Tampilkan postingan dengan label Insan Cendekia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Insan Cendekia. Tampilkan semua postingan
Minggu, Agustus 10

For Foranza

0 komentar
“...untuk memperingati tahun baru Hiijriyah selama empat hari yang tanggalnya merah, kalian Libur, dan kalian boleh pulang kerumah...”. Sontak seisi mesjid ramai bersorak tertahan mendengar pengumuman yang disampaikan kepala sekolah. Sejenak setelah pengumuman, para siswa otomatis membentuk lingkaran masing-masing dengan sahabat mereka. Aku beranjak menuju serambi kiri mesjid, Ulum memanggil dan mengajakku.
“Jalan-jalan yuk”. Ulum mengajakku untuk liburan bersama. Secara sadar aku menjawab
“Ceremai!, oke deh,  gua bilang ortu dulu”. 
***
“Galang juga langsung ngerti Tas”. 
“Yaudah deh, kita langsung siapin aja”.
“Tapi jangan bilang-bilang siapa dulu, tar kalo ga jadi bisa memalukan”. Langsung kami menyusun strategi untuk menuju gunung tertinggi di  Jawa Barat. Bagiku ini akan menjadi perjalanan kedua kalinya. 
Di kamar salah satu gedung F, Retas menuliskan apa yang harus dibawa, jadwal dan apa yang harus dilakukan pada tanggal enam belas sampai kami kembali pada tanggal delapan belas November pada kampus Insan cendekia ORI.
Wajah serius, sedikit tawa dan diam-diam mewarnai rencana ini. Jadi beginilah rencananya. Kami akan meninggalkan MANICS sebelum salat jumat, pergi keluar dan menuju Minimarket terdekat untuk memesan tiket kereta menuju Cirebon, atau langsung ke Tanah Abang dan membeli peralatan. Lalu, pergi kerumahku yang ada di Majalengka sebelum malam tiba. Beristirahat sejenak lalu pada sore hari pergi menuju Desa Apuy, desa terakhir sebelum kami muncak. Aku kabarkan rencanaku itu pada kedua Ortuku. Awalnya mereka tak mengizinkanku, dengan lobi yang pas dan gaya seorang anak meminta pada Ortunya akhirnya aku diizinkan oleh mereka. Terimakasih ayah dan ibu tercinta. Namun dengan syarat ditemani oleh teman ayahku yang pernah menemaniku pergi muncak ke Ceremai yang pertama.  Ternyata eh ternyata, teman ayahku itu tidak bisa menemani, maka ayahku menyarankan porter untuk menemani kami menuju puncak Ceremai.
“Gak usah aja Gal, insya allah kita bisa kok”. Aku sampaikan perkataan itu pada kedua orang tuaku, dengan berat hati mereka mengizinkanku. Terimakasih ayah dan ibu tercinta sekali lagi.
Beberapa hari lagi kepulangan akan datang. Tiba-tiba ada kabar bahwa ketua angkatan cowo Foranza akan ikut serta dalam perjalanan ini. Rowi namanya. Sebelumnya dia memang mengajakku pergi ke gunung setelah Ulum memberitahuku, aku manggut saja dan sekarang dia fix akan ikut serta. Oke deh.
“Gua gak enakan sama yang lain, masa yang lain gak diajak”.
“Nanti aja deh, sekarang kan liburannya mepet, lagian yang lain juga udah punya rencan sendiri-sendiri”.
“Jaket, tas, senter, sarung tangan, kupluk...”. Kami mengeja peralatan yang disiapkan disini. Lalu yang kurang kami akan penuhi di tanah abang.
***
Pagi sebelum jam sepuluh, kami telah keluar kampus. Melangkahi ketentuan yang seharusnya setelah salat jumat. Ini harus dilakukan agar kami bisa mencapai tempat tujuan lebih cepat. 
Ke Minimarket terdekat, memesan tiket. 
“Ayo dek cepetan kalo mau mesen tiket”. Kasir memburui kami untuk cepat memberikan identitas. Kasir langsung mengetik apa yang kami sampaikan.
“Yaaaah, udah dipesan duluan sama Minimarket lain, maaf dek tiketnya habis”. Tiba-tiba sang kasir kecewa. Kamipun ikut kecewa.
“Kalo mau yang hari ini berangkatnya harus mesen langsung di stasiunnya”.
“Oh gitu ya mba, kalo yang ke sini dan tanggal ini ada ga....”. Retas membeli tiket lain untuk teman yang akan pulang di liburan semester satu. Banyak diantara teman-teman IC yang rumahnya di Jateng jauh dari BSD. Sehingga mereka menitipkan tiket menuju Kampungnya pada kami.
Dengan perasaan nekad harus sampai ke Majalengka, kami melanjutkan langsung ke tanah abang. Di Tanah Abang tiket untuk menuju Cirebon sudah habis, kata informan yang ada disana untuk jam satu siang. Kami berusaha mencari lagi untuk hari ini. Orang bilang kalo mau pesen tiket kereta ekonomi harus jauh-jauh hari. Sayang seribu sayang kami baru mengetahuinya.
Kami berusaha mencari tiket kereta menuju Cirebon. Ada!!! Tapi kereta eksekutif dan Mahal.Tapi ternyata masih Ada!!! Kereta Ekonomi berangkat pada pukul empat sore. Berarti akan menghapuskan rencana kami untuk bisa melihat sunrise di puncak.
“Berangkat jam empat nyampe jam setengah delapanan”.
“Yaudah, ga apa-apa deh”. Kami menerimanya, jikalau kami memakai bis, kami harus ke bekasi dulu dan akan memberi waktu lebih lama menuju Majalengka yang memakan sampai enam jam perjalanan.
Berempat kami berbelanja barang-barang yang diperlukan. Adzan jumat berkumandang. Kami akan salat jumat dahulu. Meleset, lalu Kami salat seperti biasa. Makan siang dan memenuhi perlatan yang diperlukan. Ceremai, kami datang.
Naik kereta pukul empat lebih, kebiasaan Indonesia. Rowi kami suruh untuk tidur di kereta, karena sebelumnya dia terlalu asik pada malam kemarin. Tiba di Cirebon pada pukul delapan malam lebih. Di stasiun Prujakan Ortuku telah menunggu, menjemput kami semua. Mereka memberiku kupluk bagus untukku keatas muncak. Kami pun pulang ke Majalengka selama sejam, makan di rumah makan langgananku saat aku pulang dari sekolah SMP ku yang berasrama.
Belanja di Tanah abang
Tiba dirumah, Majalengka. Ternyata ibu telah mempersiapkan semuanya, parafin, air minum, obat-obatan, nasi dan lauknya, nesting, dan semua yang diperlukan. Terimakasih ayah dan ibu tercinta sekali lagi. Retas, Ulum, Rowi dan aku beristirahat, mandi serta salat dan bersiap-siap sekali lagi.
Kami berangkat menuju desa Apuy. Ayah telah memesan mobil untuk kami menuju basecamp. Ternyata misskomunikasi. Sang sopir mengira kami akan berangkat besok pagi jam sepuluh. Tapi kami berencana jam sepuluh malam. Sedikit berdebat. Ayah memintaku untuk berangkat besok saja.
“Gak bisa yah, harus malam ini”. Aku sedikit membentaknya.
 Akhirnya kami membatalkan mobil pesanan yang telah membuat kami menunggu lama. Kami berangkat sendiri. Ayah tak tahu jalan, dan hampir tersesat. Sopir mobil tadi ternyata membuntuti kami, lalu mengarahkan kami menuju basecamp yang sebenarnya. Urusan pertama selesai. Mobil kuda yang ditumpangi kepanasan.
Di basecamp kami mendaftar dan menuliskan di buku tamu dengan “Foranza Sillnova”. Dari basecamp aku berpisah dengan ayah dan kakaku meminta didoakan agar selamat. Setelah itu Retas, Ulum, Rowi dan aku  menuju tempat start pendakian memakai mobil yang membantu kami tadi. 
“Seperti biasa sebelum para pendaki berangkat...kita datang disini untuk mengagumi alam yang diciptakan sang Pencipta, menyadari bahwa kita itu kecil dibandingkan dengan ciptaanNya dan kuasaNya...”. Retas memuqodimahi kami sebelum berangkat. Lalu memanjatkan doa dengan khusyu ditemani oleh angin malam dan kesunyiannya. Pemanasan agar labih enak, dan tos bersama “We R One –For Foranza- We R Here –For Foranza- Foranza –Sillnova-”. Menggema membuyarkan kesunyian yang menetap.
“Bismillahirahmanirahim, kita berangkat”. Jam satu malam kurang, dengan langkah yang pasti kami berjalan menyusuri jalan-jalan yang telah ada dan terbentuk setapak. Alang-alang menyambut kami dengan belaian mereka yang kasar menyentuh kulit. Membuat kami harus berhati-hati kalau-kalau belaian mereka terlalu kasar dan akan melukai.
Jalur yang kami lewati, aku sadari pernah aku datangi. Perjalanan kami terasa lama menuju pos satu. Aku cepat mengharapkan pos satu, satu-satunya pos yang aku datangi dulu yang memiliki atap dan tempat berteduh alias saung. Rencananya di pos itu aku akan melapisi pakaianku agar lebih hangat. Retas dan Rowi, tak nyaman dengan alas mereka yang memakai sendal biasa. Sehinggga mereka berdua mendesain sandalanya agar nyaman dipakai. Namun ternyata sendal Retas tak begitu nyaman dipakai, dia mencopot sendalnya dan tidak beralas kaki. Itu lebih nyaman baginya. Naik naik dan turun kami lewati, tanah yang basah membuat kaki-kaki mudah untuk kedinginan. Embun yang menempel di rumput mendukung tanah coklat untuk mendingini kaki-kaki kami-kami.
Akhirnya kami tiba di tempat saung seperti dulu di pos satu saat aku pertama kali mendaki Ceremai. Kami menaiki tiga anak tangga, lalu duduk di saung itu. Ngaso sebentar.
“Kita istirahat dulu sebentar disini”.
“Baru segini doang kok udah capek ya”. 
“Gara-gara dari Serpong langsung naek sih, di kereta juga lama”.
Kami membuka sebagian biskuit yang kami bawa, memakannya bersama. Hawa dingin terkalahkan oleh hangatnya persahabatan diantara anak manusia. Malam ini sepi, tak ada pendaki lain yang kami temui. Sunyi, di buku tamu saat di basecamp hanya ada satu dua rombongan yang berangkat selain kami. 
Melanjutkan perjalanan dengan lebih pasti. Aku mencari arah untuk melanjutkan perjalanan. Seingatku setelah pos satu ada petunjuk arah yang menempel di pohon menunjukan jalur selanjutnya yang harus kami tempuh. Aku cari-cari ternyata tidak ada. Mungkin sudah dicopot oleh yang lain. Kami meneruskan jalur setapak yang kami ikuti sejak awal. Harapku pada pos dua telah di depan mata.
Setelah beberapa lama.
“Tas, ada sarang laba-laba kena gue deh”. Rowi yang memimpin di depan mengabari hal yang janggal itu.
“Kok ada ya? Seharusnyakan gak ada, dua rombongan udah duluan berangkat sebelum kita”. Aku bertanya-tanya.
“Emang banyak kok Wi, gua juga kena terus dari tadi sebelum pos satu nih”. Ulum menimpali.
“Yaudah deh lanjutin aja dulu”. Akhirnya kami banyak menerobos sarang laba-laba yang menempel di kanan kiri samping kami. Terus melangkah, mengikuti jalan setapak yang memiliki semen buatan manusia.
“Sebentar!!! ada sarang laba-laba lagi  halangi jalan”. Sarang itu tersambung menjembatani dua daun yang terpisahkan oleh jalan setapak. Masih rapih, dan tidak terlihat sedikitpun cacat mewarnai sarang itu. Mungkin rombongan yang lewat sini jalannya menunduk dan tidak merusak.
Sarang Laba-laba yang ditengah jalan
“Gimana nih Tas? Kita lanjutin ga, kayaknya gak ada orang yang lewat sini sebelumnya”. Aku khawatir.
