Tampilkan postingan dengan label Al Multazam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Multazam. Tampilkan semua postingan
Minggu, Agustus 21

Better Than

2 komentar
             Setahun lebih berpisah dengan mereka. Tapi masih tetap terukir jelas moment-moment bersama mereka. Entah apa yang membuatku selalu rindu dengan tawa mereka dan kehangatan bersama mereka. Pengalaman unik ini bakal menjadi cikal bakal pelajaran hidup yang berguna. Selalu terasa keinginan untuk bersama, tapi mau tidak mau kita harus meninggalkan untuk mnecapai yang lebih baik bagi hidup kita. Panglima tak terlupakan. Kesenangan hati memang tak bisa untuk direalisasikan. Panglima memberiku manfaat yang sangat besar terhadap hidupku kini. Keberanian dan kesemangatan begitu menempel dalam diri. Tertular oleh kesemangatan mereka. Jalanku telah tertulis untuk bertemu dengan panglima. Kembali teringat bermain dengan mereka. Menginjak rumput dan tanah yang kotor. Menyelinap di dalam hutan bambu yang lebat. Mengendap memasuki pondok kembali setelah berjalan-jalan di luar. Agar tidak ketahuan pergi tanpa izin. Tapi tetap selalu ada yang mengetahuinya. Tapi memang inilah feel nya. Begitu berbeda dan mengesankan.
            Terima kasih kepada sekolah ku, aem. Yang telah mempertemukanku dengan mereka. Cukup senang bersekolah di tempat itu. Hawa belajar disana masih terasa. Pagi, siang, sore, malam masih terasa menembus kulit. Murotal yang khas masih terngiang dalam telinga. Semua pelajaran, nasihat, semoga dapat berguna untuk semuanya. Sangat mubazir jika ilmu yang ada tidak digunakan dengan baik dan hanya akan menjadi spam atau sampah di otak kita. Gunakan semua yang ada dengan optimal dan tanpa berpelit-pelitan. Juga terima kasih kepada sekolah yang ada disampingnya, karena telah menolakku untuk masuk kesana. Tapi memang aku mang daftarnya telat. Mungkin jika aku masuk sana, tidak akan bertemu dengan panglima yang semangat dan GOKIL ini. Aku yakin semua udah ada jalurnya. Tinggal kita mengikuti jalur dan tidak menyimpang.
             Banyak enaknya hidup bareng panglima dibandingkan dengan susahnya. Yaiyalah… kita bisa tertawa terus setiap hari. Jailin orang, ditraktirin, maen footsal, bola basket, ngenet- blablabla… sebenarnya masih banyak kegiatan yang bikin seneng, tapi itu adalah privasi… hahaha….
              Kalau bicara soal kekurangannya…memang menurutku cukup banyak. Khawatir kekurangan ini akan menjadi rintangan tersendiri bagi anak-anak panglima. Kekurangan ini menurutku jika terus ada bakal membuat hidup kita tak secerah yang diinginkan. Kekurangan itu tak akan disebutkan, tapi jika terus ada, akan membuat negri ini tambah menderiata. Semua berharap negri ini tidak terus menerus menderita. Panglima berpotensi untuk merubah dunia. Tergantung bagaimana panglima mau merubahnya. Ke yang baik ato yang jelek. Aku yakin karena mereka punya semangat. Sebaiknya merubah ke yang baik aja, supaya kelangsungan hidup manusia terus ada dan tetap aman. Pas liburan semeser dua kemaren aku bertemu dengan sebagian anak panglima yang masih bersekoalah di aem. Kekurangan itu tambah menjadi. Tapi aku tidak takut jika itu akan membuat panglima jelek di masa depan. Percaya pada semuanya. Panglima!!! Mungkin kau masih banyak kekurangan, tapi okelah, itu pilihan semuanya. Mungkin memang tak perlu untuk merubah sikap yang ada, yang penting sikap itu tidak membuat banyak orang KECEWA. Malahan jadikan sikap itu menjadikan orang lain bangga juga dapat membawa dunia ke arah yang lebih baik.
             Panglima kini tersebar tidak hanya di aem doank. Sepertiku merantau keluar aem. Cukup berat meninggalkan memori lama, hampir satu minngu terus terbayang-bayang. Panglima yang diluar, berharap semua tidak melupakan memori yang terukir. Kita masih bisa bertemu bersama kembali mengenang masa dulu. Berharap semua anggota panglima yang di luar aem maupun di dalam aem, dapat lebih baik di masa depan. Agar ketika reunian semua bangga atas apa yang telah dicapainya. SEMANGAD ya PANGLIMA.

            Ini adalah gambar saat aku terakhir kalinya menjadi santri di aem. Tapi bukan terakhir kalinya aku bertemu mereka. Panglima. Perpisahan ini begitu menyenangkan. Tidak ada yang sedih kecuali aku yang dipaksa mengeluarkan air mata di atas panggung Huh Menyebalkan. Tapi ikhlas koq, insya allah. Sebenarnya masih ada banyak photo saat perpisahan ini. Tapi karena flashdisk yang berisi hilang, jadinya ikut hilang. Tapi memori perpisahan ini masih tersimpan rapi di dalam memori otak. Makannya bersyukur di kasih otak!!! Perpisahan ini begitu menyenangkan, karena merupakan awal panglima untuk membentuk masing-masing dirinya menjadi apa. Memang semua terpisah berpencar kemana-mana. Tapi tetap bakalan ada benag merah yang menghubungkan kami semua. Walau hanya ada jaket dan baju angkatan tanpa ada YEAR BOOK, ini cukup. Karena aku dikasih otak yang dapat menyimpan memori yang lebih baik dan lebih banyak di bandingkan YEAR BOOK doank.
GOGOGOGO Panglima GOGOOGOGO
Continue reading →
Jumat, Juli 1

