, membantu, dan memelihara kerja sama antara SI lokal. Pengurus CSI terdiri atas H. Samanhudi sebagai ketua kehormatan, Tjokroaminoto sebagai ketua, dan Gunawan sebagi wakil ketua. Semua SI lokal merupakan anggota CSI. Pada tanggal 19 Maret 1916, CSI ini baru diakui pemerintah dengan syarat wajib mengawasi tindakan-tindakan pengurus dan SI lokal. Snebtara itu, jumlah anggota dan cabang SI terus berkembang dengan pesat, dan SI menjadi organisasi massa yang pengaruhnya sangat terasa dalam kehidupan politik Indonesia. Pada tahun 1916, cabang SI lokal di sleuruh Indonesia  berjumlah 181 cabang, dengan anggota seluruhnya 700.000 orang. Jumlah cabang yang mengikuti kongres tahun ini sebanyak 75 cabang. Sebagai perbandingan, Budi Utomo di masa kejayaannya tahun 1909 hanya memiliki anggota 10.000 orang.

Pada periode stelah 1916, wawasan SI adalah wawasan nasional yang bertujuan terbentuknya suatu bangsa. Inilah sebabnya sejak tahun 1916 ini kongres tahunan SI disebut kongres Nasional. Dalam kongres Nasional SI pertama tahun 1916, berhasil dirumuskan sifat politik SI, yang kemudian disahkan pada kongres Nasional partai yang kedua tahun 1917. Isi pokok politik organisasi, antara lain, mengharapkan hancurnya kapitalisme yang jahat dan memperjuangkan agar rakyat pada akhirnya nanti dapat melaksanakan pemerintahan sendiri.

Sejalan dengan perkembangan SI yang sangat pesat, orang-orang sosialis yang tergabung dalam ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereneging) seperti Sneevliet, P. Bergsma, H.W. Dekker berusaha memanfaatkan SI sebagai jembatan ISDV kepada massa rakyat Indonesia. Dengan menggunakan taktik infiltrasi, orang-orang sosialis ini berhasil menyusup ke tubuh SI, dan menyebarkan paham Marxis di lingkungan anggota SI. Dalam satu tahun, Sneevliet dan kawan-kawannya telah memiliki pengaruh yang cukuup kuat di kalangan anggota SI. Keadaan buruk akibat perang Dunia I, panen padi yang jelelk, serta ketidakpuasan buruh perkebunan terhadap upah ayng rendah  merupakan isu-isu yang menguntungkan bagi propaganda mereka. Selain itu, CSI sebagai koordinator SI lokal masih lemah dan kondisi kepartaian pada waktu itu memungkinkan seseorang sekaligus menjadi anggota beberapa partai. Ini semua memudahkan mereka melakukan Infiltrasi ke tubuh SI. Banyak anggota SI yang ditarik menjadi anggota ISDV. BahkanSneevliat berhasil menarik beberapa pemimpin muda SI menjadi pemimpin ISDV. Yang terpenting adalah Semaun dan Darsono. Mereka berdua tahun 1916 menjadi SI cabang Surabaya. Semaun kemudian pindah ke Semarang, dan menjadi pemimpin SI Semarang, yang sebelumya memang telah menerima banyak pengaruh dari Sneevliet. Semarang sendiri merupakan tempat pertama kali ISDV didirikan tahun1914. Dengan usaha Semaun yang gigih, SI Semarang mengalami perkembangan peesat. Pada tahun 1916 anggotang sudah 1700 orang, dan tahun1917 berjumlah 20.000 orang.

Semaun, Darsono dan kawan-kawannya, yang berorientasi Marxistis, senantiasa melancarkan oposisi terhadap kepemimpinan Tjokroaminoto. SI Semarang tidak hanya menyerang pemerintah dan kapitalis asing, tapi juga menyerang CSI. Hal ini menimbulkan krisis kepemimpinan dalam organisasi SI. Sementara pertentangan antara pendukung paham islam dan pendukung paham Marxis terus bergolak. CSI melihat munculnya  kesulitan-kesulitan dengan SI Semarang adalah akibat keterlibatan ISDV. Oleh sebab itu, dalam kongres SI bulan Oktober 1917, organisasi memutuskan segala hubungan organisasi dengan ISDV.