“Tau ni Gal, allah mengizinkan kita apa engga mendaki gunung in?”. Semua terdiam sejenak, berpikir dalam otaknya masing-masing. Mencari solusi atas masalah yang dihadapi.
“Mmmmm... kita lanjutin dulu dan terobos sarangnya. Mungkin didepan kita gak ketemu lagi”. Rowi langsung menerobos sarang laba-laba yang menghalangi jalan kami.
“Maaf ya laba-laba”. Rowi menyingkirkan dengan perlahan sarang yang telah dibangun laba-laba itu.
“Mungkin laba-laba buat sarangnya cepet banget kali Cuma semalem kurang”.
Terus jalan, ditengah dinginnya hawa Ceremai yang terkalahkan oleh hangatnya keringat-keringat yang keluar dari pori-pori. Keringat yang telah keluar akan terasa dingin. Aku  rasa kostumku yang telah berlapis itu salah. Menghambat perjalananku karena kepanasan. Melewati pertigaan yang tidak aku sadari keberadaannya.
Ditengah perjalanan kami menemui  kembali sarang laba-laba yang lain. Lebih rapih dan menutup jalan. Dari atas sampai bawah. Tidak mungkin orang bisa menunduk melewatinya, karena pasti akan mengenai sarang laba-laba itu.
“Gimana ni?”.
“Kita balik lagi aja, cek pertigaan yang kita lewati tadi”. Dipertigaan itu terlihat tanda panah. Menuju puncak dan menuju apuy. Kami mencoba ke jalan yang lain. Ternyata jalannya menurun. Lebih tertutup oleh semak-semak dan dahan pohon. Kami ragu itu jalan yang benar. Kami bolak balik dengan ragu.
“Bismillahirahmanirahim aja deh, kita lewatin sarang laba-laba tadi”.
“Oke deh, maaf lagi ya laba-laba”. Kami melanjutkan perjalanan. Bercakap-cakap tentang perjalan ini. Terkadang bercanda membicarakan kisah orang yang diputar-putar perjalanannya sehingga tak mencapai tujuan. Tiba-tiba...
“Loh kok ada saung lagi? Pos satu lagi ya?”. Aku sedikit terkejut. Melihat dan memperhatikan ternyata sama. Ada saungnya, persis seperti waktu aku mendatangi pos satu saat pertama kali.
“Beneran lo Lum?...Gal, Cuma pos satu yang ada saungnya kan?”. Retas bertanya padaku yang lebih tau kondisi.
“Iya jeh, pas pertama kali ke Ceremai, gua Cuma nemuin satu saung doang”. Kawan yang lain deg-degan. Khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Kami terus mendatangi saung itu, mendekat dan terus mendekat. Mencoba menentang perasaan khawatir kami.
“Eh, tapi ini bukan saung yang tadi deh, soalnya gak ada tangganya”. Beberapa meter sebelum sampai saung, Ulum mengabarkan situasi yang terjadi.
“Oiya, emang beda”. Aku perhatikan lagi dengan seksama. Ternyata inilah pos satu yang sebenarnya. Ada bacaan pos satu. Saung tadi bukan pos satu. Ternyata ketika aku pertama kali ke Ceremai aku melewati jalan yang berbeda dari kali ini. Sial, malam menghalangiku untuk mengingat-ingat.
“Langsung evaluasi, apa aja kesalahan kita kemarin, biar gak ada beban”. Serempak berempat duduk disaung itu, saung yang sangat mirip dari saung sebelumnya, dengan semen menopang empat tiang kayu. Saung itu cukup diduduki oleh dua puluhan orang. Tidak lesehan, tapi duduk.
“Kayaknya gak ngajak-ngajak yang lain jadi karma”.
“Bisa jadi, kirim sms Tas ke anak-anak. Minta maaf dan doa”. Handphone yang kami harap ada sinyalnya kami coba manfaatkan. Retas ketik kalimat yang panjang dan penuh pengharapan  mendapatkan maaf dari teman-teman kami yang kami rasa telah kami lukai. Meminta doa mereka.
“kirim ke siapa nih...”.
“Ke anak-anak yang suka OL malem-malem”.
“Ok deh...”. Kami mencoba mengirim, namun belum ada laporan delivered. Kami bernafas, beristirahat, mengingat kesalahan kami tadi siang, tadi pagi, tadi sore. Oh ya, aku sempat membentak ayahku sebelum berangkat, astaghfirullah. Ada yang lupa ini dan itu, uang kembalian yang salah, dan yang paling kami sesali, menyembunyikan rencana perjalanan ini pada teman-teman kami yang telah dua tahun hidup bersama berasrama, telat salat. Oh banyak ya.
Perjalanan kami lanjutkan. Trek pos satu ke pos dua adalah yang paling berat. Terus menanjak dengan tanah dan akar membentuk tangga-tangga yang cukup tinggi. Mudah membuat kami merasa capek dan pegal dengan harus mengangkat tubuh kami lebih tinggi dari biasanya. Ilalang-ilalang mulai tergantikan oleh pohon-pohon tinggi yang tua. Tak ada pemandangan karena gelap. Kami di dalam hutan hujan daerah tropis Indonesia. Hanya berempat melewati tengah-tengah hutan belantara ini.
Pos dua kami lewati. Tenaga yang mulai hilang, rasa lelah yang sangt terasa. Fajar sudah hampir terbit. Rencana melihat sunrise benar-benar pudar. Tak mungkin kami menuju pos tujuh pos terakhhir di puncak dalam waktu dua jam, dengan kondisi yang kecapean dari perjalanan Serpong ke Majalengka. 
“Istirahat sebentar, habis itu pos tiga kita makan mie dulu, di pos empat kita tidur empat puluh lima menit terus salat subuh”.
Langsung kami menuju pos tiga, perjalanan yang sedikit lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Perjalanan yang lebih pendek dan sebentar dari sebelumnya. Lampu senter menerangi jalan setapak yang dilewati. Bintang mengiringi jalan menuju puncak Ceremai, angin dingin nan sepoi-sepoi tak mau kalah menemani kami hingga puncak nanti. Sampailah kami di pos tiga dengan selamat. Langsung saja semua menurunkan tas yang dibawanya, membuka tas dan mengambil mie yang telah dibawa. Ada nasi timbel juga yang telah ibu persiapkan untuk ini semua. Kami memasak mie ala kami dan sedikit nmemberi kami energi baru.
Masak Mie
Retas berjalan sedikit perlahan, mencoba berjalan dengan tanpa alas. Nyaman, namun harus hati-hati karena tanah yang keras dan licin. Perjalanan menuju pos empat, energi sudah terisi namun pegal-pegal di kaki masih terasa. Jalan-jalan kami di tanah abang, dan perjalanan selama empat jam di kendaraan cukup membuat kami merasa pegal dan energi pergi menghilang dari badan kami.
Pos empat tiba.
“Semuanya langsung tidur aja, biar gak kedinginan”. Semua langsung menurunkan tasnya. Aku langsung duduk dan berbaring, diatas tanah yang tidak kalah dingin dengan udara sekitar. Kami harus langsung tidur selama tubuh kami masih hangat karena  perjalanan. Tak sampai sepuluh menit, alam kembali sunyi dengan dengkuran tidur orang kecapean.
Sejam telah berlalu, rencana kami terlewat lima belas menit. Tidak langsung menunaikan salat subuh. Kami harus berjalan terlebih dahulu untuk mengusir rasa dingin yang membuat tubuhku menggigil. Jalan sebentar dan rasa dingin pun pergi. Aku dan lainnya salat subuh berjamaah dengan tayamum. Dalam kesunyian alam yang dingin, salat subuh begitu nyaman. Sujud menyentuh tanah dingin yang kelak akan menemaniku sendiri. Tetesan hangat dari mata terasa nikmat bersahaja. Begitu terasa dekat antara aku dan tuhanku. Walaupun tanah yang kusujudi miring dan tidak mendatar, tidak mengurangi kekhusyuan salat yang kami dirikan.
Salam kiri menutup salat subuh, tak lama kemudian aku dan kawanku beranjak melanjutkan pendakian. Satu langkah demi satu langkah, hembusan demi hembusan, hentakan demi hentakan, mewarnai jalan dan pendakian. Akar-akar benar-benar membentuk tangga yang rapi. Cocok membuat kami pegal dan lelah. Pohon besar menaungi kami dengan daunnya yang banyak. Sebentar berhenti, mencari pemandangan yang bisa kami dapatkan. Semua hijau oleh daun, dan coklat oleh batang. Sedikit berkabut.
Di pos lima, matahari telah benar-benar melebarkan sinarnya ke penjuru Ceremai. Kami istirahat sejenak, melahap sebagian perbekalan yang kami bawa. Mengeluarkan sebagian bawaan yang tidak diperlukan untuk naik ke puncak. Menyimpannya dengan rapi dan menutupinya. Aku dan kawanku melanjutkan dengan hanya membawa sebagian minum dan makanan.
Naik dan mulai naik. Menanjak dan terus menanjak. Akar dan tanah mulai tergantikan oleh batu besar dan sedikit pasir. Bunga keabadian edelwis mulai terlihat di ketinggian dua ribu tujuh ratus meter diatas permukaan laut. Tengok kanan dan kiri, daun-daun pohon sangat minim. Hanya batang pohon yang coklat dan terlihat rapuh, kurus. 
Edelwis
Edelwis yang Mneguning
“Edelwisnya banyak banget”. Terkesima dengan kumpulan edelwis.
“Nanti habis pos enam naik dikit, ada kebun edelwis. Kalo bulan juli agustus bunganya lagi banyak mekar”. Aku menrangkan dengan sok tau. Edelwis kini yang kami lihat, kuning bunganya. Saat dulu aku pertama kali kesini berwarna putih dan indah.
“Petik boleh gak”.
“Gak boleh!, inget!!! take nothing but picture”.
“Ada lagi selain picture, SAMPAH”.
“Ya, itu juga boleh”.
Pos enam sampai, naik sedikit. Kumpulan edelwis telah menunggu kami. Menyambut kedatangan kami. Hai the flower of eternity. Sebentar istirahat.
Lanjut, kami jalan menuju pucak yang tinggal beberapa meter lagi di depan kami. Semua batu dan batu, mendaki dan memanjat batu. Hari yang sangat cerah, tak ada awan hitam dan gelap. Langit terlihat biru. Angin dipuncak menyentuh pakaian dan menembusnya, tidak dingin, karena sang surya telah menghangatkan aku dan kawanku. Menapaki batu demi batu, tangan yang menggengam erat, tidak terasa lelah. Tujuan sudah di depan mata, dan akhirnya kaki ini menginjakan Ceremai untuk yang kedua kalinya. 
“WOOOOO.... PUNCAAAAAAAAAAAAAAKkk”. Teriakan yang menggelegar, membuang rasa lelah dan cape saat perjalanan.
“HUH...”.
“Akhirnya kita sampai puncak, alhamdulillah”.
“Kibarin benderanya”. Ulum mengeluarkan bendera berwarna hijau, dengan lambang Foranza ditengahnya yang berwarna putih. Kami kibarkan, bendera yang Ulum buat sendiri. Tertiup angin.
Kibarin Benderanya
“Huh, kita berhasil. Mengisi liburan yang Cuma tiga hari, dipake buat naik Ceremai”.
Semua senang, aku memandangi sekelilingku, langit, puncak gunung lain, awan. Melihat ke bawah terlihat kumpulan awan. Membentuk seperti ombak di lautan. Langit biru, hawa yang tenang. Angin yang dingin. 
Kami bertemu dengan pendaki lain, berasal dari salah satu universitas. 
Kawah Ceremai yang bersahabat. Sedikit mengeluarkan asap belerang. Luas dan cekung membentuk mangkuk. Namun jika aku meloncat ke dalamnya akan celakalah aku. Kami makan dan membuka perbekalan kami. Tidak lupa kacang yang akan menemani obrolan kami di puncak tertinggi di jawa barat ini. Tiga ribu tujuh puluh delapan meter diatas permukaan laut. Mengambil gambar dan foto sebagai saksi bisu dan kenangan abadi.
Kawah Ciremai