Back... to Junior

4 komentar
Libur tiba. Saatnya melepas rindu kepada sobat smp dulu. Tak terasa sudah liburan semester 2. Tak terasa telah 1 tahun memakai seragam putih abu-abu. Tak terasa telah lama meninggalkan seragam putih biru. Selalu ada perasaan ingin bertemu kawan lama. Telah berkali-kali  berencana datang kesana, berkali-kali juga  tidak terlaksana. Disebabkan liburan sekolah kita sama. Sehingga jika pergi kesana, tidak akan menemukan kawan lama. Mereka pun sama kembali ke rumah mereka dan berlibur dari rutinitas kegiatan pondok.Akhirnya di libur semester 2 ini libur sekolah kami berbeda. Sekolah SMAku lebih cepat. Tak disia-siakan kesempatan ini. Satu hari di rumah, langsung cabut ke sana. Pikiran telah banyak brharap apa yang akan terjadi ketika tiba nanti.
                Setelah 2 jam perjalanan menaiki mobil umum, tibalah di ponpes almultazamKuningan. Suasana sepi, karena para murid sedang mengadakan LPJ OSMA. Maka dari itu, tak bisa langsung bertemu dengan sobat lama. Tempatnya banyak yang berubah. Mungkin lebih baik dibanding dengan sewaktu masih disini. Banyak bangunan baru . Tapi suhu relatif tetap dingin, seperti dulu. Hmmmm...
LPJ OSIS selesai. Bertemulah dengan sobat lama setelah lama menunggu. Bersalaman dengan mereka, bertukar cerita dengan mereka. Tawa, senyum, dan perasaan aneh menerka kami. Banyak yang berubah ketika bertemu dengan mereka. Wajah yang semakin tidak imut dibanding dulu. Suara yang berbeda, semakin besar. Kulitnya pun…uh, sepertnya banyak serangga disini.Tapi mereka tetap mereka, sobatku. 
                Malam tiba, begitu dingin. Tidur dikamar yang persis seperti kamar yang dulu. Tidur bersama sobat lama. Bercengkarama, bermain, jalan- jalan dan mengobrol, membuat ingin kembali lagi. Tapi itu tidak bisa. Di waktu subuh banyak bertemu dengan para guru yang pernah mengajar denganku. Berceritalah tentang apa yang sudah terjadi. Bertukar pikiran agar bisa lebih baik untuk semua.
                Pagi sekali mengajak sahabat pergi membeli serabi yang kusuka. Sembari berjalan-jalan bernostalgia dan menikmati suasana segar di kaki gunung ciremai. Setelah tiba ditempat biasa berjualan, ternyata tutup. Tempat itu sedang diperbaiki. Tidak jadi menikmati serabi. Ingin mencari alternatif, namun masih pagi seperti ini toko dan makanan yang kusuka dulu tempatnya belum buka. Terpaksalah hanya berjalan-jalan dan berputar-putar tidak jelas. Hari ini akan diadakan lomba footsal antar rayon. Aku mendukung semua rayon yang ditempati angkatanku, panglima.
 ini ni... Matahari msih pagi...
 Kembar toh???
 P-5 te'am
Mereka bagitu antusias menjalani kegiatan ini. Tidak berubah. Mereka datang paling pagi. Belum ada yang lain yang datang. Terlalu rajin datang ke lapangan, kalau ke  mesjid…jangan tanyakan. Bagitu kompak suasana yang terasa. Keakraban santri baru dan lama. Keakraban aku dan mereka.        Waktu bermain pun dimulai. Tendangan sobatku semakin keras. Telah lama tidak menendang bola, kurasa aku tidak bisa menendang sekeras itu. Semangat begitu terasa. Priiiit… peluit dibunyikan. Permainan yang acak-acakan. Lawan kami sepertinya telah terorganisir. Sedangkan kami hanya langsung main. Ini menjadi kelemahan yang sangat fatal. Raut wajah mereka berubah. Sangat berbeda dibandingkan tadi pagi. Senyum dan tawa yang tadi pagi terpancar seakan sirna. Cemberut dan bibir manyun kini yang terlihat. Panglima yang lain mencoba menyemangati mereka. Dengan teriakan dan yel-yel yang baru aku dengar, kreatif yel-yelnya, unik. Teriakan itu tidak bisa mengobati mereka. Loyolah mereka. Aku tersenyum.
                Berkunjung ke sekolah lama memang menyenangkan. Bernostalgia dengan sobat lama. Mengingat kembali hal dulu yang pernah dilakukan, dilewati, dilalui dengan penuh banyak ekspresi. Hanya ada satu kesimpulan dari hal ini. Tidak semua akan berubah, walaupun manusia fitrahnya ingin terus berubah. Tersadar atau tidak, orang lain lebih mengetahui perubahan yang ada pada diri. Dan terakhir  I ALWAYS MISS PANGLIMA… LUV
Continue reading →

Labels

Knowledge (11) Entertain (6) ME... (6) Travelling (5) Insan Cendekia (4) Pictures (4) Storystory (4) Foranza Sillnova (3) IPB (3) Renungan (3) Al Multazam (2) Event (2) Experience (2) Foranza (2) Panglima (2) Pertanian (2) blog (2) Announcment (1) Art (1) Community (1) Family (1) Full Living (1) Herbal (1) IC (1) Special (1)