Pertentangan tentang haluan politik partai telah muncul dalam kongres Nasional kedua tahun 1917. Ditegaskan dalam kongres bahwa tujuan perjuangan organisasi adalah terwujudnya pemerintahan sendiri, dan menentang segala bentuk penghisapan oleh kapitalis. Akan tetapi terdapat dua pendirian yang saling bertentangan. Abdul Muis dan H. Agus Salim berpendirian bahwa untuk mencapai tujuan organisasi perlu ditempuh dengan cara-cara yang legal. Sementara Semaun dan Darsono, berpendirian bahwa apabila ingin mencapai apa yang dicita-citakan, organisasi harus meninggalkan segala bentuk kerja sama dengan pemerintah. Dalam pembahasan Volkskraad yang akan dibentuk pemerintah, pertentangan diantara kedua kubu inipun terjadi. Abdul Muis menganggap Volkskraad sebagai langkah untuk mendirikan dewan perwakilan yang sebenarnya, dan dengan ikut dalam volkskraad, SI dapat membela kepentingan rakyat. Semaun berpendirian lain. Volkskraad baginya hanyalah akal kaum kapitalis untuk mengelabui rakyat jelata guna memperoleh keuntungan yang lebih besar. Abdul Muis dan kawan kawan lebih mendapat dukungan, dan diputuskan bahwa SI tetap bergerak melalui jalan legal,dan ikut berpartisipasi dalam Volkskraad. SI kemudian ikut dalam musyawarah Komite Nasional tahun 1917 tentang pemilihan anggota-anggota Indonesia untuk Volkskraad yang akan dibentuk. H.O.S. Tjokroaminoto akhirnya diangakat oleh pemerintah menjadi anggota Volkskraad setelah volkskraad dibentuk tahun 1918. Sementara itu, abdul Muis menjadi anggota volkskraad yang terpilih.

Pertentangan antara kubu Abdul Muis dan Kubu Semaun ini terjadi dalam hal Indie Weerbar Actie (aksi Ketahanan Hindia). Terjadi perbedaan yang tajam antara mereka, tidak hanya pertikaian antara dua kubu, tetapi meluas sampai masalah-masalah pribadi. Pertikakaian ini kmeudian diselesainkan secara resmi dalam kongres Nasional SI di Surabaya pada tahun 1918 bulan Oktober dengan keduanya membatasi setiap pertentangan yang muncul. Akan tetpai usaha tersebut juga tidak mampu menjembatani kedua kubu ini.

H.O.S. Tjokroaminoto dan Abdul Muis menjadikan Volkskraad sebagai forum untuk mengemukakan tuntunan-tuntunan partai seperti yang diputuskan dalam kongres. Keduanya bekerja sama dengan wakil-wakil lain yang sehaluan dalamm fraksi Radicale Concentratie dengan maksud mempercepat realisasi badan perwakilan sesungguhnya. Akan tetapi masalah pertisipasi partai di Volkskraad menghangat kembali setelah penolakan dewan atas morsi partai unutk mengurangi luas tanah yang dipergunakan untuk penanaman tembakau. Beberapa pemimpin SI yang pada mulanya menyetujui partisipasi partai dalam volkskraad mulai mempersoalkan perlu dan tidaknya partisipasi ini. Sosrodarsono, sekretaris CSI, menuntut agar Tjokroaminoto dan Abdul Muis meninggalkan dewan. Sikap Si terhadap volkskraad kemudian berubah sama sekali. H. Agus Salim yang semula sangat mendukung SI dalam volkskraad mencap bahwa volkskraad tidak lebih dari “komedi kosong”, demikian juga Indiee Weerbaar Actie. SI mulai bersikap lebih radikal. Jika pada tahun 1915-1916an semboyan SI masih “kerjasama dengan pemerintah untuk kepentingan Hindia”, pada tahun 1918 semboyan ini berubah menjadi menentang pemerintah dan kapitalis yang jahat. Dalam Kongres Nasional di Surabaya tahun 1918, yang dihadiri oleh 87 SI lokal, pemerintah jajahan dikecam dengan hebat. Pemerintah dituduh hanya melindungi kepentingan kapitalis tanpa menghiraukan nasib rakyat kecil. Pegawai-pegawai pemerintah pribumi dicap sebagai alat penyokong kapitalis. SI menuntut perbaikan syarat-syarat perburuhan, adanya pemerintahan sendiri, adanya undang-undang kepemilikan, hak angket dan interpelasi volkskraad, perwakilan yang seimbang, dsb.