Jaket Foranza
“Habis ini foranza ajak semua ke sini”.
“Memangnya mau semua dan kuat???”.
Setelah puas ngacang, dan berfoto dengan gaya masing-masing, kami kembali turun ke bawah. Dengan sedikit berlari, melewati jalan-jalan yang kami lalui saat malam hari. Kini lebih terlihat jelas, jalan-jalan itu. Yang telah membuat kami kelelahan. Kini hanya terus menurun, dan lebih cepat dan mudah dan tidak terlalu capek. Di perjalanan kami menemui pendaki lain. 
“Misi, pos berikutnya masih jauh ga?”. Pertanyaan yang sering ditanyakan dengan wajah yang kecapean, keringat mengucur membasahi kaos. Nafas yang tersengal-sengal. Dengan badan yang tidak bisa disebut kurus.
        “Sekitar setengah jam lagi”. Aku jawab mengira-ngira. Namun, ternyata saat mereka telah jauh kutinggalkan, aku baru ingat bahwa setengah jam adalah waktu aku turun ke bawah menuruni gunung ini.
Empat Sekawan
Retas
Me

Ulum
Rowi
Continue reading →
Senin, April 16

Sonlisku Sonliskami Sonliskita

0 komentar

Sonliskita
Sonic Linguistic merupakan acara insidental yang diadakan oleh siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong. Selalu diadakan setiap tahun. Berawal dari gabungan tiga acara insidental yang dimiliki oleh OSIS MAN Insan Cendekia Serpong. Acara Sonic yang berlatar sains dan Linguistic yang berlatar bahasa dan Jurnalistik digabung, kemudian anak dari lomba basket axivic cup yaitu GRANAT yang memiliki baseket ditambah  lomba baris-berbaris ikut digabung. Sehingga Sonic Linguistic memiliki banyak lomba.
Dari tahun ke tahun Sonic Linguistic memiliki hal yang selalu berbeda. Hampir setiap tahunnya selalu ada lomba yang baru yang dimasukan ke dalam Sonic Linguistic, sehingga menambah ramailah acara ini. Walaupun lombanya selalu bertambah namun, panita acaranya tetap jumlahnya dari jumlah anak kelas satu dan dua MAN Insan Cendekia Serpong. Ini menunjukan bahwa setiap tahun kualitas siswa-siswi selalu lebih baik dari tahun ke tahun.

Sonic Linguistic 2012 diadakan pada tanggal 18, 19, 25 dan 26 februari 2012 mengusung tema Outer Space. Tema yang sangat berbeda dari tema Sonlis tahun sebelum-sebelumnya yang berlatar belakang penyelamatan bumi. Dari tema ini muncul banyak inovasi yang sangat berbeda dan sangat Kewren tentunya. Banyak peserta Sonlis 2012 yang pernah ikut sonlis sebelumnya berdecak kagum dengan  keadaan sonlis sekarang yang berbeda.

Sonlis 2012  memiliki 18 lomba yang diikuti peserta dari banyak daerah di Indonesia. Dari kedelapan belas itu dibagi menjadi empat kategori lomba. Yaitu sains, bahasa, jurnalistik, dan Seni budaya Olahraga. Untuk sains ada lomba Science Competition, Quick n’ Smart, Technology Wallmagz, dan LKIR (Karya Ilmiah Remaja). Untuk kategori bahasa ada Debate, Strory Telling, Speech Contest, dan News Report. Untuk jurnalistik ada JOTS (Journalist on the Spot), Rally Photo, Desain Grafis, dan Short Movie. Untuk Seni budaya dan Olahraga ada Basketball Competition, Band Competition, Saman Dance, Graffiti, dan LKBB (Baris-berbaris). Tahun ini Sonlis menambah empat lomba yang tahun sebelumnya tidak ada yaitu JOTS (Journalist on the Spot),Band Competition,LKBB (Baris-berbaris) dan Basketball Competition. Basket dan LKBB merupakan lomba dari acara GRANAT.
Setiap kategori memiliki icon atau badutnya masing-masing. Sains ada Fluks, bahasa ada Herbig, Jurnalistik ada Uhuru, dan Seni Budaya Olahraga ada Lynx. Keempat badut ini memeriahkan Jalannya Sonlis 2012.  Keempat badut itu merupakan icon sonlis 2012. Sonlis 2012 punya cerita tersendiri tentang keempat badut itu.

Hari-hari Sonic Linguistic 2012.
Semua telah disiapkan dengan perencanaan yang cukup matang. Semua bersiap-siap untuk hari pertama Sonic Linguistic 2012. Menghadapi pembukaan Sonlis 2012. Panitia sudah menyiapkan semuanya. Pendaftaran, dekorasi MPB (Multi Purpose Building; Gedung yang sebelumnya banyak jendela ini, dijadikan menjadi gedung yang super gelap dengan cara menutupi semua jendela itu dengan kain hitam yang disusun sehingga menjadi besar), kelas-kelas yang akan digunakan, lapangan, bazaar telah dibuat sedemikian rupa agar suasana dan feel Sonic Linguistic itu muncul di hati para pengunjung.

Pembukaan Opening pun dimulai. Di awali dengan tiga orang pria yang bermain basket disorot oleh lampu sorot kemudian dilanjutkan dengan demo lomba lainnya. Setelah demo, dilanjutkan dengan performance dan diakhiri oleh tiga orang pria lagi yang berjoget (modern dance atau freestyle atau apalah itu) yang membuat panitia di luar MPB “sepi” memenuhi dalam MPB untuk melihat mereka berjoget. Para pesertapun ikut terhibur oleh mereka.

Setelah Sonlis resmi dibuka, peserta dan panitia langsung pergi ke tempat masing-masing lomba yang diadakan pada hari itu. Di hari pertama tanggal 18 Februari ini diguyur hujan yang cukup deras sehingga cukup mengganggu kenyamanan. Hujan ini menyebabkan beberapa dekorasi di luar harus ditarik terlebih dahulu agar tidak rusak. Namun beberapa hampir rusak. Hujan juga menyebabkan beberapa pertandingan basket tertunda.

Sonlis hari pertama selesai. Satu langkah telah terlewati. Sonlis dilanjutkan pada hari selanjutnya. Di hari kedua ini, ada lomba yang melanjutkan perlombaannya dan ada juga yang baru menjalankan lombanya yang hanya satu hari. Lagi-lagi di hari kedua ini hujan kembali datang mengguyur kampus MAN Insan Cendekia serpong, beberapa lomba terganggu dengan kedatangannya ini seperti lomba basket yang harus mengundur jadwal pertandingan.

Hari kedua selesai dengan lebih baik secara umum dari hari sebelumnya karena telah dievaluasi dari hari pertama. Sonlis akan dilanjutkan pada tanggal 25 Februari 2012. Ada waktu satu minggu untuk panitia mengevaluasi dan satu minggu untuk peserta yang lombanya berkesinambungan untuk lebih mempersiapkan diri. Dalam deret satu minggu tersebut ternyata Sonlis 2012 masih melanjutkan pertandingan basket yang sempat tertunda dua kali karena hujan.

Hari ketiga dimulai. Lomba-lomba seperti biasa terus digulirkan. Antar sekolah terus berusaha mendapatkan gelar dari acara ini. Di hari ketiga rupanya hujan tidak turun membasahi kesibukan para participant Sonlis 2012. Hari ketiga cukup lancar.

Akhirnya hari keempat pun tiba. Semua lomba yang berkesinambungan telah mencapai tahap final. Beberapa lomba sudah ada hasil pemenangnya dan telah diumumkan. Di hari keempat ini akan diadakan final lomba dan pengumuman pemenang seluruh lomba Sonlis 2012. MPB kembali didekorasi setelah sebelumnya dilepas beberapa dekorasinya untuk mendukung beberapa lomba. MPB dan seluruh dekorasi seperti kembali di hari pertama. Penutupan berjalan dengan cukup lancar walaupun beberapa menit telat dari waktu yang telah direncanakan. Saat acara penutupan akan dimulai, datanglah hujan yang sangat deras dan berangin dilengkapi dengan gemuruh yang bergejolak. Saat hujan telah tiba, panitia dan peserta telah menyelesaikan semua lomba yang ada, sehingga tidak ada lomba yang terganggu oleh hujan. Namun hujan ini membuat beberapa tenda rubuh diterpa angin. Beberapa panitia pun sibuk untuk mengurusi hal diluar MPB. Acara Closing diakhiri oleh video closing dan pengumuman juara umum. Para peserta terlihat cukup puas dengan acara karya Insan MAN Insan Cendekia Serpong ini. Untuk Sonlis 2012 lebih baik dari sebelumnya dan penuh dengan kejutan. Sukses untuk sonliskita!!!.

Sonliskami
Peralihan masa jabatan telah digulirkan. Saatnya bagi kami menjalankan roda pemerintahan disini. Memegang acara-acara untuk mendukung aspirasi dan kemampuan siswa. Salah satu acara yang menjadi kewajiban kami adalah Sonic Linguistic. Tahun ini diketuai oleh Rizki Nurfitriansyah. Semenjak digulirkan amanah untuk memegang OSIS periode 2011/2012, para pengurus OSIS sudah membayang-bayang SONLIS tahun ini akan seperti apa. Sonlis tahun ini persiapannya cukup lambat, jika bercermin pada tahun lalu, kepanitiaan sonlis sudah terbentuk sebelum terciptanya OSIS, tahun ini setelah OSIS terbentuk baru ada panitia SONLIS 2012. Namun seberapa telat itu tidak berpengaruh pada hasil yang ada kelak.

Behind the Scene
BPH dibentuk, koordinator tiap divisi ditunjuk. Perekrutan panitia begitu alot. Setiap koordinator divisi mengharapkan si A dan si B menjadi anggotanya dan koordinator divisi lain mengharapkan juga. Namun, para koordinator bermufakat dan bermusyawarah yang menghasilkan hal yang tak dapat ditolak bagi yang tidak menyetujui.