Sejalan dengan perubahan haluan politik SI ke arah non kooperasi, golongan marxis mendapatkan jabatan di dalam tubuh CSI. Sehingga mereka memiliki pengaruh yang semakin kuat. Pada kongres Nasional di Surabaya tahun 1918, Darsono, Prawoto Sudibyo dan Semaun mendapatkan kursi di CSI yang baru. Walaupun H.O.S tjokroaminoto dan abdul Muis masih menjabat sebagai presiden dan wakil presiden. Kepengurusan dari kaum marxis tersebut merupakan sebuah kemajuan besar bagi golongan itu. Pada Kongres Nasional SI tahun 1919 masalah kelas sedang menghangat. Dalam kongres disusun serikat buruh dan dibentuk vaksentraal buruh. Kemudian semuanya dibuktikan dengan berdirinya PPKB (Persatuan Pergerakan Kaum Buruh) pada 15 Desember 1919.

Pemebentukan serikat ini menimbulkan persaingan antara Abdul Muis, H. Agus Salim dan kawan-kawan dengan Semaun, Darsono dan kawan-kawan. Kedua pihak menginginkan menguasai PKBB tersebut. Suryopranoto sebagai wakil presiden PPKB ingin memindahkan pusat PPKB dari Semarang ke Yogyakarta. Semaun menuduh hal ini sebagai usaha untuk menghapuskan kaum komunis. Kedua belah pihak saling mnegecam. Pada tahun 1921 bulan Juni Semaun menyatakan PKBB bubar dan diganti dengan Revolutionare Vakcentrale, nama yang sebelumnya diusahakan oleh Komunis saat penamaan PPKB. Pembubaran ini  tidak diakui oleh Suryopranoto, dalam rapat yang diadakan bulan Juli 1921 ditegaskan bahwa PPKB masih berlanjut.

Pada tahun ini SI berada di puncak kejayaan. Dengan memiliki jutaan anggota. Namun di tahun ini juga merupakan titik balik perkembangan SI. Pertentangan, pertikaian, perbedaan ideologi menjadi corak yang dalam kubu SI kini. Masalah-masalah tersebut membuat keretakan dalam hubungan organisasi. Dalam kongres Istimewa bulan Maret tahun 1921 yang diselenggarakan di Yogyakarta dilakukan penyusunan tafsir baru, antara lain mengenai kompromi antara kelompok yang bertikai. Walaupun demikian, orang yang terpengaruh ISDV selalu menjadi Oposisi kebijakan yang dilakukan oleh SI. Ini menimbulkan kebencian terhadap kaum komunis yang mendorong SI untuk mengeluarkan golongan komunis dari tubuh SI. Dalam kongres di Surabaya pada bulan Oktober tahun itu juga dibahas mengenai disiplin partai. Diputuskan bahwa anggota SI dilarang untuk memiliki organisasi ganda. Mereka harus memilih atau keluar dari SI. Beberapa SI lokal menentangnya, seperti dari Salatiga, Semarang, Sukabumi dan Bandung. Akan tetapi suara terbanyak menyetujui disiplin partai tersebut. Maka dari itu anggota SI menyusut. Anggota yang terpengaruh ISDV keluar dari SI. Untuk menggairahkan kembali organisasi, maka SI mulai bergerak ke arahh keagamaan. Dibentuklah Komite Kongres Al Islam bersama dengan Muhammadiyah dengan mencoba menyebarkan paham Pan Islamisme. Hubungan dengan gerakan islam di luar negri segera diusahakan.

Kepercayaan partai kepada pemerintah perlahan menurun, lalu lenyap dengan segera. Sehingga organisasi benar-benar bersifat non kooperatif. Penahanan Tjokroaminoto oleh pemerintah selama kurang lebih tujuh bulan dari 1921-1922 karena tuduhan keterlibatan dengan gerakan SI afdeeling B di Jabar, menghilangkan kesediaan partai untuk patuh pada pemerintah.

Dikalangan SI muncul gagasan untuk melakukan reorganisasi. Susunan organisasi lama dianggap sudah tidak cocok. Juga dapat membahayakan kepemimpinan organisasi. SI lokal dapat bergerak lebih bebas dibandingkan CSI yang bertanggung jawab atas tindakan SI lokal. Maka dalam kongres ketujuh bulan Februari 1923 dibahas kemungkinan SI untuk mundur dari volkskraad. Dalam kongres ini pula diputuskan akan adanya reorganisasi. SI akhirnya diubah menjadi Partai Sarekat Islam.

Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia.
Continue reading →

Labels