Setelah panitia semua terbentuk, banyak diadakan rapat perdivisi maupun seluruh panitia. Menyusun peraturan, tugas-tugas, mengevaluasi tahun sebelumnya. Ketua SONLIS begitu mengumbar perkataannya agar para siswa dapat respect pada SONLIS 2012 ini. Perhelatan menemukan sponsor menjadi hal yang menyenangkan divisi humas. Pencarian peserta menjadi makanan sehari-hari para anggota publikasi. Konsep-konsep untuk pembukaan dan penutupan SONLIS yang berbeda menjadi PR para anggota OC section. Penampakan keindahan untuk latar tempat menjadi hal yang menyenangkan bagi anggota dekorasi. Membuat konsep lomba pencarian juri lomba menjadi hal yang selalu membayangi para seksi di setiap bidang lomba. Persiapan dari mulai konsum, tempat acara, parkir motor mobil sepeda, desain proposal spanduk, dokumentasi saat hari-H menjadi tugas masing-masing divisi non lomba. Penetapan icon SONLIS 2012, penghitungan uang, pembuatan pengarsipan surat-surat, pengawasan terhadap semua divisi menjadi sebuah kewajiban para BPH Sonic Linguistic 2012 selain publikasi dan humas. Dukungan menjadi hal yang sangat diharapkan dari siswa-siswi, guru dan seluruh civitas MAN Insan Cendekia Serpong. Partisipasi menjadi hal yang sangat ditunggu dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Seminggu sebelum pembukaan SONLIS merupakan hari-hari yang penuh dengan peluh di badan dan hati. Selama seminggu tersebut kami harus sudah mempersiapkan sonlis dengan matang. Mengecat lapangan basket, mendekor, latihan a dan b, hingga larut malam. Bahkan melebihi malam, pagi!!!. Kegigihan membuat video opening, memesan barang untuk keperluan seakan hanya hal yang mudah bagi kami, karena semua yang kami kerjakan bersama akan menjadi hal yang paling indah bagi kami. Semua waktu yang telah direlakan tak kami pedulikan tuk kembali. Semua dikorbankan dengan penuh keikhlasan demi berjalannya SONLIS 2012 yang lebih baik dan dapat membawa nama sekolah tercinta kami ke singgasana kebaikan umat manusia.

Air mata, emosi, cercaan, makian, senyuman, ketertawaan menjadi penghias perjalanan kami. Setiap tetesan keringat, bubuhan kata dan lainnya menjadi kekuatan tersendiri. Tak semua panitia bekerja mati-matian. Tapi semuanya bekerja hampir mati. Yang tadinya tak peduli pada SONLIS 2012 menjadi respect pada acara ini. Acungan empat jempol cukup untuk kerja keras kami.

SONLIS 2012 akan kami adakan selama 4 hari. Ketua OSIS berhasil membuat Wakamad memberikan izin libur untuk seluruh siswa di hari-H SONLIS 2012.

Hari H SONLIS 2012 merupakan hari yang sangat kami tungu-tunggu. Semua kerja keras kami akan tampak keberhasilannya atau kegagalannya pada hari-hari Sonic Linguitic 2012 ini. Di hari H ini kami tidak serta merta bersantai menikmati hasil kerja keras kami sebelumnya. Masih ada seribu langkah bagi kami untuk mencapai finish. Saat hari lomba tiba, kami telah menyiapkan dari kemarin. Telah siap ditempat pagi-pagi jam enam. Saat hari lomba kami  tersenyum menyembunyikan rasa lelah kami semalam. Melupakan semua kepedihan kerja keras untuk menunjukan manisnya wajah kami saat tersenyum pada para peserta. Hari pertama yang diguyur hujan menjadi hal yang cukup membuat kami mengeluh dan menyalahkan keadaan. Tapi tak berguna bagi kami jika terus menyalahkan keadaan. Semua tak akan berubah kecuali kamilah yang merubahnya sendiri. Hari pertama cukup baik dengan Openingnya yang sukses mebuat para penonton berdecak senang dengan konsep yang telah dibuat.

Hari kedua kami lebih buruk, jika kemarin jam enam sudah stand by kini belum. Kami lalai pada acara ini. Lupa jika hari ini masih ada acara, tengkurap di kasur asrama lebih enak dari duduk untuk menerima tamu. Namun, kami langsung bergegas atas keterlambatan kami yang hanya beberapa menit saja. Tidak menyebabkan kesalahan yang sangat fatal. Baru beberapa peserta saja yang menunggu kami tidak mencapai lima. Semua mewajarkan hal ini, karena kami terhipnotis rasa capek yang mengerubungi kami saat setelah salat subuh. Hari kedua cukup lancar,lomba-lomba yang kami adakan memang banyak menemui masalah yang tidak ada habisnya. Itu menjadi makanan pokok kami saat SONLIS 2012 berjalan. Setiap masalah kami coba menyelesaikan dengan perlahan dan penuh strategi. Kami yakin semua dapat terselesaikan. Hari kedua kembali hujan membuat pertandingan basket terus diundur. Namun secara umum hari ini lebih baik.

Hari kedua selesai, hari selanjutnya di tengah seminggu ada pertandingan basket yang tertunda. Antara sekolah kami dan sekolah lain. Kami kalah, dengan skor selisih satu angka. Mungkin itu yang terbaik.

Hari ketiga tanggal 25 Februari 2012 tak ada hujan semua lancar.
Hari keempat merupakan hari yang lebih kami tunggu-tunggu. Hari ini hari penyelesaian sebagian besar tugas kami sebagai penyelenggara acara SONLIS 2012. Seperti hari sebelumnya kami selalu mempersiapkan acara ini hingga larut malam hampir pagi. Hari keempat cukup lancar. Penutupan digulirkan pembagian hadiah dimulai. Semua senang. Ditengah-tengah acara hujan turun sangat lebat, sehingga membuat tenda roboh. Membuat beberapa dari kami harus turun hujan-hujan untuk menahannya agar tidak terbang. Ada diantara kami yang tidak menyaksiakan Closing. Tapi memang seharusnya kami tidak menyaksikannya. Karena Opening dan Closing ditujukan untuk peserta. Closing diakhiri oleh pengumuman juara umum. Setelah semua peserta keluar dari MPB, kepala sekolah memberikan ucapan selamat pada hasil usaha kami. Kami berfoto bersama. Saat setelah semua selesai, ada diantara kami berpelukan lama dan meneteskan air mata. Tertawa dan terdiam. Ada yang menggigil karena kehujanan. Ketua OSIS pun ikut kehujanan.

Hari keempat menjadi titik penghabisan bagi kami. Dekorasi banyak yang rusak diterpa hujan, lapangan berantakan, semua basah dan becek. Tapi semuanya indah.

 Selamat bagi kami, kami berharap SONLIS 2012 dapat memberikan kesan baik bagi peserta. Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara kami. Guru-guru, Pembina dan semuanya. SONLIS bagi kami banyak salahnya namun kesalahan itu menjadi pelajaran bagi kami untuk tidak mengulangi kesalahan itu lagi.

Sonlisku
Akhirnya ada bagian buat gua bercerita tentang Sonlis yang gua alami. Acara ini Kereeennn banget dah.

Saat jadi panitia


Gue di Sonlis jadi event organizer ato EO Seni budaya dan olahraga. Icon gue si Lynx yang menurut gue paling keren dibanding yang lain. Soalnya dia punya banyak mata dan banyak tangan. Berkeahlian seni dan olahraga. Sebelum jadi EO gue sempet nolak soalnya ada beberapa hal yang ngebuat gua gak bisa. Tapi dengan ngeliat keadaan yang ada, akhirnya gue relain sebagian waktu gue untuk acara ini. Diawal gue gak semangat sama acara ini. Males buat ngawasin peringatin serta ngingetin dan ngobrol bareng koordinator di bawah gue. Yang pertama karena gue bingung apa yang harus gue lakuin pas jadi EO. Yang kedua tabiat males gue lagi kambuh. Yang ketiga gua merasa terasing di BPH sonic linguistic 2012. Ketiga hal itu yang buat gue gak respect diawal-awal.

Kalo gue ngeliat dari empat EO yang ada, guelah yang paling ganteng (iyalah, kan Cuma gua yang cowo) tapi paling ancur lombanya. Saat perpindahan semester gua mencoba berubah dan sadar akan pentingnya acara ini. Di semester dua gua mencoba lebih respect sama bawahan gua, lebih sering Tanya a daripada b ke si A, dan Tanya b daripada a ke si B.  Semua  hal menjadi lebih baik.

Lomba yang paling gua perhatiin yaitu basket. Karena terkadang lomba itu ngebutuhin gue (padahal ga ada gua, juga bisa terealisasi). Terus lomba ini yang sangat paling bekerja keras dibandingkan 17 lomba lain. Karena diadakan tiap hari di lapangan, panas-panasan. Ngepel lapangan habis hujan. Ngecat lapangan siang, sore, malem, pagi, karena ngecatnya ngedadak. Beli cat bulak balik ke toko yang cukup jauh harus naek kendaraan. Mahal pula catnya. Perubahan jadwal pertandingan (diundur) karena hujan. Wasit yang belibet tentang pembayaran honor (pembayarannya ga jelas boz!!!). Belum lagi panitia basket yang Cuma enam orang anggotanya, sehingga ngebuat mereka harus nonstop empat hari dilapangan tanpa ada yang gantiin. Kasian banget ya!!!

 Lomba yang paling gua sesalin adalah LKBB, kalo gua tau sebelumnya kalo acaranya kaya gini, gua akan buat acara ini jadi lebih meriah.

Pas dipertengahan perjalanan saat gua udah ngerasa baikan sama sonlis, ternyata ada teman lain yang dulunya semangat banget melebihi gua jadi berbalik arah. Gua gak ngerti (titik).  Ada juga yang gua kira baik hubungannya selalu, menjadi sama kaya gua pas dulu kala yang gua udah seimbangin sekarang.

Dari kelima lomba LYNX, banyak yang harus dievaluasi. Cukup nyesel juga karena kerja gua setengah-setengah, gak full ngejalanin semuanya. Jujur ada hal yang mengganjal yang ngebuat gua buta dengan acara ini.

Gua bangga banget jadi bagian dari SONLIS 2012. Pas penutupan semua kekesalan sebelumnya gua ilangin. Gua isi pake yang enjoy dan gua senyum mulu pas Closing itu. Tapi disisi lain gua ngeliat bph lain Cemberut (uaahahahaha gua ketawa sendiri waktu itu). Entah apa masalah mereka sehingga acara yang udah selesai ini jadi beban tersendiri. Gua naek ke panggung saat penyerahan hadiah (bareng badut LYNX). Terus acaranya dilanjutin pake video. Videonya bikin gua terharu, inget sama semua perjuangan yang udah dilakuin. Setelah ditutup semuanya senang gak ada lagi yang kesel tapi ada aja yang nangis terharu. Para EO Sains, jurnalistik, bahasa berpelukan, seneng banget sonlis udah selese, Cuma EO seni budaya olahraga yang engga ikutan pelukan(sial!!!).

Semua hal yang bikin gua kesel semuanya menjadi hikmah dan bikin gua geregetan untuk memperbaiki semuanya.

Freestyle, joget atau apalah itu beraksi
Supernova ditunjuk buat tampil pas nanti opening SONLIS si Rosyad dan gua dan huda iya aja. Ya sudahlah kami jalani semua. Langsung lah kami menyusun gerakan aneh (Rosyad deh yang kebanyakan buat). Menyusun musiknya dan mencocokan gerakannya dengan music.

Seminggu sebelum Opening barulah kita latihan secara intensif. Hampir setiap sore seperti biasa kita latihan di living room lantai satu. Ampe adzan maghrib datang, aroma living room jadi berubah. Terkadang habis isya ampe malem-malem pun kami latihan sampai guru asrama menyuruh kami istirahat tapi lebih sering sampai kami tertidur di situ. Sempet ada selek diantara kami karena ketidak komitmenan sesorang buat latihan.

Di hari Opening Sonlis 2012,  gua, rosyad dan huda bergoyang, menutup acara opening SONLIS 2012 yang sempet di cap bosen sebelumnya oleh beberapa orang. Rosyad berhasil membuat cewek-cewek berteriak, huda sukses membuat cowo-cowo juga teriak, dan gua sukses membuat penonton diam. Hari ini kami sukses membuat peserta punya feel awal di  SONLIS 2012.

Closingnya kami diminta lagi, tapi kami cukup ragu karena Cuma ada waktu satu minggu untuk latihan. Kami tetap menerimanya. Kini bukan gua, rosyad dan huda doang yang bakal joget. Kami nambah orang untuk ikut joget kelak; ada, dino, rifai, dinyo, barqi (si ganteng), baju (bayu). Memang gak sematang opening persiapannya tapi kami yakin Bisa.

Kita latihan ampe larut malam, ada yang besoknya ulangan. Huft… kali ini kita dominan ke shuffling, kalo pas opening rata, antara shuffling, robot dan aliran dancenya si rosyad (gatau namanya) yang didapat dari internet.

Closing tiba dan kita berjoget. Suasananya enak pas opening, lebih rame bro. terus pas opening juga semuanya masih seger dan bertenaga. Tapi cukup kerenlah.

Intinya gua seneng sama SONLIS 2012. Yang gua liat ini cerminan dari Moment 13:44. Bisa dibandingkan dech. SONLIS 2012 hampir bikin gua mengulang perasaan gua kaya pas moment 13:44. Mantab dah!!! Semoga Sonlis selanjutnya habis SONLIS 2012 bisa lebih baik dan ngasih kejutan yang lebih kewren dari ini. Gua tungguin dah.

NB: Tentang Sonlis 2012 ada yang lebih lengkap infonya di blog lain yang ikut lomba JOTS.


Continue reading →
Senin, Agustus 29

MOMENT 13 44

1 komentar
         Sebenarnya acara ini udah berlangsung lama banget. Cuma gue pengen nulisin kembali tentang moment 13:44.
         Moment 13:44 tuh...acara persembahan anak-anak kelas sepuluh buat kakak kelasnya, kelas dua belas. Ini tuh acara tahunan yang suka dijalanin kelas sepuluh setiap tahunya. Nama acaranya juga, beda-beda tiap tahun. Buat tahun kemarin namanya android, kemarinnya lagi Unlimited, pokoknya beda-beda deh namanya. Tujuan acara ini…yaaaaa…banyak. Untuk menumbuhkan sikap nepotis (kasarnya) terhadap angkatan. Melatih anak kelas sepuluh buat berorganisasi sebagai bekal buat OSIS taon depan yang akan mereka emban secara Dominan. Isi acara tahunan ini sih,ada performance dari kelas sepuluh sama kelas dua belas. Tapi tergantung masing-masing acara tiap tahunnya. Isinya bisa berbeda juga. Intinya sih, acara ini suka diadain tiap tahun, tapi tiap tahunnya juga acaranya selalu beda. Tergantung sama kreativitas, ke-khasan angkatan masing-masing. Kalau diliat dari pendahulunya, acara ini termasuk gede dan meriah, soalnya atas nama angkatan masing-masing, bukan OSIS. So, ke-nepotisan angkatan yang ada, jadi penyemangat buat acara ini.
             Moment 13:44 ato “Most Memorable Event Sixteen to Fourteen” (bener gak yak Inggerisnya) Nama acara Tahun angkatan gue, Foranza Sillnova. Artinya Acara paling diingat 16 untuk 14. 16 angkatan gue-14 angkatan kakak kelas gue, Axivic Lunaris Mosinerati. Gue sebagai koordinator acara ini (bangga banget ya…!) merasa RINDU sama acara ini, pengen diulangin aja dan sekaligus TRHAUMA, soalnya gue pas acaranya emosi berat. HAHAHAHAH… (jangan di ceritain ah…trauma yakin!!!).
Welcome to Moment
Berubah...
              Persiapan buat acara ini udah cukup lamaaaa banget. Tertanggal bulan tahun 2010-an udah ditunjuk ketuanya. Panitianya? Udah juga sih. BPH angkatan yang waktu itu ketuanya HUDAAAA Al-Hakim langsung saja menunjuk Iqbal Maulana sebagai ketua acara ini. Langsung lah semua anggota angkatan ditunjuk jadi panitianya. Pas proses sih…cukup berat juga ngejalaninnya. Soalnya di Insan Cendekia Serpong, banyak kegiatannya. Kita bentrok sama kegiatan OSIS = ngumpul-ngumpul susah nyari waktu. Banyak Ulangan-banyak tugas yang kudu di-pertamakan supaya nilai rapot lulus kkm dan gak dikeluarin. Kasian mereka. Tapi, inilah puncak KENIKMATAN organisasi. Semakin banyak rintangan, semakin kuat untuk kedepannya. Jangan takut sama masalah---eaaaeaea….


             Mungkin buat moment 13:44 sendiri, tanggal acaranya berubah-ubah terus. Disesuaikan dengan kalender sekolah yang selalu berubah yang disebabkan sama KALENDER PENDIDIKAN yang lebih sering berubah (buat konsisten aja koq sussssaaaaaaahhhh yaaaa…a). Banyak program sekolah yang mepet-mepet. Ulangan lah, ato UN yang ga jlas tanggalnya. Bla-bla-bla. Akhirnya pada tanggal 15 Mei 2011 yang mana besoknya Ulangan Harian 4 yang 3 hari setelah UH 4 selesai ini ada UAS! Dan acara moment 13:44 bisa direalisasikan. Mepeeeet buanget tO. Kelas 12 udah selese UN-nya. Tapi gak apa-apa besok UH 4. Kalo misalkan Juni acaranya,,, kelas 12 udah wisudaan. Huh..terpaksa deh.
Ketua kita dan Photo Corrber... Eksis banget yang namanya ketua...


Ini anak-anak acaranya... Ada Aku juga...iyaahahaha...
             Di hari 15 Mei ini, semua udah dipersiapakan dengan matang. Kecuali plakat yang telat dateng dan tidak adanya plan B (ini yang bikin trauma tapi jadi evaluasi yang amat berharga). Tapi acara tetap berlangsung dengan meriah dan setengah penuh ketidakrencanaan. Tapi seru banget deh (ini yang bikin rindu). Dimulai dari jam 08:00 ngaret sejam setengah dan dibuka dengan opening lanjutin Saman yang “ngeselin” (hahaha…maaf ya… emang ngeselin sih dulu) terus dilanjutin band-band dan performance dari FORANZAXIVIC. Keren banget deh. Yang paling keren si…Shuffle sama puisi Berikat ato berkait ato mengait ato apalah itu (lupa!!!). Shuffle seru soalnya gue yang maen…hahahahaha… gak juga sih. Gara-gara ini pertama kalinya Supernova (nama grup shuffle kita) banyak Lancarnya daripada salahnya. Gue sama Rosyad pake sweeter biru terus Rizki sama Huda pake PINK eh…merah deh. Kita menari…ROCKING (Rizki sama Huda belum bayar Sweeter tuh, bayar dulu sini!!!). Kita latian mulu tiap sore selama seminggu full tanpa putus walalupun kpala puyeng dan banyak REMEDIAL di sekolah diloncatin dulu (kalo gw gitu), tapi ini asik koq…coba deh ah. Kalo puisi seru gara-gara ada Riding ____ ..haha.. enggaklah. Soalnya paling diperhatiin sama kakak Axivicnya. Walupun menurut gue bosen. Tapi keren sih. (puisi curang, tampilnya habis makan siang, jadi-nya perut mereka udah terisi- konsentrasi pun kembali). Tapi pas banget deh waktu tampilnya (makasih susunan acara yang GAGAL). Acara inipunselesai pada jam 4 sore dan dilanjutin photo-photo. Antara FORANZAXIVIC. Pulanglahlah kita jam setengah lima dengan pilox silver masih nempel di rambut gue juga celak di mata gue juga bedak di muka gue juga kertas tempelan di baju sama celana gue juga dan rasa senang yang masih nempel di hati gue ampe sekarang. Oh ya… Dekornya Keeewwwrreeen…pake meja bulet. 99r
Continue reading →
Kamis, Agustus 25

Foranza Sillnova

2 komentar
       Forza Esperanza Solidarity Will Never Vanish. Generasi Impian yang Solidaritasnya Tak Akan Pernah Luntur (Amiiin). Ini adalah nama angkatan ke 16 di MAN Insan Cendekia Serpong. Aku termasuk anggotanya. Meresmikan diri sebagai Foranza Sillnova pada jam 07:00 hari Minggu 10-10-10. Dengan acara peresmiannya yaitu “pamer” PASKIBRA lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan. Yang diawali dengan tepuk dada dan injak bumi.
            Eeeeee…Foranza (EEEEE…Foranza)
            Solidarity will never vanish for we all
            No one can destroy us because we are Foranza
            We promise will to be Solid team
            Eeeee…Foranza (EEEE…foranza)
            Eeeee…Foranza (EEEE…foranza)   
            Solidarity will never Vanish (Solidarity will never Vanish)
            EEEE Foranzaaa…
            Eeee FORANZA…
            EEEE FORANZA…
            We are one (For Foranza)
            We are here (For Foranza)
            FORANZA (SILLNOVA!!!) à Biasanya habis yel-yel tepuk tangan dan berteriak “HUUUUHH” sampai sekarang aku gak tau kenapa terus dilakuin. Yang penting Rame kali.
            Dari lirik lagunya memang sangat pas dengan sebuah kelompok. Aku harap yang selalu dinyanyikan ini benar ada realisasinya, tidak hanya ngomong doang dan tereak-tereak. Setelah yel-yel kami makan bareng di lapangan upacara. Makanan yang paling berkesan adalah permen. Sebenarnya banyak makanannya. Ada cokelat, biskuit, dan lain-lain.
            Komponen angkatan ini sangat beragam, dan sangat tidak sama latar balakang mereka masing-masing dari setiap daerah. Terkadang hati kesal menemukan orang yang mengacau dari dalam angkatan sendiri. Its OK, aku maklumi saja, dia hanya ingin mencari perhatian dan tidak memberi SOLUSI. Tapi itu dulu. Semuanya akan berjalan lebih baik seiring dengan waktu berjalan. Anggota Foranza ini berjumlah 120 orang berasal dari daerah dan sekolah yang berbeda dan ada beberapa yang sama. Ini merupakan nama-nama anggota Foranza Sillnova 120 orang.

1 111320860 ACHMAD FAIZIN 28/04/1995
2 111130865 AHMAD FAIZ SIHAM 25/10/1995
3 341112410 AHMAD RIFAI ASHARI 14/03/1996
4 111130872 AHMAD ROFIUDIN 09/10/1995
5 111320884 ALFIAN KUSUMADWARDHANA 24/03/1995
6 131121234 ALIFATIN NUR FAIZAH 06/11/1995
7 341152432 ALKHONSA ADIBAH 10/03/1995
8 341152434 AMALIA LUPITASARI 17/12/1994
9 101110576 ANASIYYA SITI LUTHFIYAH 05/01/1995
10 101110582 ANNISA DEVY MAHARANI 10/01/1996
11 281151798 APRESIO KEFIN FAJRIAL 19/01/1995
12 111120901 ARAFAH KHOIRUL UMMAH 13/10/1995
13 341122478 ARDA DILAH 11/09/1994
14 111110903 ARIEF FAQIHUDIN 11/01/1996
15 111110905 ARIFAH NUR HASANAH 11/07/1996
16 131321250 ARINA WIDDA FARADIS 10/09/1994
17 111110914 ATHIFAH QOTRUN NADA 13/04/1995
18 111120915 AULIA LITSA ARIFFIYAH 28/08/1995
19 341322505 AWALIYAH MUDHAFFARAH 19/08/1995
20 131121253 AYU NUR MAULIDIAN 10/06/1996
21 131321257 AZIZ ARDIANSYAH 18/07/1995
22 341132517 BARQI AZMI 17/03/1995
23 131321261 CHAIRUL RAJIB KUSNADI 10/12/1994
24 111120926 CITRA CHOIRUNNISA 15/07/1995
25 111120927 CITRA HUKMA ADILA 28/09/1994
26 111110934 DINI ACHNAFANI 14/12/1995
27 121111166 FAHIMATUL KHOIROH 19/03/1995
28 341152613 FAKHRI RIDHO DHIYAMATRA 21/09/1995
29 131111288 FARIS BAHAUDDIND 03/08/1995
30 121311170 FARIS JAISYI UMAM 05/04/1995
31 111110957 FEGA GIFARINA 18/08/1995
32 341122648 FIKRI MUHAMMAD 06/11/1995
33 341152657 FIRSTIO AHMAD SEPRIANDI 28/04/1995
34 341132664 FITRI RAMADHANI 19/02/1995
35 101110650 FITRIANI RAHAYU 31/10/1995
36 131121292 FUAD ADI ROSYADI 08/07/1995
37 101110654 GALANG GINANJAR RAMADHAN 10/02/1995
38 111130965 HAMMADA RAUDLOWI 31/10/1994
39 341152688 HANI ZAHRATUNNISA 03/08/1995
40 131121298 HANIFAH HIMAWAN 18/06/1996
41 341152695 HARIZ BAYU WICAKSONO 26/09/1995
42 111110970 HILDA NUR LAILA 22/07/1995
43 091120433 HILYATUL FADLIYAH 10/06/1995
44 111110971 HUDA AL HAKIM 14/05/1995
45 341122717 IBRAHIM ALFATIH 18/11/1995
46 121151175 IBTISAM KHOIRI QONITA 08/06/1995
47 121351176 ICHWAN FAKHRUDIN 07/07/1995
48 111120980 IMAN SANTOSO 03/01/1995
49 101110676 INDAH SULISTIAN 18/11/1994
50 111310981 INDANA AZIZA PUTRI 05/05/1995
51 341312737 INGGARLITA FAJRIN 13/01/1995
52 341112742 IQBAL MAULANA 04/05/1995
53 341322754 ITA RAHMATIKA 23/09/1995
54 121151179 ITQI RAHMATUL LAILA 21/02/1995
55 111320987 ITTA RAISAHWFITRIYANI 03/03/1995
56 111110991 KARIMATUL HIDAYAH 09/02/1996
57 181111539 KARINA FADILLAH AHMAD 27/03/1996
58 121111181 KHOIRUL FAHMI 06/03/1995
59 341122771 KHOIRUL HUDA 04/04/1995
60 121111182 KHOIRUNNISA ZUKHRUFIDDIN 17/03/1995
61 091120460 KHOLIFATUL MURSYIDAH 14/09/1996
62 341322781 LATHIFAH MUTHIAH 30/10/1995
63 111311008 M BASTOMI FAHRI ZUSAK 19/07/1995
64 091120470 MAWADDAH 09/01/1996
65 111131020 MIFTAKHUL A RIF 20/03/1995
66 131311339 MINAKHUS SANIA 28/05/1995
67 111131022 MOH NUR FAIZIN 19/11/1995
68 101140713 MOHAMAD IMAN FAUZI 28/10/1994
69 091320474 MOHAMAD RIFAI 14/01/1996
70 111131024 MUALLIMATUN NISA 05/11/1995
71 111311029 MUHAMAD QOMARUL HUDA 07/11/1995
72 341112858 MUHAMMAD AGUNG NUGROHO 10/01/1995
73 131121351 MUHAMMAD AJI MUHARROM 27/05/1996
74 111111033 MUHAMMAD ALI FAQIH 22/06/1995
75 341112861 MUHAMMAD ALI RIDHO 13/03/1995
76 111121037 MUHAMMAD DANIAL 25/07/1995
77 341322870 MUHAMMAD FADLY 13/03/1996
78 111121041 MUHAMMAD FARID ISWAHYUDI 30/07/1995
79 131111360 MUHAMMAD IRFAN HUSAMUDDIN 16/08/1995
80 101110731 MUHAMMAD IZZUDDIN PRAWIRANEGAR 28/11/1995
81 111121048 MUHAMMAD MIFTAHUL ULUM 23/01/1995
82 111111052 MUHAMMAD RETAS AQABAH 14/04/1995
83 341112893 MUHAMMAD YUSYA ASADILLAH 26/07/1995
84 131121371 MUHSON ARIFIN 03/08/2009
85 091110484 MUTHIA KHAIRUNISA 05/08/1996
86 131111373 NABILAH FAASICHA MARDLOTILLAH 04/11/1995
87 341152913 NADIA ANINDITA VANDARI 05/12/1994
88 341142914 NADIA IZATI SHALAHUDDIN 05/05/1995
89 111111060 NAILIL HUSNA 25/10/1995
90 121111191 NANDA PUTRI DIASSHIFATUL KARIM 02/02/1995
91 091320489 NARANTHICA PRASTICAWATI MALDHI 27/06/1996
92 111111068 NAUFI ULUMUN NAFI AH 03/01/1995
93 101110748 NIDA KHANSA NAZIHAH 13/10/1995
94 091120494 NORYANTO IKHROMI 30/08/1995
95 121331196 NUR ANISAH 21/03/1995
96 131121389 NUR AZIZAH ATIKA RACHMAN 11/02/1996
97 111131087 NURUL FITRIANA DEWI 09/03/1995
98 341142969 NURUL IFFAT WIRUSANTI 08/01/1996
99 091120504 PRAMAISHELLA SARASWATI 05/05/1996
100 131121396 QORRY AINA 16/06/1995
101 131121398 RAKA KURNIA RAMADHAN 02/02/1996
102 341133051 RIZKI NUR FITRIANSYAH 10/03/1995
103 091320513 RIZKY SAHLA TASQIYA 10/04/1995
104 121111202 RIZQI DWI CAHYADI 07/03/1995
105 131151407 ROSYAD HIZBUSSALAM MOHAMMAD 16/09/1995
106 111321108 SAMSUL ARIFIN 07/10/1994
107 121311204 SARAH FITRIA ROMADHONI 24/02/1995
108 091310523 SATRIA DIO ERLANGGA 01/01/1995
109 341323083 SHABRINA YASMIN GHASSANI 20/10/1994
110 121151205 SHALAHUDDIN ZULFIN 11/02/1995
111 121111207 SHOFA MUFTI YANA MAFAZATI 20/11/1994
112 101120816 SYAKIR MUHAMMAD ABDILLAH 09/02/1996
113 131111422 TALQAS SYAROFA YANI 17/01/1995
114 141321510 TAQWA ADITYA ATMAJA 08/08/1995
115 281111916 TRY ROEDYHANTORO MOHAMMAD 22/12/1994
116 131121425 UCI PUTRI MAULIDA 14/09/1995
117 111321128 UKHTI MAKHABBATI RIZQI SALIM 04/08/1994
118 111121138 WARDATUN NUGRAHENI 04/10/1994
119 341153181 ZAHRA NINDIRA RIZQIYANI 08/09/1995
120 131321440 ZIANA WALIDAH 30/09/1995
            Aku akui semakin hari Foranza tambah kompak dan Solid. Tidak lagi membedakan perbedaan yang ada. Kini semua rata. Kami murid ICS tinggal di satu tempat, bermain bersama, tertawa bersama, mandi pun bersama di satu gedung kecuali dengan lawan jenis. 
Foranza Outbond in PTS
            Ketua dan pemimpin angkatan ini selalu bergantian, sesuai dengan musyawarah dari Foranza itu sendiri. Ketua bergantian ini merupakan sebuah wujud saling percaya diantara kami bahwa semuanya dapat memimpin yang lain. Sehingga tidak terpaku dengan satu orang saja.
            Tertanggal 17 Agustus 2011 hingga 16 Agustus 2012 Foranza Sillnova secara dominan mengemban amanah sebagai pengurus OSIS dan MPS periode 2011/2012 yang bersama-sama dijalankan dengan adik kelasnya. Sebagai pengurus ini, Foranza dituntut untuk selalu kompak dan dapat memberikan contoh kepada adik kelasnya sehingga OSIS periode selanjutnya dapat lebih baik lagi dan lagi.
            Walaupun baru setahun lebih bersama Foranza, tetapi sudah banyak sekali moment yang tak terlupakan. Banyak hal baru yang aku senangi yang ditemukan disini, dan kadang banyak hal lama yang aku temukan dan ini membuatku amat bosan.
            Aku berharap LEBIH terhadap orang-orang yang ada di Foranza ini, selain karena mereka orang-orang pilihan juga karena aku Optimis mereka merupakan cikal bakal tunas Unggul Indonesia. Jangan khianati kepercayaan ini yaaa… FORANZA. Kita bangun Indonesia menjadi lebih baik dan kembalikan kejayaan Islam yang pernah sekali direbut…hanya satu kali.
            Tapi aku masih ada ganjal di hati, angkatan ini belum kompak sepenuhnya. Masih ada saja diantara kita yang mementingkan ideologinya sendiri secara “RADIKAL” dibandingkan dengan mufakat, kesepakatan, serta kepentingan bersama atau EGOIS. Aku harap semua akan menjadi lebih baik. Aku percaya koq. Percaya, percaya, aku gak pernah ragu terhadap sesuatu yang aku percayai.
Hey !!!aku banyak berharap ya…
Ini Baju Angkatan Kami

                                     
Continue reading →

Labels

Knowledge (11) Entertain (6) ME... (6) Travelling (5) Insan Cendekia (4) Pictures (4) Storystory (4) Foranza Sillnova (3) IPB (3) Renungan (3) Al Multazam (2) Event (2) Experience (2) Foranza (2) Panglima (2) Pertanian (2) blog (2) Announcment (1) Art (1) Community (1) Family (1) Full Living (1) Herbal (1) IC (1) Special (1)